icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Bab 3 3. Apa Salahku Pada Mereka

Jumlah Kata:1167    |    Dirilis Pada: 19/03/2025

Aku tidak bisa lagi melih

ngan seke

ng berdiri dengan ekspresi kosong. Kedua orang tua Mariana pun

ta bisa membicarakan ini. Tolong jangan bu

p lurus ke arah pria yang telah mengkhianatin

tenang, tetapi di baliknya ada luka yang begit

gangkat tangan untuk menghentikannya. Tatapan tajam p

Mariana butuh waktu," katanya tegas. "Jika kamu benar-be

mukan kata-kata yang tepat. Napasnya bergetar, dan untuk

menuju kamarnya dengan kepala tegak. Air matanya masih meng

atung di tengah ruangan. Napasnya masih tersengal,

ia melangkah menuju ranjang, lututnya mendadak lemas. Mariana jatuh terduduk

unggu jawaban, ibunya kembali masuk. Wanita paruh baya itu menutup pint

n, tetapi juga ketegasan seorang ibu yang ingin memahami putrinya.

kembali dikejutkan dengan keputusan Mariana yang i

. Pandangannya kos

u yang singkat tadi, tapi ibu tahu ada sesuatu yang nggak kamu katakan." Jemarinya terulur menggenggam

jawaban hingga

uara. Nada suaranya pelan,

u?" Hanya itu satu-satunya alasan yang bisa

n ia menutup matanya rapat-rapat. Mariana ingin mengh

Mariana. Bibirnya sedikit terbuka, te

engiyakan, ia sudah tahu jawaban. Jemarinya semakin erat menggenggam tangan

h," bisik ibunya lagi, suara

hancur, Mariana

dah cukup untuk me

, mencoba menenangkan diriny

engan Bia," suara M

eluar, ruangan

aya dengan apa yang baru saja didengarnya. Bibirnya sedi

ibunya hampir be

dengan susah payah,

. Wajahnya seketika pucat dan tangannya yang

, dan ia menggeleng tak percaya. "Nggak mung

erasa kering. Ia menatap ibunya, berharap wan

capkan kalimat yang me

eka tidur bersama

dengan kedua tangan

ksi lebih jauh, Mariana melanjut

elum aku kehil

ni

edip. Tidak bernapas. Seolah kalimat itu

enar dipenuhi air mata. Tangannya langsung menutup mulu

... Ya Tu

gnya itu ke dalam pelukan yang erat. Tangannya bergetar saat membelai ram

lengan ibunya, seperti anak kecil yang mencari perlindungan dari mi

ya, Bu. Bayiku, pernik

at. "Tidak, Sayang. Kamu masih punya ibu

tahu, saat ini, pelukan ibunya adalah satu-sat

" lirih Mariana disertai i

an lembut, membiarkan putrinya menang

Sayang ..

a, tubuhnya bergetar hebat, dan napasnya ters

ndat, Mariana berbisik di antara t

perti diremas kuat saat mende

lengan ibunya lebih erat, suaranya dipenuhi kepedihan yang beg

gisnya pecah

putrinya adalah lukanya juga. Ia ingin memberikan jawaban, ingin menenangkan, tapi b

n apa pun, Sayang." Jemarinya mengusap lembut rambut Mariana, mencoba

reka melakukan ini padaku? Bara ... Bianca ...

apa orang memang buta oleh ego dan nafsu, Sayang. Mereka menyak

risak sema

pnya dengan kedua tangan. Ia menatap putri sulungnya itu lekat-lekat

k, Mariana. Kamu nggak bo

a dengan mata yang ma

angan biarkan mereka mengambil lebih dari ini," lanjut ib

api di dalam tatapan ibunya yang penuh cinta, ia mene

mata di pipi Mariana

it bergetar, tetapi tetap lembut. "Dan Ibu ja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku
“Mariana kehilangan segalanya dalam sekejap. Suaminya berselingkuh dengan saudara kandungnya sendiri. Bayi yang sangat dinantikannya meninggal dunia. Dan Bella, sahabat baiknya, pergi untuk selamanya setelah melahirkan. Di tengah duka yang belum usai, suami Bella yang sekaligus atasannya datang dengan sebuah tawaran mengejutkan. "Kamu sahabatnya, dan kamu juga baru kehilangan anakmu. Aku tahu ini sulit, tapi bayi ini membutuhkanmu. Hanya kamu satu-satunya yang bisa kupercaya." Mariana tidak tahu apakah itu jalan keluar atau justru awal dari kehancuran baru. Apa yang awalnya hanya tentang mengisi kekosongan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Kehangatan yang tidak seharusnya ada, tatapan yang bertahan terlalu lama, dan perasaan yang terus tumbuh di tempat yang salah. Tapi bisakah cinta bertahan jika sejak awal ia hadir dalam situasi yang begitu keliru?”