icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kontrak Pewaris Lima Miliyar

Bab 4 Ibu dari calon pewaris Adipradana

Jumlah Kata:496    |    Dirilis Pada: 26/02/2025

n ukiran indah. Sudah hampir tiga bulan sejak ia menandatangani kontrak itu, sejak hidu

snya, ia bisa tetap menjaga jarak sep

a mulai menol

begitu bayi ini lahir, segalanya akan berakhir. Kontrak akan selesai, dan ia

n liar, suara ketukan di

ra terdengar dalam dan

pria itu datang mencarinya tanpa alasan jelas

h dengan setelan rapi seperti

h," katan

rutkan kenin

berjalan, seolah mengharapkan Kirana mengikutinya tanpa bert

tu biasanya menghabiskan waktu berjam-jam mengurus bisnisn

susun rapi. Narendra berdiri di sisi meja, tangannya di

ucapnya, suaranya sedikit

os. "Apa... ada sesua

jam namun tak lagi sedingin dul

an napas. "A

ya dengan intens. "Setelah bayi ini

terasa berh

pergi, tidak perlu berpisah dengan anaknya. Tapi ada se

di sini... sebagai

da datar, ia berkata, "Sebagai ib

erti ditusuk sesuatu yang tajam. Seharusnya, ia s

a sakit sekal

i tepi ranjangnya, mengusap

i apa yang terja

ita untuk melahirkan pewarisnya, lalu semuanya akan selesai.

memperh

anggu saat Kirana me

benci kenyataan bahwa ia mungkin ti

an ke arah jendela besar yang menghadap kota

tidak bol

adalah

irinya terikat. Tidak pada

nya, ada bagian dalam dirinya yang

ehilangan sesuatu yang s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kontrak Pewaris Lima Miliyar
Kontrak Pewaris Lima Miliyar
“Narendra Adipradana, seorang pria berusia 30 tahun yang kaya raya dan tak tersentuh oleh ikatan pernikahan, bersumpah bahwa cinta bukanlah bagian dari hidupnya. Namun, tekanan dari ayahnya, seorang konglomerat terpandang, membuatnya harus memiliki seorang pewaris demi menjaga kehormatan keluarga. Dengan hati dingin, ia memutuskan solusi paling sederhana: membeli keperawanan seorang gadis desa dengan harga lima miliar rupiah untuk mengandung anaknya. Kirana Maheswari, seorang gadis sederhana yang hidup dalam kesulitan, terpaksa menerima tawaran itu demi menyelamatkan keluarganya dari lilitan utang. Ia berpikir, ini hanya sebuah transaksi-sebuah perjanjian tanpa perasaan. Namun, seiring waktu, batasan antara mereka mulai kabur. Saat Kirana mengandung anaknya, Narendra mulai melihatnya bukan hanya sebagai alat untuk melahirkan pewarisnya, melainkan sebagai seseorang yang mengusik dinding pertahanan hatinya. Namun, bisakah cinta benar-benar tumbuh di antara mereka? Ataukah Kirana akan pergi setelah melahirkan anaknya, meninggalkan Narendra dengan kekosongan yang tak pernah ia duga?”