icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

SAUDADE

Bab 4 4. SEPORSI BAKSO UNTUK RINDU

Jumlah Kata:1040    |    Dirilis Pada: 23/10/2021

ulan b

ni Rindu dan Albani d

k juga membuahkan hasil padahal s

aya sewa kontrakan yan

ar-benar k

kerjaan, berbekal ijazah SMA

kota metropolitan. Jika tidak kuat-kuat iman, banyak orang yang pada akhirnya me

all-mall di selatan Jakarta, Albani memutuskan untuk beristirahat di trotoar pe

di dalam dompetnya hanya

jauhan, Albani pun beranjak dari tepi tro

memutuskan

menunggu metromini, ketika tiba-t

e call

gsung meng

a Rindu terdengar di seberang. Dari nada bicaranya, Alban

pulang, sayang

s. Mau beli uangnya kurang. Kamu beli

rsalah. "Iya, nanti aku belikan lauk.

kuah bakso campur nasi hangat, hehehe," kek

o buat kamu. Udah dulu ya, a

ch," Rindu memberikan kecupan jara

elepon itu

, namun Albani

bar uang sepuluh

sudah jelas dia tidak bisa

kaki menempuh perjalanan untuk

orsi bakso

*

sudah

suami belum

idak bi

trakannya sambil terus mencoba menghubungi Albani. Kekhawatirannya semak

emana

hati

tangkap indra penglihatannya berjalan gonta

t, Rindu langsung mencecarn

? Aku teleponin nggak di angkat! Aku sms ngg

mencoba menyembunyikan

rpaksa berbohong. "Nih baksonya, makan gih. Kamu pasti udah laper?" dia

meski wajahnya m

ilang tuh," goda Albani seraya mencu

sudah bisa menebak apa jawaban Albani. Suaminy

el

amu udah makan?" tanyanya keti

membalas tatapan Rindu. D

tanya Rindu seolah tahu

embali t

andi dulu," Albani beranjak ke da

ekor langk

ucap Rindu setelah meng

segar usai mandi, dilihatnya Rindu duduk di atas

anya Albani yang memposisika

g menuangkan kuah bakso beserta baksonya ke

a Rindu samb

engan tatapan yang tak le

lit, entah kenapa Albani tak mampu menahan bendu

itu m

kenapa?" tanya

iring nasi di tangan Rindu ke lantai dan

u aku belum bisa membahagiakan kamu," ucap Albani deng

kaca-kaca namun dia berusaha untuk tidak menangis.

bisa hidup sama kamu. Ketemu kamu setiap hari. Bisa denger kamu ngorok setiap malem. Bisa mijitin ka

u mendengar c

a kembali meraih Rind

as pelukan i

ters

n senyaman pel

menghabiskan satu

uat Rindu terpancing untuk

alam kamar kontrakan kedu

Rindu membuat

ulah sebabnya malam ini dia

iew," ucap Rindu menyampaikan sesuat

k bekerja, hitung-hitung

dan sang istri yang masih polos. Mereka baru saja selesai dengan aktif

elamar kerja?

ang lalu, l

i ter

a dia kur

yang menginginkan Alba

a di mana?"

sar Baru. Per

ku antar. Sekaran

. Dia mengecup sekilas pipi Albani sebe

ak merasakan sedikit pun hawa ding

ta dengan derasnya, seolah menja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
SAUDADE
SAUDADE
“Di saat semesta berkonspirasi. Fahri dan Albani, sama-sama seorang suami yang sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit dikarenakan sang istri hendak melahirkan. Di tengah perjalanan, keduanya terlibat dalam sebuah kecelakaan hingga menyebabkan salah satu di antara mereka meninggal di lokasi kejadian. "To-tolong Rindu, istri saya mau melahirkan... dia sendirian di rumah sakit BERSALIN..." itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Albani pada Fahri sebelum lelaki itu meninggal. "Saya berjanji, saya akan bertanggung jawab," balas Fahri dalam keadaan panik. Kebetulan, rumah sakit BERSALIN adalah tempat yang sama di mana istri Fahri yang saat itu juga hendak melahirkan. Setelah jasad Albani dibawa oleh mobil jenazah, Fahri meminta izin terlebih dahulu pada petugas kepolisian yang hendak membawanya ke kantor polisi agar diizinkan mendatangi istrinya yang hendak melahirkan di Rumah Sakit Bersalin. Naasnya, belum sempat Fahri sampai di tempat yang dituju, lelaki itu justru mendapat sebuah kabar dari rumah sakit bahwa sang istri meninggal dunia beberapa detik setelah berhasil melahirkan anaknya. Detik itu juga, kisah cinta antara Fahri dan Rindu dimulai.”