icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gairah Gadis Penghuni Kos

Gairah Gadis Penghuni Kos

Penulis: Yann Yuarta
icon

Bab 1 I am Aldy Reynaldi

Jumlah Kata:2080    |    Dirilis Pada: 12/07/2024

tai 2 kediamannya. Menggunakan piyama dengan secangkir ca

tampak bersantai di kursi-kursi tepi kolam renang.

video-video tutorialnya melalui youtube dengan pengikut sebanyak 5 juta lebih. Selain itu di waktu-

g sukses dengan banyaknya aset dan penghasilan yang dim

dengan keterbatasan. Beruntung karena kecerdasan dan prestasi serta pandangan

i kuliahnya tersebut. Karena potensinya Aldi pun disekolahkan kembali di lu

is yang kemudian melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Namu

embangunan dibuka. Aldi pun mengambil kesempatan dengan mengam

yek besar yang sedang berlangsung pembangunannya. Namun di sisi lai

annya. Beruntung mereka belum memiliki seorang anak dari hasil pernikahan

saikannya, barulah dia merasakan keheningan dalam hidupnya. Sedikit rasa menyes

ya dia membuat video-video tutorial tentang desain bangunan. Seiring bertambahnya pengi

acara-acara webinar yang menjadi relasinya. Sesekali dia bahkan ber

waktu kerjanya dan mulai menikmati hidupnya. Dia pun membangun sebuah rumah

dan modern dengan berbagai fasilitas pendukung seperti AC, water heater, ran

side yang berisi meja kursi untuk bersantai. Di tempat

i ke dalam dan mempersiapkan diri untuk sebuah s

tergantung di dinding dekat area dapurnya. Terlihat

rdua ya, Olive akan memasuki masa pmsnya jadi minta maju, oke

apkan diri di meja kerjanya. 2 layar monitor di hadapannya d

acara yang dibacakan oleh moderator, hingga akhirny

ldi Rey. Sebelumnya terima kasih kakak Viona sebagai moderator, dan terima kasih kepada kaw

pan publik, dia berbicara layaknya seorang dosen yan

ng membuat para partisipan menyimak

yangi bagian bawah tubuhnya. Namun karena dia sedang dilihat oleh banyak orang melalu

nya. Ya Aldi hanya mengenakan kemeja di bagian atas untuk keperluan presentasi. Sementa

itu mulai merogoh sesuatu dari balik celana dalam Aldi. Tak lama kemud

dia benar-benar tak sanggup lagi menahan ketika sesuatu yang lebut itu mulai me

rial yang sudah saya siapkan berikut ya" ujar Aldi yang kemud

n stimulus padanya. Dia adalah Ericca, seorang pegawai swasta di perusahaan periklanan yang sed

dia hanya datang beberapa kali dalam seminggu untuk meningkatkan ilmunya,

ebagai balas jasa Ericca pun berusaha menyiapkan berbagai kebutu

ke rumahnya. Aldi pun tidak terlalu ambil pusing akan keberadaannya k

g memegangi wajah Ericca yang begitu manis. Matanya yang indah dan rambut hitam t

mana sekarang? Apa yang harus kau lak

a selesai, namun dengan wajah yang begitu manis dan situasi yan

ja di samping monitor. Dengan ganas dia terus melumat bibir mung

cca, setelah dibuka tampak tubuh Ericca yang tidak da

ah di area sensitif Ericca. Dengan salah satu tangan menutupi gunung kem

liangnya tersebut. Dengan memasukkan jari tengahnya dia

ngan itu. Dia yang tadinya membuka lebar kedua

jari yang menggelitik membuat Ericca mendongakk

rikan perlawanan dengan bangkit dari posisinya da

yang sudah sangat kencang tersebut. Dengan lihai dia mengge

umat seluruh permukaan milik Aldi, kemudian di

bagi mulutnya, hanya separuh bagi

pun beranjak dan mendorong Aldi un

angkah naik di atas meja kerja Aldi. Dia t

ekitar 30 menit, yang artinya dia harus menyelesai

dan ke belakang. Dengan satu tangan bertumpu pada paha Aldi, satu tanga

ng melihat aksi Ericca dengan sedikit cahaya

gunung kembar Ericca menjulang dengan indah, mem

gunung kembarnya yang kenyal tela

an ujung payudara tersebut hingga m

membelakangi Aldi. Dia menyuguhkan pemandangan ind

a sembari memegangi benda bulat yang sedang

engan Ericca. Dia mengangkat Ericca dan memintanya berdiri di sisi meja. Dengan pos

engangkat dagunya seraya menikmati sensa

deo persentasi Aldi yang berjalan mendekati menit ke 13

ini aku berhasil menga

jar Aldi yang kemudian meningk

am pose yang sama Aldi menekan Ericca dalam posisi berdiri. Dengan bebas

dari belakang ini, dia pun menarik wajah Er

inya dengan berpegangan pada tepi meja ketika

mata Ericca terbelalak, kemudian Aldi mening

ya ketika menekan tubuhnya dengan kuat. Ericca tampaknya telah memasuki fa

membalikkan tubuh Ericca la

masukkan kembali miliknya. Liang yang basah membu

menekan tubuh Ericca dan memegangi ked

ca lebih cepat memasuki fase klimaksnya. Tangan

aran pada tubuhnya, dia hanya mengerang beberapa saat mena

ada titik klimaksnya, namun Aldi justru semaki

lelah dan perih yang dirasakan Ericca. Dia pun berus

seketika menutupnya karena mereka berada di dekat microfone walaup

hampir tak sadarkan diri ketika Al

gan cepat dia pun menarik dirinya dari

pun melesat dengan jauh hi

a diiringi dengan getaran di seluruh tubuh Aldi. Sement

ornya yang sudah mulai memberi

ke kursinya dan membenahi ke

materi yang baru saja dibahas setelah ini kita akan memasuki sesi tanya jawab.

belah Aldi dengan masih di po

liran Ericca yang meminta panduan privat

menyadari derasnya keringat yang men

yak itu? Kurasa mere

yang indah Aldi, bagaimana kau

ng itu semua tidaklah mudah" ujar Aldi yang kemud

yang l

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Gadis Penghuni Kos
Gairah Gadis Penghuni Kos
“Warning konten pemersatu bangsa area 21+ pilihlah bacaan dengan bijak, tanggung jawab ada pada diri masing2. Penulis hanya berusaha menyajikan bacaan yang ringan dan menghibur. 🙏🏻 Hai saya Aldi 35 tahun yang saat ini bekerja sebagai arsitek dan design consultant. Sebagai persiapan masa pensiun, saya membangun sebuah bangunan kos yang juga sekaligus rumah saya di sebuah lokasi yang sangat bagus. Berisi 30 kamar yang dikhususkan untuk wanita kini semua kamar tersebut sudah penuh oleh penyewa. Saya berhubungan baik dengan semua gadis-gadis penghuni kos, bahkan sangat baik sehingga saya seringkali dengan ikhlas membantu masalah terbesar mereka. Seperti kata petuah jika kau memberi dengan ikhlas maka niscaya kau akan menerima balasannya 10 kali lipat bahkan berlipat-lipat. Mungkin itu yang saya rasakan sejak mereka semua mulai memperhatikan dan memenuhi kebutuhan hidup saya sehari-hari. Termasuk kebutuhan yang tidak bisa saya penuhi sendiri, yaitu kebutuhan di atas ranjang. Ini perjalanan saya, Aldi Reynaldi.”