icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dijebak Dipelaminan

Bab 2 Adeline tak tahu bagaimana dia bisa berdiri di sini

Jumlah Kata:517    |    Dirilis Pada: 19/03/2025

berdiri di sini. Semua terasa sepe

i pergelangan tangannya. Tak ada bulan madu, tak ada pelukan hangat atau kecupan mesra di dahi seperti yang didapat pengantin lai

mah baru mereka-bukan, bukan rumah mereka, tapi rumah Alaric. Tempat di mana

ngar tajam, memecah keheningan di dalam mobil. "A

. Mata tajam Alaric menatap lurus ke depan, w

h meminta pernikahan

menilai setiap kata yang keluar dari mul

gi mereka berdua? Adeline mengepalkan tangannya di atas

engagumi keindahan interior modern yang mahal itu. Dia terlalu sibuk menahan detak jantungnya yang berdeb

aric tanpa menoleh. "Kau bisa memilih

a, rahangnya mengeras. "Aku

uh sindiran. "Belas kasihan?" Dia tertawa rendah. "Jangan salah paham. Aku

seharusnya. Adeline mendongak, menolak untuk m

engan pria yang menganggap dirinya terlalu b

natap dalam diam, seakan saling mengukur seberapa da

sinis. "Bagus. Kalau begi

t tangannya di

tidak menyentuh hidupku, dan aku tidak akan menyentuh hidupmu. Kau bisa tinggal di sin

tapnya tajam

ndah. "Jangan pernah berpikir kau punya hak atas apa pun dariku. Buka

ngkat dagunya, menatap pria itu tepat di matanya. "Percayalah, Ala

an. "Selamat datang di rumahmu, Nyonya Mahe

ne berdiri di tengah ruangan, sendirian, dengan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dijebak Dipelaminan
Dijebak Dipelaminan
“Ketika datang sebagai tamu, Adeline Vyantara tidak pernah membayangkan bahwa dia akan pulang sebagai pengantin. Di tengah pesta mewah penuh intrik keluarga, dia menjadi korban terakhir dari sebuah permainan kekuasaan yang melibatkan seorang pria yang bahkan tidak menginginkannya. Sebagai pewaris muda yang sedang naik daun, Alaric Mahendra merasa dijebak oleh keluarganya. Pernikahan ini bukan bagian dari rencananya-terlebih lagi, pengantin wanita yang berdiri di hadapannya hanyalah pengganti dari seseorang yang seharusnya berdiri di sana. Dengan amarah yang membara, dia berniat membatalkan segalanya-sampai Adeline melangkah maju, mengambil tempatnya di pelaminan, menyelamatkan harga diri keluarga Alaric, meski dengan hati yang hancur. Terperangkap dalam ikatan yang tidak mereka inginkan, Adeline menolak menjadi istri seutuhnya. Hidup di bawah satu atap dengan aturan ketat yang mereka ciptakan sendiri, keduanya saling menantang, saling menyakiti, dan semakin terjebak dalam badai emosi yang mereka ciptakan sendiri. Namun, semakin mereka menolak, semakin batas kebencian dan ketertarikan menjadi kabur. Ketika rahasia masa lalu mulai terkuak, dan perasaan yang tidak diundang mulai tumbuh, mereka dihadapkan pada pilihan-bertahan dalam kebencian atau menyerah pada sesuatu yang jauh lebih berbahaya: cinta yang tidak pernah mereka rencanakan.”