icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantanku, Kakak Iparku

Bab 2 Melamar Mantan

Jumlah Kata:1025    |    Dirilis Pada: 08/07/2024

. Dia bangun, mengucek-ucek matanya dan bers

ng akan dibawanya untuk melamar calon menantunya nanti. Set

melingkar di lehernya. Kepalanya celin

sahut mama

ngelamar mama a

sergah mama sambil merapikan bara

kelihatan dari tadi?" komentar Deo. "Y

cukup nyiapin mental buat ijab qobul, selebihnya keluarga yang ngu

angguk-an

ng-ongkang kaki doang. Selebihnya anggota

k kamu?" seloroh mama samb

ntu juga, mama yang ketiban pusing," sahut De

ngomongnya. Bisa

nanggapi candaannya. Cowok itu mana mungkin siap unt

h kamar Deo terbuka, dan seoran

eo sekaligus anak sulung ma

kuliah, Yo?"

kok, Kak." Deo

ro yang begitu tenang, kalem dan tidak banyak omong ini seak

, ya?" kata

Gennaro sudah melangkah pergi

ota keluarga sudah siap berangkat, Deo yang te

tu, yang pergi ke sana cuma emp

tukas mamanya sambil sesekali me

jak warga sekamp

ik tepat di

ar anak orang, bukan

ro tidak mendengar guyonan

bergegas menyuruh mereka semu

gan Gennaro. Di sepanjang perjalanan, Deo dan kakaknya sama sekali tid

menit menggunakan mobil, sampai kemudian papa membelokkan ke

di salah satu rumah. Dia bahkan masih anteng-anteng saja saat salah sa

uar untuk menyambut pihak keluarga calon pe

sambil berdiri untuk cipika cipiki de

l oleh mamanya akan berubah menjadi orang asing yang sama sekali tidak dike

mantan pacarnya sendiri yang secara sepihak

rapuh, tapi hati ini bukanlah kaleng-kaleng. Dia harus menunjukkan kepada d

ncuri pandang ke arah Deo seolah ingin meyakinkan dirinya send

anpa memedulikan perasaan Deo yang menyaksikan dengan mata kepala s

ya Deo ketika Gennaro dan Freya sudah

kenapa?" tan

n, ya?" kata Deo.

mu nggak sopan kalau pulang dulua

Beneran kebelet ini, Ma. Udah di ujung, daripada aku kebabl

pi pamit dulu." Mama tak kuasa lag

dehem ag

rnya! Saya izin pulang duluan, ada panggila

tawa melihat ek

Aro, ya? L

meninggalkan rumah Freya sambil membawa

mana kedua kakinya ini membawanya pergi, yang jelas dia tidak mau ber

hidup Deo menjadi semakin sempurna. Tidak dipedulikannya sat

mpat bilang mau pakai ojek online, nyata-nyatanya Deo tidak memesan ojek satupun. Dia lebih memilih menyusuri jalanan

sudut matanya, Deo melihat seseorang sedang berdiri di tengah jalanan yan

kan kedua tangannya, sengaja tidak mau menggeser posis

TIINN! TI

atkan seseorang yang dengan warasnya berdiri di tengah j

an heran. Ada ya manusia yang

i di tepi jalan mulai menunjuk-nun

ia mau mati

i jalan punya

angan mau

samb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mantanku, Kakak Iparku
Mantanku, Kakak Iparku
“Deo merasakan patah hati yang teramat dalam saat Freya memutuskan hubungan mereka dan lebih memilih untuk menerima lamaran dari kakak kandungnya sendiri. Dia lantas dipertemukan dengan Veren, cewek random yang saat itu akan mengakhiri hidupnya karena patah hati. Akibat kesalahpahaman, mereka berdua justru dipaksa menikah di usia yang masih relatif muda. Mampukah Veren menjadi penawar patah hati bagi Deo, begitu juga sebaliknya?”
1 Bab 1 Maaf, Kita Putus!2 Bab 2 Melamar Mantan3 Bab 3 Percobaan Bunuh Diri4 Bab 4 Digerebek Warga5 Bab 5 Surat Perjanjian Pernikahan6 Bab 6 Saya Terima Nikahnya7 Bab 7 Tamu tidak Istimewa8 Bab 8 Sepakat untuk Bersandiwara9 Bab 10 Cinta Lama Belum Kandas10 Bab 11 Kepingin Bulan Madu11 Bab 12 Berangkat ke Puncak12 Bab 13 Bawa-bawa Mantan13 Bab 14 Kenalin, Saya Suaminya14 Bab 15 (Bukan) Malam Pertama part 115 Bab 16 (Bukan) Malam Pertama part 216 Bab 17 Tidur Satu Ranjang17 Bab 18 Nafkah yang Mana 18 Bab 19 Tenggelam dalam Perasaan19 Bab 20 Selamat Bulan Madu, Mantanku!20 Bab 21 Lo Udah Beristri21 Bab 22 Mau Jaga Jarak22 Bab 23 Minta Jatah, Boleh 23 Bab 24 Perceraian Kita Dipercepat!24 Bab 25 Hanya Sebagai Kakak Ipar25 Bab 26 Bisa Saling Menyayangi26 Bab 27 Apanya yang Kejepit 27 Bab 28 Mau Icip-icip 28 Bab 29 Nafkah yang Tidak Seberapa29 Bab 30 Setelah Resmi Bercerai30 Bab 31 Diduga Main Hati31 Bab 32 Oh, Oh, Kamu Ketahuan ....32 Bab 33 Ngebangunin Kucing Garong33 Bab 34 Lo Harus Tanggung Jawab34 Bab 35 Menjaga Keperjakaan35 Bab 36 Masih Mau Perawan