icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Di Hari Pernikahan

Bab 4 Pecahan dalam Kaca

Jumlah Kata:545    |    Dirilis Pada: 07/02/2025

Kaelan terasa semakin berat. Rhea mulai merasakan keretakan dalam dirinya sendiri. Kehidupan pernikahan tanpa

ah terpisah dari realitasnya. Pekerjaan adalah segalanya baginya-ia terlalu sibuk mengurus

ng keluarga, menatap ke luar jendela. Ia tidak melihat Kaelan datang, dan hanya menyada

ang perasaanmu?" Kaelan akhirnya membuk

caya. "Tentang perasaanku?

ng tamu. "Kau tahu ini bukan pilihan kita. Tapi

ng sensitif. "Aku diam karena aku tidak tahu harus berkata apa. Ki

ikit kelam di matanya. "Aku tidak ingin jadi sepert

skan-sesuatu yang menggelitik di hatinya. Kaelan memang bukanlah pria yang ia bayangkan seb

n," lanjut Kaelan, "mungkin kita bisa se

Akankah mereka berdua bisa menemukan titik tengah? Akankah mereka

Mereka berdua berbalik, dan di ambang pintu, berdiri seorang pria

ukup ceria, tapi ada sedikit kecemasan di matanya.

a lebih banyak, ia segera berbalik, dan Rhea, meskipun hatinya s

sendiri. Ada satu perasaan yang masih mengganggu, satu pertanyaan yang tidak bisa ia abaika

satu sisi, ia ingin mempertahankan dinding-dinding emosional yang telah ia bangun, tapi di sisi lai

memikat. Dan yang lebih membuatnya bingung, ia tidak tahu apa

ipandang hanya sebagai sebuah pernikahan yang tak memiliki arti.

asti adalah: hidupnya tid

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Di Hari Pernikahan
Dikhianati Di Hari Pernikahan
“Aurelia "Rhea" Callista terbangun dengan paksa di tengah tidur siangnya, ditarik oleh sang ibu ke rumah keluarga Castor yang tengah menggelar pernikahan megah untuk putra sulung mereka, Kaelan Castor. Dengan kepala masih setengah sadar, Rhea menurut saja saat wajahnya mulai dirias oleh tim tata rias profesional yang disewa oleh keluarga Castor. Namun, kebingungan mulai merayapi pikirannya ketika ia menyadari gaun putih yang dikenakannya bukanlah seragam penerima tamu seperti yang dikatakan Tante Evelyn, melainkan gaun pengantin. Riasan wajahnya dibuat sempurna, dan rambutnya ditata layaknya seorang mempelai wanita. Sebelum sempat mengajukan protes, suara ayahnya menggema di ruangan sebelah. Kata-kata *ijab kabul* keluar dari bibir pria yang baru dikenalnya dari kejauhan-Kaelan Castor-seorang pria berkarisma yang telah sukses sebagai direktur muda di perusahaan keluarganya. Namanya disebut dalam akad nikah itu, dan saat jawaban qabul meluncur dari bibir Kaelan, dunia Rhea seketika runtuh. Ia baru sadar-dirinya bukan sekadar penerima tamu, tapi mempelai wanita dalam pernikahan yang tak pernah ia setujui. Lebih buruknya lagi, ia hanyalah pengganti bagi seseorang yang seharusnya berdiri di tempatnya. Terjebak dalam pernikahan penuh intrik, pengkhianatan, dan rahasia yang menyesakkan, bagaimana Rhea akan menghadapi nasib barunya? Mampukah ia bertahan dalam rumah tangga tanpa cinta, atau justru menemukan sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya dalam diri Kaelan?”
1 Bab 1 Pengantin yang Tertukar2 Bab 2 Dunia Rhea masih terasa berputar3 Bab 3 Rumah Tangga Tanpa Cinta4 Bab 4 Pecahan dalam Kaca5 Bab 5 setidaknya mencoba untuk saling memahami6 Bab 6 Kau hanya seorang istri pengganti7 Bab 7 rasa cemas yang melingkupi Rhea8 Bab 8 Pikiran dan perasaannya bertabrakan9 Bab 9 Rhea kembali ke rumah10 Bab 10 keremangan malam11 Bab 11 Semuanya terasa asing12 Bab 12 Langit sore itu terlihat murung13 Bab 13 semakin mengarah pada rasa tidak pasti14 Bab 14 membasahi kaca jendela15 Bab 15 ekspresinya sulit dibaca16 Bab 16 kehadiran Kaelan17 Bab 17 Zayyan tetap berada di sisi18 Bab 18 sebagian dari dirinya yang tak bisa digantikan19 Bab 19 Zayyan berjuang untuk menunggu20 Bab 20 memotong setiap ikatan21 Bab 21 pernikahan22 Bab 22 segala suka dan duka23 Bab 23 menawarkan cinta24 Bab 24 memberi kedamaian25 Bab 25 menjadi pengingat26 Bab 26 mengungkapkan rasa kecewa27 Bab 27 melintasi ruang tamu28 Bab 28 dipenuhi foto-foto pernikahan29 Bab 29 kenangan indah30 Bab 30 sekadar suami yang menuntut perhatian