icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Antara Dendam & Penyesalan

Bab 22 dalam kesunyian yang menggigit

Jumlah Kata:944    |    Dirilis Pada: 17/12/2024

Hujan yang deras menyapu kaca jendela, seolah mencerminkan perasaan yang ada di dalam dirinya. Setiap tetes yang jat

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Antara Dendam & Penyesalan
Antara Dendam & Penyesalan
“Meskipun Sofia dan Adrian telah menikah selama lima tahun, hati Adrian tak pernah benar-benar milik Sofia. Selama ini, ia selalu terperangkap dalam bayang-bayang wanita lain yang sudah sejak lama menghuni hatinya. Hari ketika Sofia divonis mengidap kanker stadium lanjut, Adrian sedang bersama wanita yang sudah lama mengisi hatinya, merencanakan masa depan bersama. Sofia yang mengetahui perselingkuhan itu, memilih untuk tidak melawan, memilih untuk menenangkan hatinya meskipun jiwa dan raganya terluka. Dengan membawa surat cerai yang sudah dia tandatangani tanpa banyak kata, Sofia memilih untuk pergi, membiarkan Adrian terjebak dalam kehidupan yang telah dia buat. Namun, hal yang lebih buruk menanti. Ternyata, pernikahan mereka bukanlah cinta, melainkan sebuah balas dendam. Adrian menikahi Sofia hanya untuk menghancurkan keluarga Sofia, untuk membayar utang lama yang tak pernah selesai. Kini, dengan tubuh yang kian lemah karena penyakit yang terus menggerogoti, Sofia terpuruk dalam kesendirian dan kesakitan. Adrian, yang begitu dingin dan tak berperasaan, mengatakan dengan nada yang menusuk, "Ini semua adalah utang keluargamu pada keluarga kami. Aku hanya melakukan ini untuk menuntaskan semua utang itu." Pada saat itu, dunia Sofia terasa seperti hancur berkeping-keping. Namun, ujian hidup tidak berhenti di sana. Ayahnya yang terbaring koma setelah kecelakaan parah menambah berat beban di pundaknya. Tanpa daya, Sofia pun memilih jalan yang tragis, terjun dari gedung tinggi, mengakhiri hidup yang penuh dengan penderitaan. Sebelum melompat, dia berbisik dengan air mata yang tak bisa dia tahan lagi, "Utang keluargaku padamu... telah kubayar lunas." Adrian, yang masih terperangkap dalam kebenciannya, tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir begitu cepat. Ketika berita kematian Sofia tiba, ia merasa seperti dunia runtuh di sekelilingnya. Dalam hancurnya hatinya, ia terjatuh di atas lantai, berlutut dengan mata yang sembab, tak dapat lagi mengontrol diri. Setiap detik terasa seperti siksaan. Adrian, yang begitu angkuh, mulai menangis dengan suara tercekat, "Sofia, tolong kembali padaku. Aku minta maaf. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa sekejam itu. Aku gila, aku bodoh... Kembalilah." Tetapi, kata-kata itu sudah terlambat. Hatinya telah terlanjur hancur, dan darahnya sendiri yang mengalir dalam penyesalan yang tak termaafkan.”
1 Bab 1 memegang surat yang baru saja diberikan oleh dokter2 Bab 2 Selama berhari-hari setelah percakapan3 Bab 3 penderitaannya berakhir4 Bab 4 penderitaannya berakhir5 Bab 5 tentang penderitaan yang sudah terlalu lama ia pendam6 Bab 6 Sofia... Hilang begitu saja7 Bab 7 Hidup yang Sofia jalani sekarang8 Bab 8 berjalan menjauh dengan hati yang penuh luka9 Bab 9 hanya sesekali mobil yang melintas10 Bab 10 hanya ingin kesempatan untuk memperbaikinya11 Bab 11 meski rasanya mustahil12 Bab 12 Sofia terbaring lemah13 Bab 13 Semua yang ia miliki hanya kenangan14 Bab 14 Kepingan yang Hancur15 Bab 15 Meskipun semuanya telah berakhir16 Bab 16 tetap hidup17 Bab 17 memandangi jam dinding yang terus berdetak18 Bab 18 cintamu dalam setiap langkahku19 Bab 19 Rasa sakit itu tidak akan pernah hilang20 Bab 20 merasakan kehadiran Sofia21 Bab 21 Sofia tidak akan pernah mendengarnya22 Bab 22 dalam kesunyian yang menggigit23 Bab 23 penuh dengan tawa dan harapan24 Bab 24 merindukan Sofia