icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Draco&Luna

Draco&Luna

icon

Bab 1 Pelelangan Gadis Perawan

Jumlah Kata:1892    |    Dirilis Pada: 27/05/2025

s, Nevad

h ribu

uh ribu

luh ribu

s ribu

g terkenal sebagai 'Sin City'. Kota yang terkenal dengan kota yang dipenuhi dosa.

. Para tamu undangan yang hadir diwajibkan memakai topeng. Lampu yang diperbolehkan menyorot adalah

a nyaris terlihat. Bisa dikatakan gadis itu nyaris telanjang. Dia berdiri di dalam sangkar em

iki suhu yang sangat dingin karena AC central yang besar. Akan tetapi, meski menggunakan AC-nyatanya keringat

in hitam yang ada di matanya sudah basah, akibat air mata yang sejak tadi tak henti berlinang. Perg

lagi yang berani lebih mahal? Saya pastikan pembeli tidak akan

tampan, mengajukan penawaran tertinggi. Meski tak lagi muda, tapi

, yang berani mengajukan penawaran tertinggi. Sang pembawa

lam sangkar emas ini masih perawan. Saya pastikan k

eadaan perawan. Mata mereka sudah sejak tadi menatap lapar gadis berparas luar bisa cantik. Kulit putih mulus tanpa nod

aran, agar demi gadis itu jatuh ke dalam pelukannya. Tampak mata pria

da yang menawar keperawanannya dengan nominal fantastis. Dia tak tahu seperti apa wujud dari pria y

! Dia tidak pernah mau menjual diri. Luna tak pernah ingin menjadi

adis itu ingin berlari kencang, meninggalkan acara terkutuk ini. Akan tetap

dari angka dua ratus ribu dollar?" seruan pembawa a

enandakan bahwa tidak ada yang bisa menawar lebih tinggi dari angka

n mati. Sejak tadi dia sudah tidak nyaman dengan pakaian yang dia pakai. Sayangnya, Luna tidak memi

ada nominal dua ratus ribu dollar. Untuk meresmikan.

am di mata, melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Pria berperawakan tamp

lar. Dua ratus ribu dollar saja untuk membeli keperawanan, sudah sangatl

penawaran baru! Satu juta dollar

a ada yang mengalahkannya. "S

ak santai di kala menyebutkan nominal itu. Seolah u

n mencari keributan di acara pelelangan itu. Sebab, jika sampai dia me

nambah nominal, agar Luna jatuh ke tangannya. Dia sud

n senyuman angkuh, di kala ada yang mencoba mengal

fantastis. Apakah dirinya semahal itu? Sungguh penawaran nominal tertinggi membuat

erima, pada pria tampan yang berani menambah nominal fantastis. Emosinya sudah meledak

n yang berhasil mengalahkannya. Namun, belum juga tangannya meninju wajah p

ngenal siapa aku!" bentak pria paruh baya itu penuh emosi

yang tertutup rapat. "Simpan ancamanamu. Ak

ampan itu. Akan tetapi, pengawal sudah langsung menyeret pr

tak. Akan tetapi, dia kalah karena sudah ada tiga pengawal

arang menatap sosok pria yang berani mengajukan penawaran paling mahal. Ya,

enyum. "Apa ada penawar

gagah itu mengajukan nominal fantastis. Bukan nominal sembarangan. Tentunya ora

alah pria di ujung sana dengan penawaran tiga juta dollar." Pembawa acara be

ketakutan. Dia melepas keperawanannya dengan harga tiga juta dollar. Harga yang fantastis. Namun,

*

tel megah, yang sudah disiapkan oleh penyelenggara acara. Pengawal b

. "Aku tidak menjual diri

angnya sang pengawal langsung mendorong kasar Luna-hingga m

nurut, jangan salahkan kami melemparmu ke rumah pelacuran! Kau mau se

semakin menyelimuti dirinya. Gadis itu ingin sekali melarikan

pergi, dia dibesarkan oleh bibinya. Tetapi, dia tidak pernah mengira kalau bibinya

dalam kamar hotelnya. Lampu kamar tak dihidupkan semua, membuat Luna tak terlalu jelas melihat wajah pria yang baru saja masuk. Akan tet

T-Tuan, t-terima kasih sudah membeli saya ... T-tapi

a membuka topengnya dan berkata dingin, "Jika kau tidak

aja, gadis itu terpaku melihat sosok pria di hadapannya. Walau lampu tak

s itu takut kalau dirinya menjelaskan, malah akan menjadi masalah. Lebih

uta dollar. Itu bukan uang kecil. Kau pikir aku mau keh

itu pun tak memiliki uang sebanyak itu. "T

ang memerah. "Aku tidak ingin uangku kembali. Aku sudah

an berontaknya hanyalah percuma. Dia tidak akan pernah bisa pe

asrah. Dia sudah yakin sekeras apa pun dia memohon pada pria yang ada

ir mata gadis itu. "Simpan air matamu. Aku tidak suk

ibirnya. Aroma parfume maskulin menyeruak ke indra penciuman

ang membelinya. Di balik wajah tampan pria itu-terdapat aura din

u?" bisik pr

r bawahnya. "L-Luna

itu liar. Tampak mata Luna melebar di kala pria itu mencium bibirnya. Ciuman

bibir Luna. Dia menebak bahwa Luna belum pernah berciuman. Sebab, t

kucing kecil merespon uca

kan bibirnya ke telinga Luna, mengecupi daun telinga gadis itu, seraya me

n melakukannya de

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Draco&Luna
Draco&Luna
“Hidup sebatang kara membuat Luna tak pernah merasakan kasih sayang sejak kepergian kedua orang tuanya. Gadis cantik itu tinggal bersama dengan bibi kandungnya sendiri. Namun, sayang bibinya sangat jahat dan kejam. Bibi Luna tega menjual Luna ke pelelangan di pasar gelap. Gadis itu tak bisa berbuat apa-apa, selain hanya menunduk akan nasib dirinya yang selalu buruk. Takdir berkata lain, gadis cantik itu dipertemukan dengan Draco Riordan-pria yang membeli keperawanannya. Semua bermula dari sini. Draco adalah pria misterius yang menyimpan jutaan rahasia. Sementara Luna sosok gadis yang lugu, bahkan tak tahu apa pun. Semesta mempertemukan dua orang yang berbeda dari segi latar belakang. Draco yang penuh dendam dipertemukan dengan sosok gadis yang hangat. Lantas, bagaimana hubungan mereka? Apakah mereka bersatu atau seperti minyak dan air yang tak bisa bersatu? *** Follow me on IG: abigail_kusuma95”
1 Bab 1 Pelelangan Gadis Perawan2 Bab 2 Menyerahkan Keperawanan3 Bab 3 Patuhlah Padaku!4 Bab 4 Mencoba Melarikan Diri5 Bab 5 Hukuman Panas6 Bab 6 Jangan Coba Untuk Kabur Lagi!7 Bab 7 Bibimu adalah Wanita Serakah!8 Bab 8 Keluarkan Desahanmu!9 Bab 9 Pria Misterius10 Bab 10 Jangan Berpura-pura Lugu11 Bab 11 Kau Hanya Milikku!12 Bab 12 Ancaman yang Tak Main-Main13 Bab 13 Merencanakan Penculikan14 Bab 14 Kau Hanya Belum Berpengalaman15 Bab 15 Rencana Buruk16 Bab 16 Aku Tidak Suka Kau Terluka!17 Bab 17 Adanya Jebakan18 Bab 18 Diculik19 Bab 19 Kecurigaan yang Aneh20 Bab 20 Aku Tidak Mau Menjadi Pelacur!21 Bab 21 Mulai Mendapatkan Informasi22 Bab 22 Penyelamat yang Datang Tepat Waktu