icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dinodai Calon Kakak Ipar

Bab 4 Terusir

Jumlah Kata:1209    |    Dirilis Pada: 22/02/2025

memberikannya padaku. Aku menunduk, berterima kasih sambil menundukkan kepala. Sa

p Mama Nia yang langsung menggenggam tanganku. Kebetu

n dengan Dika, wanita paruh baya itu memang memintaku memangg

au pergi jauh. Bisa-bisanya ban bocor tapi n

erah marun itu tak menjawab,

ah,

i gubuk reyot gini. Tahu gitu mending pergi besok aja. Kasian Sera sa

hat Papa Aldi dan Dika menatap ke arahku dengan ekspresi kha

k apa-apa

ke rumah saudara jauh Dika membuatku drop dan harus dirawat di rum

ung Dika. Kupikir itulah yang menjadi penyebab Mama Nia seringkali bersika

sama juga tertuju

ng ke sini buat batalin pernikahan anak kita.

kepala dalam-dalam, sama sekali tidak

imana ya? Saya n

ibu. Apa yang udah dia l

a menunjukkan gurat tidak suka seperti saat menegur Adrian dulu. Sekali suka pada se

rikan tatapan tidak mengerti yang justru semak

Bapak itu yang udah main gila sama ana

epalan tanganku di atas paha. Bahuku berguncang, me

mu. Nggak usah nangis, toh ka

enuturan Mama Nia barusan. Suka sama suka? Apa

anak baik-baik. N

k tinggi. "Tolong jangan sembaranga

kekecewaan terdengar jelas. Amplop coklat dibanting

ntas. Meski sepekan telah berlalu, aku belum bisa lupa saat Adrian m

dengan Adrian. Tubuh bagian bawah kami berdua tertutup selimut, tapi mereka jelas menilaik

sa menjelaskan apa pun. Dadak

ali untuk menyangkal prasangka yang kini memenuhi kepalanya.

aku nggak g

l

k sudi mendengar penjelasan yang susah payah ingin kuucapkan. Bahkan sebuah tamparan menda

benar kecewa. Saya pikir Sera gadis yang paling cocok buat anak s

." Aku mendekat ke arah Mama Nia dan Papa Al

atapku dengan penuh kebencian. "Mulai sekarang, kita nggak a

pan Dika! Sampai mati pun say

iba. Ayah masuk ke kamar dan tidak pernah keluar setelahnya. Ibu

di buah bibir semua tetangga. Mereka menatapku dengan jijik seolah a

wanita berjilbab lebar menunjuk tulisan di lantai masjid sambil menatapku tajam. "Batas

h mau bicara setelah kejadian itu. Dia satu-satunya yang tidak menghakimiku, bahkan

kamu itu memang nggak pantas masuk masjid. Hil

g yang mulai berkerumun di selasar masjid. Tanganku gemetar, me

lakuan naudzubillah. Pura-pura mau nikah sama

ner. Ngga

tadi tertahan. Dadaku terasa sesak, penuh

an. Sera ini cuma korban. Dia dipaksa s

at. Kalau polos jangan kebangetan, Sa. Nan

ahan tangannya dan menggeleng lemah. Dia cepat-cepat memb

Ayah dan ibu sama sekali tidak pernah mau kuajak bicara. Dua kakakku juga menyalahkan

n pergi dari r

i anak sulung di keluarga ini, dia mengambil ke

as

alau kamu masih tinggal di sini, warga

ata-kata. Hanya air mata yang m

barang-barang yang sekiranya kam

h menolak keberadaanku, bahkan keluargaku sendiri yang harusnya mengayomi, justru membua

embalikan kesadaran yang sempat tersita kenangan masa

pedulikan panggilannya yang terus menggema. Hubungan kami sudah ber

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dinodai Calon Kakak Ipar
Dinodai Calon Kakak Ipar
“Aku gagal menikah karena dinodai oleh calon kakak iparku sendiri. Mirisnya, justru akulah yang dituduh sudah menggodanya dan diusir dari rumah. Sebagai gadis ternoda, aku hanya bisa menjual tubuhku pada pria hidung belang yang banyak uang. Bertahun-tahun kemudian, lelaki brengsek itu menjadi pelangganku, bahkan menyewaku selama sebulan agar tidak tidur dengan lelaki lain. Apa yang dia inginkan?”
1 Bab 1 Wanita Penggoda2 Bab 2 Anak Pembawa Sial3 Bab 3 Pertemuan Tak Terduga4 Bab 4 Terusir5 Bab 5 Tamu Tak Diundang6 Bab 6 Dari Mulut ke Mulut7 Bab 7 Pengorbanan8 Bab 8 Ingatan Pahit Masa Lalu9 Bab 9 Buah Simalakama10 Bab 10 Masih Adakah Surga untuk Gadis Ternoda 11 Bab 11 Apakah Kiamat akan Segera Tiba 12 Bab 12 I Want You Now13 Bab 13 Rasa Nyaman Hanya Jebakan14 Bab 14 Kerja Sama Saling Menguntungkan15 Bab 15 La Luna: Sang Rembulan dan Dahan Surga16 Bab 16 Paket Perawatan Khusus Calon Pengantin17 Bab 17 Mama Renata & Bunda Sera18 Bab 18 Dia Anak Siapa 19 Bab 19 Dipandang Sebelah Mata20 Bab 20 AB's Restaurant and Coffee Shop21 Bab 21 Like Father, Like Son22 Bab 22 Unqualified - Tidak Memenuhi Syarat23 Bab 23 Mantan Calon Suami24 Bab 24 Mimpi Buruk25 Bab 25 Tidak Ada Kata Terlambat untuk Bertaubat26 Bab 26 Ketakutan yang Tersembunyi27 Bab 27 Satu Keping Puzzle Terbuka28 Bab 28 (Bukan) Pelakor29 Bab 29 Penerimaan dan Pengakuan30 Bab 30 Bukan Cerita Cinderella31 Bab 31 Pilih Aku atau Dika 32 Bab 32 Pulang33 Bab 33 Suara Sumbang Tetangga34 Bab 34 Masih Adakah Surga untuk Gadis Ternoda (Ending)