icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Purwoko Family: Selipan Utara

Purwoko Family: Selipan Utara

icon

Bab 1 Pulang kampung

Jumlah Kata:1476    |    Dirilis Pada: 07/08/2024

ebuah mobil. Dia mengerjab-ngerjabkan matanya, merasa asing dengan jalanan yang mereka lewati. P

nggak papa

. Raut wajahnya keibuan, seirama deng

apa, bu"

as seorang perempu

wal sedih bu, pisah s

Ad

endapatkan cubi

snya. Suara cemprengnya membahan

udi

itu, menegur Yudi. Sontak Yudi bersedekap da

n doang, takut sama kakung. A

uuh

Yu

endapat teguran karena pek

itin?" Tanya laki-laki

sih" ja

i bagi kedua orang dewasa di jok depan. Mereka

itu cantik ya, dek?

nih!" A

f. Ha

i menjawab karena ancaman Yudi. Ancaman

nyak yang cantik"

yah?" Tanya ana

kut membuat si laki-laki dan perempu

masih kalah cantik,

He

elihat ke arah Yudi. Di saat yang sama Y

ha

dewasa di depannya kebingungan. Tak ada jawaban yang keluar sa

sebelahnya, saat dia giliran ditanya. Memb

tampak tersenyum lega. Seolah kekhawatiran yang sedari t

rasa tertarik dengan deretan rumah-rumah yang masih menggunakan arsitektur jaman dul

e arahnya. Seolah-olah mobil yang membawanya ini adalah kendaraan mew

pada akhirnya mereka berbelok ke halaman sebuah rumah. Di depan rumah, sudah menunggu,

urw

mbut kedatangan keluarga itu. Dia berhenti satu me

ang menyetir itu. Dia keluar da

yo sambil menyalami Purwoko. W

u lagi" celetuk

obil itu tersenyum pada w

s Purbo" kata Purwoko, me

ersama, mbak" kata wanita y

MIR

an tadi, memanggil dengan cukup kencang dari

k Ris

uga berseru memanggil nama anak perempuan

Ifa?" Tanya

k Wati" jawab wanit

dipeluk?"

b Amira dan

Ha

ha

akan mereka. Para orang tua menatap mereka dan ikut tertawa sejenak. Te

hirnya ketiganya bercanda bersama,

in musibah tanpa ada maksud dan jalan keluar" hibur wanita

pengen mas Pur bai

l dari apapun, F

ras dimiliki Purwoko, asal Purwoko

mau dikalahin temennya. Padahal cuman rebutan pengakuan, si

i cewek? Bahaya tuh, kay

Ifa terharu, mendapat sambutan hangat dari kakak iparnya. Merekapun melanjutkan la

menghadapi seorang raja, pak Purwoko berjalan sambil me

ng dewasa, Yudi dan Rista saling senggol. Mereka berbicara dengan bahasa isy

a benci" kata orang tua y

k bapak dikadalin. Karena buah jatuh, itu nggak

takut, seperti sedang menjalani persidangan. A

nggak berharap apapun dari kalian. Tapi kalau ada yang gagal,

apa

aki orang tua itu, namun dicegah. Akhirnya dia hanya memeluk kaki orang

ik dilihat Yudi, Amira

tua tadi. Tak ada kata yang terucap, hanya tangis yang kembal

ar. Itu tadi

pinggir jalan. Semua pe

ini, pulang" jawab orang tua

mentar pak RT. Dia

h Tin. Udah sepuh masih ngurusin sawah segitu luasnya" lanjut pak

Alloh nyuruh aku pulang" jawab pa

amit, mbah Har. Cuman lewat

! Ayo tak bikinin

u beli suket gajah dulu. Sap

ak ngopi dulu?" T

aja, gan" tol

Rumah limasan yang masih kokoh meski masih full kayu dan papan. Tak tam

ude aja, ya? Udah dikasih ranjang satu lagi s

sta dong, kung?" Tanya

lama yo, nggak pake

" Yudi memekik terkena

egur pak

an banget"

ha ha

malah tertawa meliha

ta. Walau merajuk tapi dia tetap

segini, Yud? Ps

yang" sahut Amira. Rist

ih, Hartati juga di

eneran, nih

ha" Amira ter

? Kamu kata anak kucing,

Ha ha h

wanya. Terlebih disaat sang kakak

an pakaian ke dalam lemari. Dia masih tidak menyangka, a

ak Purwoko. B

ut semua yang udah dia rampas dari kita" lanju

a tahu. Sakit emang, tapi ibu nggak pengen kehilangan ayah. Nggak u

n ayah

wab bu Ifa sam

ke dalam pelukannya. Keduanya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purwoko Family: Selipan Utara
Purwoko Family: Selipan Utara
“Karya ini berkisah tentang pak Purwoko dan keluarganya yang harus pulang kampung karena bangkrut. Dengan harapan bisa memulai hidup baru yang damai. Ternyata penyebab dia bangkrut ada di di kampung yang sama. Keluarga ini malah terseret perebutan penggilingan padi atau selipan antar orang tua pam Purwoko dengan bapak orang yang membuatnya bangkrut. Teror langsung terasa begitu sampai di kampung. Bisakah pak Purwoko membawa keluarganya keluar dari semua masalah ini? Ikuti kisahnya!”
1 Bab 1 Pulang kampung2 Bab 2 Bertemu penggemar masa kecil3 Bab 3 Bertemu kuntilanak4 Bab 4 Kuntilanaknya jatuh5 Bab 5 Kelindihen6 Bab 6 Tak ada nabi yang bernama Toyib7 Bab 7 Demit kejepit silit njerit8 Bab 8 Main pingpong9 Bab 9 Cewek jadul10 Bab 10 Bertemu hantu Ninik11 Bab 11 Sejarah si Ninik12 Bab 12 Ikhlas itu berat13 Bab 13 Mantra pu jipa jipu14 Bab 14 Kuthuk nyedaki sunduk15 Bab 15 Pesan dari Ninik16 Bab 16 Memanggapi keluhan warga17 Bab 17 Perjanjian kerja berbau perbudakan18 Bab 18 Perampokan19 Bab 19 Spekulasi20 Bab 20 Dicubit Ambar 21 Bab 21 Kabut tebal22 Bab 22 Bertemu arwah Ambar23 Bab 23 Pembunuh Ambar tertangkap24 Bab 24 Kenangan25 Bab 25 Di selipan belakang26 Bab 26 Amira kesurupan27 Bab 27 Teguh yuwono slamet, slamet soko ngarsane Gusti28 Bab 28 Tukijan, Kadelan, Ngatiyem, Cikrak29 Bab 29 Jumiran marah30 Bab 30 Gombalan Yudi31 Bab 31 Rista kerasukan32 Bab 32 Tebakan Icha33 Bab 33 Ingatan yang kembali menari34 Bab 34 Selipan beras jangan diisi tahu! Benyek35 Bab 35 Preemptive strike36 Bab 36 Sartono dapat salam olahraga37 Bab 37 Penculikan38 Bab 38 Adu taktik39 Bab 39 Pengintai yang diintai40 Bab 40 Paranormal expendable41 Bab 41 Sartono tertawan tak berdaya42 Bab 42 Sudah waktunya jujur Fa43 Bab 43 Cosplay jadi sun go kong44 Bab 44 Adu strategi di mulai45 Bab 45 Ambulance46 Bab 46 Kejar-kejaran47 Bab 47 Masih kejar-kejaran48 Bab 48 Ular-ular kiriman49 Bab 49 Satu misi sukses50 Bab 50 Menuju misi ke dua51 Bab 51 Rencana membuang Sartono