icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Takdir Memaksa Mereka Bersatu

Bab 5 meninggalkan meja makan

Jumlah Kata:925    |    Dirilis Pada: 27/03/2025

eja makan, berusaha untuk menghindari kontak mata dengan Raiden. Ada ketegangan yang terpendam di antara mereka, lebih dalam dari sekadar pernikahan yang terpaksa. Elara tahu bahwa di balik

mandangan kota yang tampak tenang di luar sana, sementara pikirannya berkecamuk. "Aku tahu bahwa kita akan saling men

un dipaksa oleh keadaan, tidak bisa hanya dilihat sebagai ikatan formal semata. Ini lebih dari itu. Ada permainan kekuas

an sedikit ketegangan, memandang Rai

s kita, semuanya sudah terlalu rumit untuk dipisahkan lagi. Jika kita tidak bekerja sama, ki

-tapi hatinya meronta. Di antara kata-kata itu, di balik semua strategi, ada keinginan yang lebih dalam

pernikahan ini," lanjut Raiden dengan suara rendah da

terucap. "Aku tahu, Raiden. Aku mengerti. Tapi ada

dan tekanan, melihat Elara yang penuh dengan perasaan terluka membuatnya merasa sedikit terhimpit. "Kita semua t

dar. Seorang pelayan berdiri di ambang pintu, membawa sebuah amplop besar dengan s

enerima amplop tersebut dengan tangan yang terlihat lebih kaku dari biasanya. Tanpa membuan

njadi lebih serius. "Tampaknya ada pihak ketiga yang m

t. "Siapa mereka?" tanyanya, suaranya pe

ng sebelumnya tidak kita perhitungkan. Mereka tahu tentang pernikahan ini dan me

gnya. "Mereka akan menc

kita, memanfaatkan setiap keraguan yang ada. Mereka tahu bahwa pernikahan kita masih baru da

an. Elara merasakan perasaan yang serupa menggelora dalam dirinya. Inilah dunia yang mereka jalani se

h berbicara pada dirinya sendiri. "Tidak ada waktu lagi. Kita harus membua

an situasi ini menekan dirinya dengan keras. "Apa yang harus

emperlihatkan kepada mereka bahwa kita tidak mudah dipermainkan. Kit

bahwa keputusan mereka hari ini akan menentukan segalanya-dan mungkin, m

g tidak mereka kenal, meskipun sebagian besar adalah wajah-wajah yang biasa muncul di dunia bisn

a tahu bahwa dia hanyalah sebuah pion dalam permainan ini, tetapi semakin dia menyaksikan pertemuan ini,

ini untuk menunjukkan bahwa keluarga Valen tidak akan menyerah begitu saja. Tidak ada yang bisa meru

tmosfer yang berubah dengan cepat, seperti sebuah badai yang sedang menghampiri. Semua m

mereka sudah berada di dalamnya, terperangkap dalam lingkaran yang t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Takdir Memaksa Mereka Bersatu
Takdir Memaksa Mereka Bersatu
“Berawal dari sebuah kesalahpahaman, Raiden harus menikahi Elara demi menjaga reputasi rumah sakit serta kehormatan keluarga Valen. Raiden Valen, pria dengan wajah tampan yang dihiasi sikap dingin dan tajam, dikenal sebagai sosok yang tegas, kejam, dan tidak kenal ampun. Dalam hidupnya, Raiden tidak pernah tahu apa itu cinta, kecuali saat ia bertemu dengan seorang gadis di masa sekolah menengah. Namun, kisah cintanya hancur begitu saja karena pengkhianatan sahabatnya. Segalanya berubah ketika sebuah pernikahan yang dipaksakan datang tanpa diduga. Elara Maylen, seorang gadis dengan sifat yang liar dan tak terkendali, berhasil membuat hidup Raiden berantakan. Keberaniannya, kekacauan yang ia bawa, dan ketidakpastiannya menjadi sumber ketegangan yang tak ada habisnya. Raiden, yang selalu menghindari kekacauan, justru terjebak dalam permainan yang sangat berbahaya, di mana perasaan dan keputusan-keputusan besar saling bertabrakan.”
1 Bab 1 metropolitan yang sibuk2 Bab 2 dipaksakan oleh kewajiban3 Bab 3 keduanya berusaha4 Bab 4 tampak berbicara5 Bab 5 meninggalkan meja makan6 Bab 6 terasa berbeda7 Bab 7 ada jarak8 Bab 8 antara dirinya dan Raiden9 Bab 9 ekspresi yang sulit diartikan10 Bab 10 tak bisa dibatalkan11 Bab 11 kebingungannya12 Bab 12 terus bergejolak13 Bab 13 sebuah gedung tua14 Bab 14 Dia bukan putri dari keluarga15 Bab 15 Elara kembali ke rumah Javier16 Bab 16 katanya masih menggantung17 Bab 17 Jangan menangis18 Bab 18 Ruangan terasa semakin kecil19 Bab 19 alamat di atasnya20 Bab 20 seperti racun21 Bab 21 sejak awal22 Bab 22 tidak ada undangan23 Bab 23 perasaan yang sulit24 Bab 24 Malam pertama25 Bab 25 mendapati Raiden26 Bab 26 mempersiapkan diri27 Bab 27 kemungkinan yang belum terpecahkan28 Bab 28 menuju ruangan29 Bab 29 antara rasa takut30 Bab 30 pertemuannya31 Bab 31 menyaksikan