“Di sebuah desa kecil di Jawa pada awal abad ke-19, hiduplah seorang gadis muda yang cerdas dan berjiwa teguh bernama Anisa. Anisa tinggal bersama keluarganya yang sederhana dan menjalani hidup dengan penuh semangat. Ketika seorang pemuda kaya dari kota, Raditya, pindah ke desa mereka, ia menarik perhatian banyak orang dengan pesona dan kekayaannya. Raditya tertarik pada kakak Anisa yang lebih tua, Maya, namun ketika ia bertemu dengan Anisa, ia merasa bahwa Anisa adalah gadis yang tidak pantas baginya. Anisa, di sisi lain, menilai Raditya sebagai pria yang sombong dan kurang menghargai orang lain dari latar belakang yang berbeda. Pertemuan pertama mereka penuh dengan ketidaknyamanan dan kesalahpahaman. Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya mulai saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Kisah ini diwarnai dengan konflik antara kekayaan dan kebaikan hati, serta antara tradisi dan ambisi pribadi. Anisa harus menghadapi tekanan dari keluarganya yang ingin menjodohkannya dengan pria kaya lainnya, sementara hatinya semakin terikat pada Raditya. Di sisi lain, Raditya juga harus belajar untuk melepas sikap sombongnya dan menghargai nilai-nilai kehidupan yang sebenarnya. Melalui perjalanan yang penuh dengan rintangan, Anisa dan Raditya akhirnya menemukan cara untuk melampaui perbedaan-perbedaan mereka dan menyadari bahwa cinta sejati tidak mengenal batasan kelas sosial. Cerita ini menyoroti tema tentang keangkuhan, kesombongan, dan kesulitan dalam mencari cinta yang sejati di tengah-tengah budaya dan tradisi Jawa.”