icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Senja Berkawan Derita

Bab 3 Peluk Sebentar Saja

Jumlah Kata:1132    |    Dirilis Pada: 16/05/2025

ar oleh anak sulungnya, Bu Patmi memaksa Senja untuk berobat ke puskesmas. Anak

juga turun demamnya, kan sudah minum obat," rengek Sen

n kamu merengek, Pakde akan bawa kamu ke rumah sakit, bukan puskesmas. Mau?" A

a beberapa senti. Aldi justru menampilkan senyumnya k

anggil bidan dari

as pula ia berbaring di ranjang. Sementara sang Nenek menunggu di

elain demam?" Bidan itu b

u. Demam aja,

awaban Senja seketika berdi

h Bu Patmi. "Senja ini sangat keras kepala seperti Ibunya. Dia sangat susah untuk diberi tahu, kemarin seharia

a di periksakan biar cepat sehat lagi. Lihat, tuh! Nenek kh

perasaan siapa. Di satu sisi ia tak mau membuat Neneknya khawatir dan tak mau merepotkannya. Tapi di sisi lain Ibunya merasa bahagia dan tak mara

surat rujukan untuk Ibu bawa ke rumah sakit, ya. Kalau memang benar dugaan saya, Senja bisa sa

lemah. "Bisa sembuh, k

s dibawa ke rumah sakit biar

kit, Nenek," rengek Senja

ampai sakit dan Nenek meninggal karena kelelahan ngurusin kamu. Mau

rumah sakit. Tapi, kan, di rumah sakit mahal, N

dan nurut sama Nenek!" Bu

nja ke rumah sakit. Beliau merasa lebih cepat lebih baik. Tak

*

Manda berteriak-teriak seraya terus mencari jam tan

un tanpa bantuan sang anak. Semua keperluannya Senja yang menyi

ahu di mana berang-barang itu disimpan. Manda selalu menganggap anaknya sebagai asisten ru

rja. Mulai dari jam tangan, tas, sepatu. Selain itu kamu harus rawat barang-barang aku, jangan sampai ada debu. Kamu juga kerjakan pekerjaan yang lain, kamu tahu? Aku haru

n ataupun memberitahu Manda kala itu. Karena dia selalu memberikan ancaman pada Ibu dan Kakaknya bahwa jika mer

nta. Boleh aku minta sesuatu, Bu? Sekali saja pe

g kamu aja nggak

lakukan biar aku m

ran kamu itu nggak aku inginkan, gara-gara

cari jam tangannya. Ia membuang semua barang yang di depannya. Barang

ni berantakan?" tanya Aldi yang pulang untuk mengam

nganku. Aku nggak tahu di mana dia simpan. Sepagi ini kenapa di

a, jangan siksa dia. Kamu tuh nggak bisa melakukan apa pun tanpa Senja. Bahka

h dia, aku butu

dia! Senja lagi dirawat di rumah sakit karena tipes. Itu artinya, kamu harus urus diri kamu sendiri. Nggak usah dikit-dikit teriak Senja. Kamu nggak malu apa sama diri kamu sendiri? Kamu bilang

di katakan oleh kakaknya. Namun, di detik b

s ingatkan aku pada anak s

aki yang menghamili kamu dan hilang begitu saja tanpa jejak. Kam

ingat malam itu. Malam di mana semuanya direnggut darinya. Nafasnya m

a... dia yang menghancurkan masa depanku." Trauma Man

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Senja Berkawan Derita
Senja Berkawan Derita
“Senja Kumala, anak kecil malang yang lahir dari seorang wanita yang tak menginginkannya. Ia lahir karena hasil pemerkosaan. Ibunya sangat benci dirinya, ia kerap mendapatkan siksa lahir batin. Bahkan hingga ia dewasa dan menikah, penderitaan Senja belum berakhir. Wanita malang itu hanya dijadikan istri kedua dan mesin pembuat anak untuk sang suami. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan sosok pria yang masuk ke dalam lembah hitam. Sosok pria yang tidak percaya dengan adanya cinta dan kasih sayang. Namun semua berubah ketika pria itu kenal dekat dengan Senja. Hingga lambat laun benih-benih cinta itu hadir dihati mereka. Namun, lagi-lagi ada sebuah kenyataan besar yang menampar mereka. Kenyataan apakah itu? Mampukah mereka bersatu dengan kenyataan yang sebenarnya menghancurkan keduanya?”
1 Bab 1 Malam Kelam2 Bab 2 Menginginkan Kematian3 Bab 3 Peluk Sebentar Saja4 Bab 4 Aku Lahir Untuk Siapa 5 Bab 5 Buku6 Bab 6 Dewasa Sebelum Waktunya7 Bab 7 Mimpi Berulang Kali8 Bab 8 Amarah Dalam Hati9 Bab 9 Cover Tak Selalu Sama dengan Isinya10 Bab 10 Aku adalah Luka11 Bab 11 Kekasih Senja12 Bab 12 Melamar13 Bab 13 Topeng Manusia14 Bab 14 Keputusan Besar15 Bab 15 Keberanian Senja16 Bab 16 Masa Lalu17 Bab 17 Berpisah Sementara18 Bab 18 Rumah Baru19 Bab 19 Marah20 Bab 20 Suasana Baru21 Bab 21 Renungan22 Bab 22 Sisa Rasa23 Bab 23 Tertangkap24 Bab 24 Kehidupan dan Keinginan25 Bab 25 Titik Terang26 Bab 26 Terungkapnya Masa Lalu27 Bab 27 Sesal yang Dalam28 Bab 28 Akhirnya29 Bab 29 Janji Akmal