“Arjuna mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya harus duduk di kursi roda untuk sementara waktu. Dunia seolah runtuh di bawah kakinya; beberapa orang bahkan memandangnya sebagai pria cacat dan tidak berguna. Padahal, Arjuna masih seorang CEO hebat yang disegani dan ditakuti oleh saingan dan lawannya. Kirana tak sanggup menerima kenyataan bahwa Arjuna lumpuh. Dia membatalkan pernikahan mereka dan menikah dengan Bima, adik Arjuna. Keputusan Kirana sungguh melukai hati Arjuna yang telah menjalin kasih dengannya selama dua tahun. Kondisi Arjuna yang lumpuh juga memicu perebutan kekuasaan. Kedua adiknya, Bima dan Indra, memperebutkan posisi CEO, padahal kemampuan mereka belum mumpuni untuk menduduki kursi pimpinan tertinggi di perusahaan keluarga. Arjuna mulai merasa frustrasi dengan keadaannya. Banyaknya terapi fisik yang harus ia jalani setelah kondisi tubuhnya membaik membuatnya pesimis akan bisa berjalan normal kembali. Dewi, ibu Arjuna, tak tega melihat putra kesayangannya terpuruk. Ia pun menjodohkan Arjuna dengan salah satu anak panti asuhan milik sahabatnya. Mentari, seorang wanita "barbar" namun baik hati, mata duitan, penyayang, jago masak, dan menjahit, hadir sebagai cahaya baru dalam hidup Arjuna.”