“Demi menyelamatkan ibunya dari ancaman penagih utang, Tiara terpaksa menerima tawaran Adrian Wiratama. Syaratnya berat: Tiara harus menjadi kekasih Adrian. Ia menyetujuinya, meski hatinya ragu. Hari-hari berlalu, Tiara mulai terbuai dengan perhatian Adrian, namun kebahagiaannya hanya sesaat. Suatu hari, Adrian mencampakkannya begitu saja, seperti sehelai kertas tak berharga, memberitahunya bahwa ia akan menikahi tunangannya. Saat itulah Tiara tersadar, ia hanyalah wanita simpanan. Hatinya hancur, namun ia memilih untuk pergi, membawa serta benih cinta yang tumbuh di rahimnya. Ia kemudian menikah dengan pria pilihan ibunya, berharap menemukan kedamaian. Namun, hidup Tiara jauh dari kata mudah. Suaminya tak sedikit pun menyayangi putra mereka, membuat Tiara harus berjuang seorang diri membesarkan anaknya. Sampai suatu ketika, takdir mempertemukan Tiara dan putranya dengan Adrian kembali. Alih-alih menolong, Adrian justru merebut paksa putranya, meninggalkan Tiara dalam kondisi yang terpuruk, bahkan mendekati kegilaan. Apakah Tiara akan selamanya terperangkap dalam kegilaan karena kehilangan putranya? Akankah ada keadilan yang berpihak pada Tiara di tengah penderitaannya?”