icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Not Seen

Bab 5 Butik

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 27/03/2025

ini aku ada rapat di luar kot

di. Tapi setidaknya, bisakah kamu

tu t

a, dia tidak tahu lo

gurus perpindahannya, jadi mengapa aku har

n seolah-olah kau hendak menyayanginya. Namun

an tanpa menatap Naura, berlalu begitu sa

." Erdana hanya bisa

ikahan kami. Papa juga tahu bahwa pernikahan ini tidak didasari den

jangan berpikir kamu

." Sekilas Naura kaget m

lesai? Mari kita b

ah,

lam mobil untuk menu

fasilitas yang ada di kampus barunya

Papa belikan ponsel, di dalamnya sudah ada nomor papa, Ervan, dan beberapa pelayan di rumah termas

-repot sampai belikan saya pon

menemanimu, jadi saya

ia juga berpikir bahwa sekarang kehidupann

menunggu dosen tiba, ia me

elainkan kartu ATM dengan namanya

i

k ke ponse

a

kuliah pak supir akan mengantarmu ke butik. Belilah semua barang-barang

san, air matanya tanpa s

i

ru dan bahagia mendapatkan perhatian dari papa mertua dan suaminy

annya Ervan takut pada Erdana, melainkan karena i

eninggalkannya sebelum ia bisa memberikan permintaan terakhir kalinya yaitu

kan, itu sudah cukup, sama halnya dengan ketika Ervan mengurus perpindahan kampus Na

dak begitu muda

g apa yang harus dibeli karena selerasanya sederhana be

dapatkan telepon dari seseora

ra, salah satu pelayan di butik in

juga mengikuti arahan Lora. Sekarang ia tidak begitu

dia ada di sini?" bisik seseorang

Jadi maaf kami tidak

melihatnya, usi

ya kami tidak bisa, t

ngkuh nan elegan itu kecewa karena pelayan tidak men

ng lelaki berbadan tinggi besar, pa

hat logo dari jas sang lelak

?" tanya perempuan paruh ba

kutahu

di jas laki-laki itu," tunjuk

...? Dia ke sini

belum tahu,

kan sangat luas, bisa saja mereka mengantar saudarinya." Anaknya berk

uk lagi

iapa-siapa, Mom. Bukankah

itu. cepat masuk." Mommy tersebut menyuruh paksa anaknya u

iapa-siapa selain Naura ya

beli banyak barang di sini?" bisik Laure

antunya, Mom," sangka

aura sudah masuk ke dalam mobil dengan bara

lah melaju berbarengan dengan

temu," kesal Lauren karena ti

juga sudah bera

, kenapa kamu

Audy

ni. Ayo kita

. Ia merasa kehidupan sebelumnya dan sekarang sangat berbeda

ah mandi kemudian pergi ke dapur

ali," uca

tas. Namun ketika hendak n

nya Muda

aya hanya ingi

a itu p

saja. Karena Tuan Besar sudah menyimpan sem

Naura naik lagi, tapi baru saj

n masak ma

an mengizinkannya, karena kami memilik

ak melihatnya k

asak saja. Mungkin pukul

Naura tanpa ragu naik lagi ke

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Not Seen
Not Seen
“Seorang perempuan yang terpaksa menikah dengan lelaki yang diselamatkannya. Ibu dari perempuan ini tak menginginkannya lagi. Sengaja memaksa lelaki itu untuk membawa pergi anak perempuannya. Walau hanya memiliki 1 anak perempuan, tapi sang ibu tidak memperlakukannya sebagai anak kesayangan, malah menjadikannya seperti anak tiri yang ditinggal mati oleh ayah kandungnya dengan utang yang banyak. Padahal ayahnya masih hidup. Sang lelaki merasa berhutang budi, maka dari itu ia menikahinya dan membawa perempuan malang tersebut ke kota, tempat tinggalnya. Namun tak ada yang tahu, bagaimana pedihnya tinggal di kota bersama keluarga baru. Perempuan tersebut tidak mengetahui kehidupan seperti apa yang menunggunya. Rumahnya yang di desa bak neraka sebelum mati. Setelah dibawa pergi dari sana pun, alih-alih bahagia, ia malah harus menerima dinginnya hidup seorang diri tanpa ada yang menginginkannya.”
1 Bab 1 01. Acuh Sekali2 Bab 2 02. Makanan Enak3 Bab 3 03. KUA4 Bab 4 04. Pocicah5 Bab 5 Butik6 Bab 6 Senyum Tersembunyi7 Bab 7 Paksaan Cantik8 Bab 8 Kertas Wajit9 Bab 9 Menunggu Janji10 Bab 10 Grup Karyawan Only11 Bab 11 Wanita Pengganggu12 Bab 12 5 Ember KFC13 Bab 13 Percakapan Antar Ipar14 Bab 14 Lagi-Lagi Tomi15 Bab 15 Kecelakaan16 Bab 16 Tak Kuasa Aku17 Bab 17 Musuh Jadi Teman18 Bab 18 Naura Kembali19 Bab 19 Kekesalan20 Bab 20 Cucu21 Bab 21 Di Balik Pertolongan22 Bab 22 Tiba-Tiba Saja23 Bab 23 Gak Ada Otak24 Bab 24 Air Aki25 Bab 25 Asisten Yang Iri26 Bab 26 Salah Puber27 Bab 27 Pangeranku28 Bab 28 Tangan Ervan29 Bab 29 Kalung Warisa30 Bab 30 Ketahuan31 Bab 31 Paket Menyebalkan32 Bab 32 Segepok Uang33 Bab 33 Dinas Luar Negeri34 Bab 34 Acara Makan Kantor35 Bab 35 Mukamu Matang36 Bab 36 Mulai Panas37 Bab 37 Dia Marah38 Bab 38 Papa Mulai Kritis39 Bab 39 Pelajaran Pertama40 Bab 40 Tak Fokus41 Bab 41 Awkward42 Bab 42 Over Thinking43 Bab 43 Saran Papa44 Bab 44 Surat Cerai45 Bab 45 Ketahuan46 Bab 46 Tuan Putriku