icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Memilih Selingkuhannya

Bab 5 Kepulangan Kirana

Jumlah Kata:1541    |    Dirilis Pada: 16/06/2025

uti aroma bayi yang lembut dan tangisan mungil yang sesekali pecah. Bu Santi, yang masih berduka, menemukan hiburan dan harapan baru

n di pundaknya terasa berat, namun ia menjalaninya dengan tekad. Ia bahkan mengambil cuti panjang dar

au menenangkan Ara yang rewel. Ia belajar dengan cepat, meskipun canggung. Kirana melihatnya mempraktikkan

sedikit melunak. Sulit untuk terus membenci seseorang yang terlihat begitu tulus menc

kontrol bayi. Topik lain terasa terlalu sensitif untuk dibahas. Ada semacam kesepakatan tak tertulis untuk

njangnya, Arya duduk di tepi ranjang Kirana. "

pnya. "Lelah.

nya pelan. "Aku tahu aku sudah membuatmu melalui banyak hal

"sangat sulit. Untuk percaya lag

ya meminta kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi suami yang pant

entuhan Arya terasa berbeda sekarang. Bukan lagi kehangatan yang dulu ia rasakan sebelum p

aanmu?" Kirana bertanya,

ra dengan kantor, aku akan mengatur jadwal agar lebih fleks

harapan yang muncul, samar-samar.

ga Arya dan Bu Santi banyak membantu. Arya bahkan belajar bagaimana memandikan Ara, meskipun awalnya dengan wajah panik.

melihat perubahan positif di antara Kirana dan Arya. "Arya benar-benar berubah ya, Ran,"

"Tapi aku masih butuh wakt

rima bantuan Arya, dan sesekali mereka berbagi cerita tentang Ara, bahkan tertawa bersama saat Ara

kencang. Ia menatap Arya, menunggu reaksinya. Arya melirik ponselnya, lalu menatap Kirana. Tanpa ragu, ia memencet t

Tapi aku tidak akan merespons. Aku sudah bilang padanya aku tidak

dalah bukti nyata pertama yang ia lihat. Arya benar-benar

sih," Kira

g perlu terima kasih, Kirana. Ini ya

edikit lebih percaya. Ia melihat keseriusan Arya dalam kata-kata dan tindakannya.

, tidak lagi ada meeting mendadak hingga larut malam. Ia akan segera pulang setelah bekerja, menghabiskan sisa harinya be

kukan dari rumah, agar ia tetap punya penghasilan sendiri. Ia ingin mandiri secara finansial, bukan hanya untuk dirinya, ta

ru saja melahirkan," Arya bertanya suatu pagi

rya," Kirana menjawab.

ana adalah wanita yang kuat dan berambisi.

sesekali menginap untuk membantu Kirana. Orang tua Kirana juga sering datang berkunjung, memberikan dukungan

rasa pusing hebat. Pandangannya kabur, dan ia merasa mual. Ia

sekali," Kirana berb

t Kirana yang pucat pasi, ia langsung

fek dari preeklampsia yang pernah ia alami. Tekanan darahnya kemb

rlalu memaksakan diri," kata dokter. "Risiko kompli

an Kirana erat-erat. "Maafkan aku, Kirana. Ini sem

rkata, meskipun dalam hati ia tahu bahwa stres

ersikeras. "Aku terlalu egoi

, bekerja dari sana, dan bergantian menjaga Ara yang dibawa Bu Santi. Ia memastikan Kirana makan teratur, minum obat, dan tidur

"Aku akan pastikan kamu istirahat cukup, Kirana. Aku akan me

nenangkan saat Ara rewel, dan membawakannya ke Kirana hanya saat Ara ingin men

g canggung, melainkan sentuhan yang penuh perhatian dan kepedulian. Mereka mulai berbicara tentang hal-hal di luar Ara, tentang

irana... aku tahu aku tidak bisa menghapus masa lalu. Tapi aku sungguh ingin membangun masa

yesalan yang mendalam di sana, tapi juga sebuah tekad yang kuat. Ia meli

a pelan. "Aku akan mencoba memaafkanmu. Dan aku a

rat-erat, pelukan yang Kirana balas. Pelukan itu tera

yak bekas luka yang mungkin tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Namun, mereka punya Ara. Putri kecil mereka ada

i ini, ia tidak sendirian. Ia memiliki Arya yang kini telah berubah, yang berjanji akan selalu ada di sisinya. Ia memiliki kelu

Arya? Atau akankah ia muncul kembali dan menguji kekuatan hubungan mereka yang baru saja mulai pulih? Kirana berharap tidak. Ia berharap badai it

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Memilih Selingkuhannya
Suamiku Memilih Selingkuhannya
“Kirana tidak pernah menyangka jika Arya, suami yang selama ini dihormati dan dianggap bertanggung jawab ternyata masih menjalin hubungan dengan kekasihnya. Dengan alasan pernikahan mereka hanya perjodohan tanpa melibatkan rasa, lelaki itu tega mengkhianati ikrar suci yang diucapkan di hadapan Tuhan. Di saat yang bersamaan, ujian untuk Kirana bertambah lagi dengan kondisi kesehatan dan kehamilan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, serta bisa berakibat fatal jika tetap dilanjutkan. Namun, demi keinginan untuk menimang buah hati, dia bersikeras mempertahankan dan terus menjalaninya meskipun berisiko kematian. Sementara itu, Arya yang sudah meninggalkan rumah dan memilih hidup bersama kekasihnya, sama sekali tidak mengetahui kabar kehamilan Kirana yang sengaja disembunyikan demi ketenangan lahir dan batin. Dia berjanji akan mengatakan kebenarannya jika sudah tiba waktu yang paling tepat. Apakah Kirana dan bayinya akan selamat dan bisa melanjutkan hidup sesuai harapan? Bagaimana pula nasib Arya dan hubungan dengan kekasihnya setelah diterpa badai ujian yang datang secara beruntun?”
1 Bab 1 Kirana selalu percaya pada takdir2 Bab 2 Dua garis merah3 Bab 3 tak bisa lagi disembunyikan4 Bab 4 Beberapa minggu setelah pemakaman Pak Danang,5 Bab 5 Kepulangan Kirana6 Bab 6 Tiga bulan berlalu sejak kelahiran Ara7 Bab 7 rasa sakit hati8 Bab 8 seorang gadis kecil9 Bab 9 Ara kini sudah beranjak remaja10 Bab 10 Keluarga kecil11 Bab 11 membawa kebanggaan12 Bab 12 telah menikah dengan seorang pria baik13 Bab 13 cinta yang melimpah14 Bab 14 Namanya akan selalu dikenang15 Bab 15 warisan yang ia tinggalkan16 Bab 16 masa lalu yang menyakitkan17 Bab 17 Rumah lamanya18 Bab 18 Masa terus melesat19 Bab 19 kehampaan20 Bab 20 Nenek Buyut Kirana