yang semakin mendalam. Meskipun dia berusaha keras untuk mengabaikannya, kenyataannya tidak bisa disangkal. Hubungannya dengan Leonel bukan lagi sekadar
sa lambat. Matahari yang menyinari kamarnya tidak dapat mengusir bayang-bayang yang terus mengikuti. Nayara tahu,
sa lebih sunyi dari biasanya. Rania sudah duduk di meja, menatap ponselnya dengan tatapa
ng tak bisa disangkal. "Ada sesuatu yang beruba
enjaga ketenangannya. "Mungkin hanya karena aku le
agi. Wanita itu hanya melanjutkan makannya, seolah mempercayakan segalanya pada waktu yang akan memberi jawaban. Namun, Na
. Entah itu melalui pertemuan bisnis yang memaksanya berada satu ruangan dengan pria itu, atau sebuah pertemuan tak terduga di restoran. Se
undangnya untuk berbicara. Tanpa memikirkan lebih jauh, Nayara berjalan menuju ruang tamu re
nya Leonel, suaranya tenang
ah daya tarik yang membuatnya hampir terperangkap dalam pesona itu. "Untuk apa, Leone
enuh percaya diri. "Aku tidak akan menunggu lebih lama. Kamu tahu a
menjadi bagian hidupnya selama bertahun-tahun, dan terjebak dalam godaan dari lelaki yang penuh misteri ini. Pe
nya. "Aku tahu kita berada di sisi yang berbeda, Nayara. Tapi aku tida
a lebih dalam lagi. "Jangan biarkan diri kamu terseret leb
gelangan tangannya dengan lembut. "Aku tidak takut,
n atau kata-kata. Nayara bisa merasakan beban emosi yang begitu kuat dalam diri Leonel, sebuah ketegu
ya. "Aku tahu kamu takut. Takut akan apa yang akan terjadi jika kita terus berjalan di jalan ini. Tapi percayalah, ini buk
a tidak bisa membiarkan dirinya terperangkap dalam permainan yang lebih besar dari dirinya sendiri. A
ebuah bisikan. "Aku... aku tidak tahu apakah aku bisa
lum Nayara mengatakannya. Namun, sebelum dia bisa men
l, Nay
ng penuh dengan pertanyaan dan rasa takut yang tak bisa dia sembunyikan. Suasa
ara. "Apa yang sedang terjadi di sini?" tanya Rania, suara wanita
edalaman yang penuh arti. "Rania, kamu sudah tahu, bukan? Ini lebih dari sekadar
el. Kalian semua salah. Ini bukan hanya tentang apa yang kamu inginkan. Ini tentang keluarga kita,
Dia memandang Nayara dengan pandangan yang penuh ketegas
diri di sana, seperti seorang wanita yang terluka, dan Nayara terj
ara kini beru
/0/23807/coverbig.jpg?v=17d4007b3cb3940dfcc99af9d009ba84&imageMogr2/format/webp)