dengan aura konspirasi. Sosok-sosok berkerudung, berkumpul di sekitar meja bat
, suaranya tegas dan tajam. "Ka
saling bertukar pandang dengan gugup. Tidak seorang pun berani menentan
ana jika mereka mencoba membuat perjanji?" bentaknya. "Setiap dari mereka merupakan ancaman bagi keberadaan kita." Darah yang mengalir di nadi mere
Brel tidak akan menoleransi keberatan. Didorong oleh ke
ngan utara. Aku tahu rute pelarian mereka, tempat persem
ncaman yang mendekat. Berdiri di atas tonjolan batu,
mengerutkan ken
ergerak. Aku bisa merasakannya. Dan mereka tidak akan datan
mata sejenak, mengingat wajah ayahnya dan kata-kata yang menghantuinya sejak
as. "Tetapi sebelum darah tertumpah, aku akan menco
pi dia merasakan perubahan di dalam dirinya: kekuatan laten yang tak terkalahkan. Transfo
onan. Langkah kakinya senyap
g," katanya, tanpa menga
ah memutuskan untuk memusnahkan kawanan utara. Tetapi kur
pastian. "Aliansi? Manusia tidak akan pernah memercaya
ah jembatan antara dunia kita. Jika ada ya
u apa yang ada di dalam dirimu, Laura. Itu bukan kutukan. Itu kekuatan. Itu yang bisa menyelamatkan kita." Laura memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam. Transformasi itu sudah dekat, dan rasa takut akan penolakan membakar dadanya. Namun, dalam kata-kata Xaqui, dia menemukan secercah harapan. Mungkin sifat hibridanya bukanlah beban, tetapi jawaban yang dibutuhka
rhapus dari sejarah." Perburuan telah dimulai. Saat Brel bersiap untuk pembantaian, Xaqui dan Laura mempertaruhkan satu harapan
/0/25067/coverbig.jpg?v=1b7f87a99d0625a0fdd3f3dbfad7a5a7&imageMogr2/format/webp)