icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Poison, I'll Kill My Husband

Bab 5 Mobil Hitam

Jumlah Kata:1611    |    Dirilis Pada: 18/03/2025

masih merasakan kantuk yang menahan kelopak matanya untuk tetap terpejam. Begitu kesadarannya pulih, ia menyadari dirinya bers

ayar menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia harus segera bersiap untuk pergi ke kantor r

an...'

kamar. Beberapa benda di meja samping bahkan jatuh, memperjelas betapa liar malam yang mereka lalui. Alice menggigit bibir

amar mengingat kejadian semalam. Ia menggosok giginya, lalu masuk ke dalam shower, membiarkan air mengalir membas

it menyipit saat melihat tempat tidur yang berantakan. Alice tak lagi di sa

tot tubuhnya terlihat jelas saat ia bergerak merapikan seprai. Sambil menghela napas, ia mengambil bantal-bantal yang

tai di punggungnya, butiran air menetes dari ujung helaiannya. Ia mengangkat w

ipis sambil berjalan melewati Aaron menuj

," balasnya. Ia bersandar pada meja, memperhatikan Alice yang

ntu lemari. "Ya, aku ada perjalana

it. "Ke luar kota? Kau

f, aku lupa memberitahumu. Ini keputusan m

a berjalan ke arah meja rias, mengambil hairdryer, lal

ngkan rambutmu," ujarnya

k, lalu tersenyum kecil

nya, dengan sabar mengeringkan rambut Alice. Suara hairdryer mem

ron, sambil menyisir jemarinya di sela-

i, timku bilang disana salju turun lebih lebat....

alju turun lebih lebat?" ulang Aaron. "Pas

engar nada perhatian

mulai menyisir rambut Alice dengan lembut. Tangannya begitu hati-hati,

" katanya

"Aku bisa melakukanny

ahu. "Aku suka mel

yang menunjukkan cintanya melalui tindakan. Bukan hanya le

rapan. Rosti dan... kau mau kopi

enak, lalu menjawa

lan menuju dapur sementara A

h dulu," ujar Alice

eperti ini bukan?" tany

uk sempurnya, serta lengannya yang kekar. S

an menggodaku, aku harus kerja, kau

aiklah, aku akan b

i memakainya sambil berjalan ke kamar mandi u

pkan sebelumnya, lalu memasaknya dengan mentega hingga keemasan. Aroma khas Rosti memenuhi udara. Sementara itu, ia juga

erpakaian rapi dengan mantel hangat. Ia berjalan ke dapu

m sekali," kata

cangkir dan menyodorkannya pada Alice.

m menyeruputnya pelan. Hangatnya meresap ke dalam tubuhnya,

n istrinya dengan penuh ketenangan. "Jan

angguk. "A

familiar. Seakan-akan tak ada rahasia di antara mereka. Sea

nya, Alice tahu bahwa sem

tenang. Jika pria ini tahu alasan sebenarnya ia berada di

ahan. Pikirannya mulai dipenuhi oleh h

da di hadapannya... adalah seseo

.

turun perlahan, menciptakan suasana tenang namun menusuk dengan dinginnya yang menggigit. Aaron berkendara dengan hati-hat

opnya sejak mereka berangkat. "Kau harus berhati-hati. Jangan pergi sendirian, tetap bers

tanpa mengalihkan pandanga

. Hawa di dalam mobil terasa hangat, sementara di luar sana benar-benar terlihat dingin dan

memperlambat mobilnya, lalu menepi ke sisi jalan sebelum akh

ita sudah sam

angnya sebelum membuka pintu. "Baiklah. Aku akan masu

nanti aku jemput. Aku juga

ia membukakan pintu untuk Alice, melindunginya dari angin dingin yang berembus cukup kenc

h mantelnya sendiri lebih rapat, matan

rsenyum kecil. "Kau

gan kecil sebelum menghilang ke dalam. Aaron tetap berdiri di sana, memperhati

kan pedal gas, matanya menang

mobil

nda-tanda aktivitas di dalamnya. Aaron mulai waspada. Ia mencoba mengabaikannya, mulai melajukan mobilnya de

n rahangnya, matanya melirik spion berula

pat lajunya sedikit. Mobil di belakan

gumamn

pagi hari cukup ramai di pusat kota, tapi di beberapa area pinggiran, ja

etulan, mobil itu seharusnya sudah berbelok ke arah lain. Tapi tida

ce? Apakah ketua sudah meng

t. Ia mempercepat mobilnya, mencoba mengambil jalur alternatif melewati jalan k

inan, ayo kita lihat siap

enurunkan gigi mobil dan meningkatkan kecepatan. Ban berdecit ringan di permuka

i kesulitan mengikuti jalurnya. Aaron menyeringai ti

ati orang di pagi hari. Begitu mobil hitam itu masuk ke jalur yang lebih semp

truk besar yang sedang terparkir, m

aju lurus melewatin

rnya menyalakan mesin kembali dan keluar dari persembunyian. Ia melajuka

ia tahu satu hal, bahaya mulai men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Poison, I'll Kill My Husband
Poison, I'll Kill My Husband
“Aaron, seorang mantan pembunuh bayaran berusia 30 tahun, telah meninggalkan masa lalunya yang kelam demi hidup baru bersama Alice, wanita yang ia nikahi setahun lalu. Bagi Aaron, Alice adalah pusat dunianya, sumber kebahagiaan yang ia lindungi dengan sepenuh hati. Namun, di balik senyumnya yang manis, Alice menyimpan rahasia besar. gadis berusia 25 tahun, ia sebenarnya adalah agen rahasia yang ditugaskan untuk menyusup ke dalam kehidupan Aaron. Tujuannya adalah mengungkap kebenaran di balik kematian orang tuanya, yang diduga dibunuh oleh Aaron atas perintah Greenice Group, organisasi kriminal tempat Aaron pernah bernaung. Saat Alice semakin dalam menyelidiki, ia memanfaatkan kelemahan terbesar Aaron: cintanya yang tulus padanya. Namun, seiring berjalannya waktu, Alice mulai merasakan konflik batin yang hebat. Ia dihadapkan pada dilema antara menyelesaikan misinya atau mengikuti perasaan simpatinya terhadap Aaron, pria dingin yang selalu bersikap manis padanya. Ketika ancaman dari Greenice Group semakin mendekat, batas antara cinta dan pengkhianatan menjadi semakin kabur. Alice harus memutuskan apakah ia akan mengungkap identitas aslinya dan menghadapi konsekuensinya, atau terus hidup dalam kebohongan yang semakin menyiksa. Dalam permainan berbahaya ini, siapa yang sebenarnya menjadi korban? Dan apakah cinta sejati dapat tumbuh di atas pondasi kebohongan dan dendam? kisah tentang cinta, pengkhianatan, dan pencarian jati diri di tengah intrik dunia kriminal yang gelap.”
1 Bab 1 Fokus Pada Misi2 Bab 2 Menemukanmu3 Bab 3 Markas one4 Bab 4 Kau Milikku5 Bab 5 Mobil Hitam6 Bab 6 Pastikan Kau Tahu Siapa Lawanmu7 Bab 7 Kebohongan8 Bab 8 Ciuman yang Memabukkan9 Bab 9 Bertemu Alice10 Bab 10 Namaku Jessi11 Bab 11 Perjalanan Menuju Zermatt12 Bab 12 Prost13 Bab 13 Mata-mata14 Bab 14 Kejutan Hari Jadi Pernikahan15 Bab 15 Pilihan Sulit16 Bab 16 Kosong