icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dilahirkan Sebagai Ancaman

Bab 2 Gadis itu duduk di tepi tempat tidurnya

Jumlah Kata:820    |    Dirilis Pada: 01/06/2025

s yang bersembunyi di balik tirai kamar Zaira. Gadis itu duduk di tepi tempat tidurnya, memelu

sar sang ibu, tatapan dingin sang ayah, dan senyum penuh kebohongan dari k

un, hatinya semakin dipenuhi dengan tekad untuk menemukan jawa

satunya tempat ia merasa aman. Di ruang tamu rumah kakeknya yang

ku ingin tahu... kenapa aku selalu diperlakukan sepert

"Zee... ada sesuatu yang harus kamu tahu. Sesuatu ya

n sebuah kotak kayu kecil. Ia menyerahka

. "Di dalamnya ada surat-surat dan dokumen y

tua, foto-foto hitam putih, dan sebuah buku harian yang usang. Saat

k dalam pernikahan yang penuh tekanan dan ketidakadilan. Rania menulis tentang rasa terpaksa

satu halam

penderitaan yang aku alami. Tapi aku taku

berdegup kencang. Apakah ke

an bantuan kakeknya, ia mulai membuka kotak-kotak penyimpanan

iran Zaira bukan hanya sesuatu yang diabaikan oleh

si keras agar Rania-ibunya-membuang bayinya yang baru lahir. S

ebuah beban, Zee. Bukan hanya karena mereka tidak siap, tapi k

sedih. Selama ini, ia mengira itu semua karena dirinya tak berharga, tapi

membiarkan kata-kata kasar dan tatapan sinis menembus hatinya. Deng

tu. Arga, yang sejak kemarin mulai dekat denga

jadi pemberani, Zee," kat

, sesuatu yang sudah

ang mengetahui ada sesuatu yang berubah pada Zaira

kamu jadi seperti itu?" suara ibu menganca

u terus diperlakukan seperti bayangan yang tak

i. Ini adalah perang yang harus ia menangkan, bukan hanya unt

langan tempatnya karena perhatian orang tua kini mulai terpecah. Persaingan dan kecemb

bunya di dalam lemari. Surat itu berisi pengakuan bahwa Zaira bukanlah a

membaca kata-kata itu. Ia merasa s

no berikutnya dipenuhi deng

ini, Kakek? Siap

anjang, lalu memegang t

ungkap, Zee. Tapi aku di sini, aku akan meli

keluarganya yang selama ini tersembunyi. Ia menyadari bahwa ia bukan hanya korba

aran baru saja dimulai. Di balik setiap luka dan pengkhia

in, menatap bayangannya sen

sebenarnya. Dan aku akan men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilahirkan Sebagai Ancaman
Dilahirkan Sebagai Ancaman
“Zaira Callista Ramadhani adalah seorang gadis berhati lembut, meskipun kehidupannya jauh dari kata hangat. Nama "Zaira" diberikan langsung oleh sang kakek, yang menambahkan unsur "Kliwon" dalam doa-doanya-berdasarkan weton hari lahir Zaira-karena sejak awal, ia tahu bahwa kelahiran cucunya itu tidak pernah benar-benar diinginkan oleh sang ibu. Kakeknya berharap, nama itu bisa menjadi pengingat kekuatan dan keteguhan hati, sekaligus sebagai pelindung bagi cucunya. Dan seperti firasatnya, Zaira tumbuh di bawah bayang-bayang dinginnya sikap kedua orang tuanya, terutama sang ibu. Gadis pendiam yang lebih sering dipanggil Zee itu, kerap menjadi sasaran kemarahan. Dimarahi tanpa sebab, dihina dengan kata-kata tajam, bahkan tak jarang menerima hukuman yang tidak pantas. Sang ibu seolah menolak mengakui kehadirannya di rumah-menganggapnya bayangan dari kesalahan masa lalu yang tak pernah bisa dimaafkan. Zaira memiliki seorang kakak perempuan bernama Ayla, yang selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih. Kedekatan orang tuanya dengan Ayla menjadi jurang yang makin memperlebar kesenjangan antara Zaira dan keluarganya. Namun, meski sering diperlakukan tidak adil, Zaira tetap berusaha menghormati ayah dan ibunya-meski perlahan hatinya mulai lelah. Perlakuan dingin yang ia terima setiap hari membuat Zaira tumbuh menjadi gadis yang tertutup. Hatinya membeku, ucapannya minim, dan sikapnya mulai memberontak dalam diam. Ia tidak lagi menuruti setiap perintah dengan patuh. Ia hanya menunjukkan senyum tulusnya kepada satu orang: sang kakek, satu-satunya orang yang selalu memeluknya tanpa syarat. Namun, suatu hari, sesuatu yang disembunyikan keluarga selama ini perlahan terkuak-sebuah kebenaran tentang kelahirannya, yang bukan hanya mengubah cara Zaira memandang keluarganya... tapi juga membangkitkan keberaniannya untuk melawan takdir yang selama ini mencoba menginjaknya.”
1 Bab 1 Di sebuah rumah tua2 Bab 2 Gadis itu duduk di tepi tempat tidurnya3 Bab 3 sulit dijelaskan4 Bab 4 Bayangan ayah kandungnya5 Bab 5 Suara burung di luar6 Bab 6 berdatangan7 Bab 7 sebelum alarm berbunyi8 Bab 8 dipertaruhkan setiap detik9 Bab 9 Aliansi yang Rapuh10 Bab 10 Kabar tentang skandal11 Bab 11 Aku harus kuat12 Bab 12 Setelah kebenaran mulai tersiar13 Bab 13 perasaan lega14 Bab 14 ruang tunggu15 Bab 15 rekaman yang mengungkap16 Bab 16 semangatnya tetap membara17 Bab 17 Siapakah yang selama ini berkhianat dari dalam 18 Bab 18 tak menentu19 Bab 19 dia sedang bermain di medan penuh jebakan20 Bab 20 para pengikut keluarga Rasyid21 Bab 21 melihat bagaimana konflik ini akan berakhir22 Bab 22 mengembalikan hak-haknya23 Bab 23 menatap masa depan24 Bab 24 menyentuh hati25 Bab 25 surat terbuka26 Bab 26 Rumah Asa27 Bab 27 Apa motif sebenarnya 28 Bab 28 Kasus ini jauh lebih besar29 Bab 29 tekadnya untuk menegakkan kebenaran30 Bab 30 segala risiko