icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Selingkuh Dengan Pembantu

Bab 6 Hidup Pak Hadit kini seperti lembaran kosong

Jumlah Kata:1953    |    Dirilis Pada: 22/06/2025

g melimpah ruah, reputasi yang cemerlang, dan yang paling menyakitkan, keluarga utuhnya bersama Bu Tari, Arjuna, dan Saraswati. Kini, yang tersisa hanyalah pui

yang mengisi setiap sudut. Setiap pagi, Pak Hadit bangun dengan perasaan hampa. Ia tidak lagi memiliki jadwal padat rapat direksi atau negosiasi

a buat: Pak Hadit akan memberikan pengakuan penuh, dan Maya akan membantunya merawat Rian. Namun, ini bukanlah hubungan romantis. Ini adalah kemitraan yang didasari oleh tangg

membuat bubur bayi, dan menenangkan Rian ketika menangis. Hal-hal kecil yang dulu selalu dilakukan oleh pengasuh atau Bu Tari, kini menjadi tanggung jawabnya. Ia seringkali

, dan suara celotehnya yang belum jelas adalah satu-satunya melodi yang mengisi kekosongan di apartemen itu. Pak Hadit mulai belajar mencintai Rian, bukan karena kewajiban, melainkan karena ikatan

a, hatinya akan diselimuti kesedihan yang mendalam. Ia merindukan mereka, sangat merindukan mereka. Ia mencoba menghubungi Bu Tari untuk meminta izin

antara kerumunan, hanya untuk melihat sekilas wajah anak-anaknya. Arjuna dan Saraswati, yang kini mulai tumbuh besar, kadang-kadang akan meliriknya dengan tatapan bingung atau bahkan

isah, berbicara hanya seputar Rian dan kebutuhan rumah tangga. Maya menjalani perannya sebagai ibu yang baik, merawat Rian dengan p

it mencoba berbicara dengan Maya. "Kamu baik-

saya juga hancur. Saya kehilangan keluarga di kampung karena ini. Sa

aya ke dalam kekacauan ini, dan Maya juga harus membayar harganya

dit," kata Maya, suaranya pelan. "Tapi setidakn

lelah dan rapuh. Pesona yang dulu memikatnya telah lama hilang, tergantikan oleh bekas luka dan penderitaan. Ia tidak

sial, tetapi juga secara emosional. Ia mulai mencari cara untuk membangun kembali hidupnya, buk

ya. Ia mencoba memulai bisnis kecil, namun modalnya terbatas, dan pengalamannya yang dulu di bidang properti mewah tidak relevan

gan dasar. Ia harus berjuang keras, menghadapi penolakan, ejekan, dan kerugian. Ada saat-saat ia merasa putus asa, ingin menyerah, dan kembal

. Kafe itu sederhana, jauh dari kesan glamor, namun ia mengelolanya dengan sepenuh hati. Ia sendiri yang seringkali turun tangan melayani pelanggan, membersi

ari membangun sesuatu dari nol, dan dari memberikan kehidupan yang layak bagi Rian. Ia masih mengen

buka dan seseorang masuk. Pak Hadit mendongak,

ahan di sudut matanya. Ia mengenakan pakaian sederhana, namun tetap terlihat anggun. Di sampingnya, berdiri Arjuna dan Saraswati, yang kini

menyangka Bu Tari akan datang ke kaf

seisi kafe. "Jadi... ini bisnismu sekaran

t, suaranya serak. "Sejak.

menunjukkan gigi-gigi kecilnya, dan mencoba merangkak mendekati mereka. Arjuna dan Saraswati memandang Rian dengan tatapan pena

ang dulu ia sebut "cacat" dengan amarah. Ada sesuatu yang berbeda di tatapan

ian, lalu mendekati Bu

gkok, mencoba mensejajarkan pandangannya

ari ragu-ragu sejenak, lalu meraih tangan mungil Rian. Sent

bunyi di belakang ibunya, m

ri, Tari?" tanya

nor sumsum tulang belakang. Penyakit langka. Dokter bil

t langka? Ia tidak tahu apa-apa. Selama ini, Bu Tari tida

tanya Pak Hadit,

ri. "Dan satu-satunya yang punya

sungguhnya? Anak yang dulu ia buang, anak yang cacat, kini menjadi satu

p Arjuna yang tampak sedikit pucat di samping Bu Tari

Dan bagi kami semua. Tapi kami tidak punya pili

ju, Tari. Lakukan apapun yang diperlukan. A

u setidaknya akan ragu. Namun, Pak Hadit tidak ragu. Baginya, ini adalah kesempatan untuk menebus dosa-

lewati serangkaian tes yang rumit. Pak Hadit selalu menemani, memberikan duku

ok sebagai donor untuk Arjuna. Se

an ketegangan yang lebih halus, dicampur dengan harapan dan kecemasan akan kondisi Arjuna. Bu Tari melihat perubahan dalam diri Pak Hadit. Ia

menjalani prosedur yang tidak menyenangkan. Pak Hadit dan Maya bergantian menjaganya, menenangkan tangisannya, dan memastikan ia mendapatkan perawatan terbaik

gu. Mereka tidak banyak bicara, namun ada tatapan mata yang lebih lembut, lebih pengertian, di antara mereka. Se

sil. Arjuna mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Rian juga pulih d

rjuna. Kedua bocah itu, yang dulunya terpisahkan oleh dosa orang tua mereka, kini saling bertatapan. Arjuna, meski

terasa berbeda: air mata kelegaan, syukur, dan mungkin, sebuah awal dari pengampunan. Ia melih

bergetar. Ini adalah ucapan terima kasih tulu

ca. "Ini adalah tanggung jawabku, Tari.

bahwa mungkin, suatu hari nanti, luka-luka itu bisa sembuh. Harapan bahwa karma yang dulu terasa begitu pahit, kini membawa mereka pada sebuah pertemuan yang tak terduga, sebuah jalan menuju penebusan d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Selingkuh Dengan Pembantu
Suamiku Selingkuh Dengan Pembantu
“Penampilan Maya, asisten rumah tangga yang baru, memancarkan pesona yang tak bisa diabaikan, dan itu menarik perhatian setiap pria di kediaman mewah Pak Hadit. Bahkan Pak Hadit sendiri, sang pemilik rumah, yang telah diberkahi seorang istri jelita dan sepasang bayi kembar yang baru lahir, tidak bisa mengelak dari hasrat terlarang yang membayangi pikirannya. Pak Hadit akhirnya terjerumus ke dalam hubungan gelap dengan Maya, dan dari perselingkuhan itu lahirlah seorang anak. Namun, sang bayi terlahir dengan cacat bawaan. Apakah ini adalah sebuah karma? Pak Hadit seolah telah menukar permata yang berharga dengan sebutir kerikil. Lalu, apa yang akan dilakukan Bu Tari, istri sah Pak Hadit, setelah mengetahui pengkhianatan suaminya? Dan apakah Pak Hadit akan menemukan kebahagiaan setelah semua ini?”