icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Nikmat Sesaat

Bab 6 Nikmat, 6

Jumlah Kata:1240    |    Dirilis Pada: 11/07/2024

k. Mandi ba

wa

. Padahal, aku sudah ingin sekali terjun ke umbul, menye

aju segala? Ingat tradisi disini

ut ajakan mereka. Kaos aku lepas

ho." Iyuth menunjuk ke arah celanaku. Deva menahan senyum.

dua

ga, aku sampai lupa kalo penisku sudah mengeras seperti batu,

uth. Bego banget sih

tu, pak? Punya bapak ya?

ku dengan sorot mata yang tajam. Iyuth, karena kedinginan, melipat tangannya ke

nggak punya. Cuma laki-laki yang

b Iyuth dan S

pak?" tanya Iyuth s

sudah nggak sabaran

n. "Aslinya nggak sebesar ini terus-terusan. Tapi berhubung liat ka

kikikan. Tangannya diturunkan ke pinggulnya sambil setengah berka

odoh banget sih kamu

copot celanaku. Penisku sakit karena tertahan kain celana

angan kabur ya?" aku bersiap-siap menurunkan celanaku. "Awas kalo sampe kabur. N

va mengangguk pelan, tanda tampak setuju. Langsung aku luncurkan celana pendekku itu. Dalam seke

engan badan berotot hasil latihan kerasku selama ini. Oleh karena itu, tak ada rencana untuk menutupi

perti punya Deva sih,

arah penisku dengan rana serba ingin tahu. Aku

kamu juga bakal banyak rambutnya kalau sudah dewasa. Ka

a mendekat. Mereka melangkah malu-malu. Setelah Santi berada dalam jangkauan tanganku, kulingkarkan tangan ke p

pinya karena wajahnya sudah begitu dekat. Tapi belum juga aku mendorong

ali. Belum dipegang aja sudah enak

at di lubang kencingku, dan dengan gerakan halus ia me

Santi. Kaget, Santi melihatku sejenak dan langsung memalingkan wajahnya

mberi semangat, "sepertinya Pak Alfred

th, rintihku

tegak. Dan tiga jari Iyuth menggenggam bagian atas penisku da

dan memegang pundakku erat-erat untuk menjaga kestabilan tubuhnya. Jarak bibirku dan bibirnya sudah sangat dekat

g sudah mendekat, dan dengan mata tertutup, kujelajahi payudaranya. Dengan menggunakan jari-jariku, kumainkan puting Deva. Kuj

ti sedang digosok-gosok. Aku penasaran. Apa yang terjadi? Kulepaskan c

i. Santi, yang ciumannya sudah kulepaskan, ikut-ikutan melirik ke arah penisku

seru Sant

. Ia menahan punggung tanganku agar aku tak melepaskan

n puting Santi juga. Santi tampak keenakan. Kepalanya maju mendekati dada

an. Lalu aku maju dan memeluk Iyuth serta menciumnya erat-erat. Penisku menempel di perutn

mentas dari Umbul. Ia sudah bersiap-siap naik ke permukaan. "Mau kemana, San?" ta

pohon pisang dan sambil membelakangiku, ia jongkok. Air kencing mengal

ng di dalam air sehingga Deva sedikit berlutut. Tanganku yang satu mendoro

dan lubang vaginanya yang berwarna coklat muda terbuka di hadapanku. Tanpa banyak komando, kujilat bagian bibir v

ar, seluruh lubang dan bagian dalam vagina sudah kujilati. Agak

n lidahku yang liar menjilati memek Deva. Berkali-kali ia

th. Iyuth menanggapi tawaranku itu. Ia mengulum kencang jari yang telah kusodorkan itu. Le

berusaha memancing Santi. Sepertinya Santi memahami isyaratku. Ia jongkok di selangkanganku d

Awalnya, hanya kepala penisku saja yang dikulumnya. Ia memutar-mutar bibirnya dan menggesekkan lidahnya te

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Nikmat Sesaat
Terjerat Nikmat Sesaat
“Jangan pernah baper atau...”