icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar Sang Mantan

Bab 10 Part 10

Jumlah Kata:1507    |    Dirilis Pada: 23/03/2024

i intinya bapak gak melarang kalian pacaran, asal kalian tidak aneh2 dan membuat p

gerti pak." (

itu, santai aja haha." (kata ayah

a pak, Cuma g

"kamu mer

ak pak." (jawa

akin pasti itu ibunya suci. Aku pun lngsung salim sambil memperkenalkan diri "andi bu" (kataku), "saya ibunya suci

makanannya sudah siap." (b

di, ikut mak

"iya

meja makan aku melihat ada 3 anak laki

ndi, ini adi

kataku sambil bersal

an, aku dan ayah suci masih sempat mengobrol tentang keluargaku dan pekerjaan ayahku. Tak terasa waktu su

hati2 y

a ci, ma

g dengan perasaan

hari se

v a

arkan suci ke rumah bila bersekolah. Tapi aku belom berani mengajak suci main diluar. Saat itu adalah hari sabtu, dan memang setiap

" hai

cowok." (balas s

k yang. Masih jam 1

"ayuk

elm, dan memakaikan

menyadari itu mulai membelokan motorku ke sebuah m

malah tam

nih trus gi

orku dan aku mengambil se

a." (sembari aku membe

apa" (kata suci sambil

kok, tapi aku nitip buk

m da menundu

mu diem, ayo

"iya

mengajak suci masuk ke dalam rumah. Aku yang basah kuyup langsung ijin mandi dan mengeringkan badanku dulu. Setelah mandi aku keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan ke pinggang. Aku melihat sudah ada 2 teh panas di meja ruang tamu. Tapi aku tak melihat keebradaan suci, aku yang merasakan kedinginan langsung menuju kamar untuk menggunakan pakaian. Saat

lidah. Kesempatan itu aku gunakan untuk melepas kancing seragam suci. Satu persatu aku melepas semuanya, nampaknya suci belom sadar. Lalu aku berusaha melepaskan seragamnya. Tanpa kuduga sebelumnya, suci tidak melakukan pelawanan dan malah membantuku

kata di telingaku, "berbuat lah sesukamu sayang, tapi aku mohon jangan lepas cdku dan jangan ambil per

ng, handuku entah kapan terlepas. Aku mendekati suci dan berusaha menciumnya, disaat bibirku sudah dekat. Suci menahan bibirku dan berkata "janji ya yang, jangan tinggalin aku". Mendengar hal itu aku hanya mengangguk dan tiba2 suci mencium bibirku. "hhhmmmm ahhhhh" desaha

diliatin ndi,

aku sambil memperhatikan pu

ra kanannya dan bersiap untuk m

, geliihhh bang

endesah panjang "ahhhhh saaaayannggggggg" aku merasakan taganku tambah basah, "suci sudah sampai ternyata" (pikirku). Lalu aku melepas payudaranya dan memberikan waktu kepada suci untuk menikmati sisa2 orgasme

h enakk

ersenyum meli

ke kontolku. Saat itu aku duduk sambil bersandar di tempat tidu

hhh." (desahku sambil mengelusi kepa

ooocccchh" (sambil memaju mu

aahhhh ennaakkkh

ku merasakan aka

awassss yang aakkuu

olku dan berlari ke kamar mandi rumahku. Setelah suci pergi ke kamar mandi aku mulai berfikir "kenapa suci menangis setiap berciuman denganku? Lalu kenapa suci mau mengocok dan menyepong kontolku dan sepongan suci aku akui sangat nikmat? Apakah suci sudah pernah seperti ini sebelumnya?" (batinku) aku mulai tersadar saat suci kembali dari kamar mandi dan memakai pakaiannya kembali. Suci memakai pakaiann

"sa

dangku samb

mu kenap

"aku g

udah kelewat batas sampe

u gak salah" (kata suci sambil menggenggam t

ang tamu yuk, mi

di bikin teh buat kita yang" (ka

ang" (kataku sambil menggandeng

um teh bikinan suci. Setelah habis, suci mele

pa kamu mau ber

lam hal

t tidak meninggalkanku, bagaimanapun

inggalin kamu sayang" (kat

elangi yang mulai menampakan wujudnya. Sesampainya di rumah suci aku langsung pamit ke pada ibunya untuk langsung pulang. Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar dan me

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Liar Sang Mantan
Gairah Liar Sang Mantan
“Yahh saat itu tangan kakek sudah berhasil menyelinap kedalam kaosku dan meremas payudaraku. Ini adalah pertama kali payudaraku di pegang dan di remas langsung oleh laki2. Kakek mulai meremas payudaraku dengan cepat dan aku mulai kegelian. "ahhhkkk kek jangannnhh ahh". Aku hanya diam dan bingung harus berbuat apa. Kakek lalu membisikkan sesuatu di telingaku, "jangan berisik nduk, nanti adikmu bangun" kakek menjilati telingaku dan pipiku. Aku merasakan sangat geli saat telingaku di jilati dan memekku mulai basah. Aku hanya bisa mendesah sambil merasa geli. Kakek yang tau aku kegelian Karena dijilati telinganya, mulai menjilati telingaku dengan buas. Aku: "ahhkkk ampunnn kek, uddaahhhhh." Kakek tidak memperdulikan desahanku, malah ia meremas dengan keras payudaraku dan menjilati kembali telingaku. Aku sangat kegelian dan seperti ingin pipis dan "crettt creettt" aku merasakan aku pipis dan memekku sangat basah. Aku merasa sangat lemas, dan nafasku terasa berat. Kakek yang merasakan bila aku sudah lemas langsung menurunkan celana pendekku dengan cepat. Aku pun tidak menyadarinya dan tidak bisa menahan celanaku. Aku tersadar celanaku sudah melorot hingga mata kakiku. Dan tiba2 lampu dikamarku menyala dan ternyata...”