Xaiver si
dee
iang ini Anda ada pertemuan
kepalanya, membuat aku menge
sa untuk meng-cancel pertemua
a?" ta
rlu berbicara se-forma
ena Mr.Maximilian tidak menjawab pertany
Apa kau tidak suka?" tanya Mr.Maximilian, ia meraih waja
bahkan jika di kantor kau juga satu ruangan denganku?" t
nggertakkan gigi karena kesal. Siapa yang
eraneh yang pernah
t yang pernah aku temui... memangnya
mm
ingin tidur." balasnya, ia mu
ba melepaskan pelukan Mr.Maximilian, bukannya me
r.Maximilian, lebih tepatnya kami sedang berada di batas ranjang d
aku jika aku sampai menelanjangimu saat ini juga." ucap Mr.Maximilian tanpa
pa, aku hanya takut jika Mr.Maximilian sampai mendengar detak jantungku yang berdebar deba
un sial sekali, karena aku tetap tidak bisa melepas tangannya dari pinggangku. Semakin
tidur. Tapi tidak bisa, walaupun ma
a
ng tertidur. Terlihat sangat polos, seperti bayi. Tidak akan ada
ndangi wajahnya yang polos itu dan terus berpikir
k Mr.Maximilian khas bangun tidur. Ba
mn
pa de
Memerhatikannya yang sedang mengedip-ngedipkan matanya
sudah tersenyum karena itu. "L
engan nada sombong da
g, ini sudah hampir malam." ucapku mengalihkan pem
i dengan satu syarat." ucap Mr.Maximil
knya aku menerima syaratnya dari pad
tu?" t
lian menunjuk bibirnya
balasku
gin terus seperti ini
yum menyeringai itu dengan bibirku, tapi mau di taruh d
g melepas tangannya dari pinggangku. Sepertinya aku harus me
anjang lalu meng
." ucapk
lah
hnya kepadaku, dengan secepa
kan aku sekar
sebuah ciuman Deeva." ucapnya kemudian menarik wajahku
rasakan jika jantungku semakin
tah sudah ke berapa kali. Tapi mengapa rasanya kali i
a setelah melepas ciu
ona merah, buru buru Aku bangkit dar
mn
nya yang te
mulai me
Kau tidak bol
-,- yang terus berdebar debar, aku bahkan tad
s jantung, siapa tau semua ini terjadi padaku karena aku
ang beberapa menit aku menunggu, tiba tiba seseora
dengar seperti perintah itu membu
ika bukan Mr
sudah memesan tadi dan sebentar l
an mengantar kau
id
ian sudah lebih dulu mendorong badanku memasuk kedal
g di luar dan me
duduk di kursi kemudi. Memang jika ia duduk di kursi pe
arkan aku, Xaiver?" tanyaku saat
u jugalah yang harus mengantarkanmu pulan
di mana rumahk
imilian menatap
mana k
ahukan rumahku padanya, jadi tidak
cerewet s
karena mendengar jawaban
lain untuk orang y
C
jalanan yang cukup macet. Ralat ini benar benar macet,
tu nyaman sehingga k
umpangi memang sudah berada di depan rumahku, uh berarti aku tadi melamun sampai t
imak
sam
pan, menurut k
/0/2455/coverbig.jpg?v=2c8a7b723e48a4f2527f44499f8fb291&imageMogr2/format/webp)