icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Draco&Luna

Bab 3 Patuhlah Padaku!

Jumlah Kata:2057    |    Dirilis Pada: 27/05/2025

k. Perlahan, di kala matanya sudah terbuka lebar-tatapannya mengendar

rnah mungkin bisa dia datangi seumur hidupnya. Gadis itu dibesarkan di keluarga

tadi malam. Raut wajah gadis itu berubah menegang dan terkejut. Rasa t

ra kalau dirinya akan melepas keperawanannya pada sosok pria asing yang tak p

pannya menatap ranjang kosong yang ada di sampingnya. Pria yang membelinya sudah pergi. Namun, ke mana pria itu pergi?

g pelayan melangkah

menarik selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. Meskipun pela

menjawab gugup

edang berada di luar sebentar. Beliau akan kembali masuk ke sini. Beliau minta

ir bawahnya. "T-Tu

rdan, yang tadi malam bersama dengan Anda," jawab sang pelayan s

gung dan takut. "T-tapi, a-aku hanya m

"Nona, saya mohon turuti saja permintaan Tuan Riordan. Jangan m

Tap

a tidak patuh padanya," jawab sang pelayan sopan. "Baiklah, saya harus pergi. Segera bersihkan

a untuk bersiap-siap? Bukankah kesepakatan bahwa pria yang membelinya hanya untuk satu malam saja? Luna ingin s

s itu perlahan mulai bangkit berdiri, dan melangkah sangat pelan menuju kamar mandi. Dia merasakan

aiannya dengan dress yang sudah disiapkan. Dress berwarna kuning de

ini menghampirinya. Gadis itu menelan salivanya susah payah. Tadi malam lampu sedikit gelap, me

sangat tampan dan gagah. Di balik aura dingin dan ketegasan, tapi pr

menunduk tak bera

. "Angkat wajahmu jika se

guk ludah

bicara Draco satu oktaf

n, dan mulai memberani

a dan Luna. "Dress ini cocok di tubuhmu." Pria itu m

n wajahnya. Bahkan bibir mereka pun sangat dekat. Hanya satu kali gerakan ya

, dengan tatapan rapuh. Luna sudah lelah. Dia ingin sekali pergi dari semua

suatu tempat, yang pasti orang di

u hanya membeliku untuk satu malam saja. K-

u artinya hanya untuk satu malam. Selain itu, pria yang membelinya dilarang untuk membawanya pergi

waban dari Luna. "Sayangnya, aturan

t terkejut. "A-

cukup patuhi apa yang aku minta. Jika tidak, maka

g!" sentak Luna mulai bera

uhkan uang, kenapa kau harus menjual dirimu?

hinaan dari Draco. "A-aku bukan pelacur

kin melakukan tindakan serendah itu. Meski lahir dari keluarga sederhana

ke telinga Luna dan berbisik tajam, "Persetan dengan semua alasanmu. Kau

ain-main, dari Draco Riordan. Apakah dirinya berada di mimpi buru

*

ork,

Itu disebabkan landasan ini khusus untuk pesawat pribadi yang mendarat,

alanan di dalam pesawat, hatinya dilingkupi rasa cemas luar biasa. Sejak tadi, g

ita sudah sampai! Turun sekarang!

ir bawahnya. "T-Tu

nya, Luna!" seru Dra

melepas tali ini di tubuhku," ucapnya pelan sera

naik pesawat-gadis itu tidak tahu cara memakai seat-belt. Sekarang cara

. Detik selanjutnya, dia menggenggam tangan Luna-melangkah turun dari pesawat.

-benar tidak terjaga. Dia nyaris terjatuh di undakan tangga turun pesawat. Untungnya, Dr

Dia hendak ingin memarahi gadis itu, tapi karena Luna menu

elukannya. Itu yang membuat Draco tak jadi marah. Detik selanjutnya, pria i

di tubuh pria itu membuat sekujur tubuhnya seakan berdesir. Keterkejutanny

*

uh kekaguman. Gadis itu masuk ke dalam penthouse itu bersama dengan Drac

lum pernah berada di sebuah rumah semewah yang dia datangi. Gadis itu yakin s

apa sopan Luna dan Dra

arnya," ucap Draco

n menatap Luna. "Nona, mari

tidak bisa berkutik sedikit pun. Hal yang bisa dia lakukan adalah pasrah. Dia terjebak di dalam jurang a

nda." Pelayan menu

dan megah. Desain kamar itu memiliki sentuhan yang luar biasa menak

a pelan dan hati-hati mema

k. "Benar, Nona.

ra akan mendapatkan kamar sebagus ini. Begitu banyak pertanyaan

n itu hendak ingin pergi, te

aya menatap sang pelayan

na. "Iya, Nona? Apa And

tuhkan bantuan. Bisakah kau membantuku?" ta

pan. "Hal apa yang Anda butuhkan, Nona? Jik

ergi dari sini. Bisakah kau menyelamatkanku? A-aku

ntu saya tidak mungkin bisa membantu Anda pergi sendiri. Saya bisa mendapatkan masalah. Jika Anda ingin pe

tu duduk di pinggir ranjang dengan wajah yang terselimut

ng?" gumam Luna seraya meremas-rem

*

al di ruangan di mana Draco berada. Pria tampan itu berdiri sambil meliha

benci yang tidak bisa mengurai. Kebencian dan rasa marah dalam d

n pribadi Draco-melang

ngi sang asisten. Tatapannya fo

api sampai kapan Anda membiarkan Nona Luna berada di sini?

pelelangan itu sudah jelas, bahwa Draco hanya bisa bersama dengan Luna di satu m

ena aku masih menginginkannya,

membawa Nona Luna pergi. Mereka memang menerima tambahan uang satu juta dollar yang Anda tawarkan, tapi mere

an berani menuntutku! Jika mereka berani, maka aku akan membuat mereka me

sudah tidak bisa berkutik lagi. Karena kalau sudah Tuannya mengambil ke

kan membuang Luna, ketika aku sudah bosan dengannya! Sekarang kau tidak perlu lagi menany

susah payah. "I-iya, T

ggu aku!" usir Draco

undur diri dari h

a melukiskan senyuman tipis. "Gadis itu masih sangat menarik di matak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Draco&Luna
Draco&Luna
“Hidup sebatang kara membuat Luna tak pernah merasakan kasih sayang sejak kepergian kedua orang tuanya. Gadis cantik itu tinggal bersama dengan bibi kandungnya sendiri. Namun, sayang bibinya sangat jahat dan kejam. Bibi Luna tega menjual Luna ke pelelangan di pasar gelap. Gadis itu tak bisa berbuat apa-apa, selain hanya menunduk akan nasib dirinya yang selalu buruk. Takdir berkata lain, gadis cantik itu dipertemukan dengan Draco Riordan-pria yang membeli keperawanannya. Semua bermula dari sini. Draco adalah pria misterius yang menyimpan jutaan rahasia. Sementara Luna sosok gadis yang lugu, bahkan tak tahu apa pun. Semesta mempertemukan dua orang yang berbeda dari segi latar belakang. Draco yang penuh dendam dipertemukan dengan sosok gadis yang hangat. Lantas, bagaimana hubungan mereka? Apakah mereka bersatu atau seperti minyak dan air yang tak bisa bersatu? *** Follow me on IG: abigail_kusuma95”
1 Bab 1 Pelelangan Gadis Perawan2 Bab 2 Menyerahkan Keperawanan3 Bab 3 Patuhlah Padaku!4 Bab 4 Mencoba Melarikan Diri5 Bab 5 Hukuman Panas6 Bab 6 Jangan Coba Untuk Kabur Lagi!7 Bab 7 Bibimu adalah Wanita Serakah!8 Bab 8 Keluarkan Desahanmu!9 Bab 9 Pria Misterius10 Bab 10 Jangan Berpura-pura Lugu11 Bab 11 Kau Hanya Milikku!12 Bab 12 Ancaman yang Tak Main-Main13 Bab 13 Merencanakan Penculikan14 Bab 14 Kau Hanya Belum Berpengalaman15 Bab 15 Rencana Buruk16 Bab 16 Aku Tidak Suka Kau Terluka!17 Bab 17 Adanya Jebakan18 Bab 18 Diculik19 Bab 19 Kecurigaan yang Aneh20 Bab 20 Aku Tidak Mau Menjadi Pelacur!21 Bab 21 Mulai Mendapatkan Informasi22 Bab 22 Penyelamat yang Datang Tepat Waktu