icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

UNDER PINK MOONLIGHT

Bab 7 Part 7

Jumlah Kata:1794    |    Dirilis Pada: 06/03/2024

akan sulit berpaling. Seanlah yang paling jatuh cinta pada Olive. Tetapi, perkataan Olive membuatnya sakit hati dan trauma. Butuh waktu yang lama bagi Sean untuk melupakan wanita itu. Peras

pun Max sudah melarangnya, ia merasa tidak enak tidak melakukan apa pun di sin

ambat saat melihat Sofia menata makanan dengan celem

ak?"tanya Kaileen

lakukan. Aku tidak mungkin b

"kata Max yang menghampiri

kan d

ng menggiurkan itu."Aku

. Lalu Sofia menyadari bahwa Sean tidak ada,"

ang sakit

a karena terkejut."Oh

, karena Sean sedang tidak enak

" Sofia menga

minta bantuanmu?"tanya

las Sofia de

sakit dan membutuhkan perhatian. B

an memperhatikannya. Aku akan me

u begitu aku pergi." Ma

i bekerja?" Kaileen iri bisa melihat Max den

n mengembuskan napas lega. Ia membalas pelu

dengan rumah ini. Semoga hari kalian menyenangkan." Sofia melambaikan ta

lu ia ingat bahwa harus memeriksa Sean. Sofia menyiapka

-hati. Mata Sean terbuka ketika me

umam Sean yang mendengar pintu kamarnya

ludahnya."In

langsung melompat mengubah

fia meletakkan nampan di atas nakas. Lalu duduk di sisi ranjang dan memegang kening Sea

g hangat memegang tangan Sofia."Kau tidak mar

bukan sebuah kesalahan. Aku hanya terkejut." Sof

uanya dengan semangat. Ia tidak terlihat seperti orang sakit

u memberikan segelas air pada Sean."Iya. Aku sudah biasa mema

di sini?" Sean menunjukkan ma

harus membawa nampan ini ke dapur. Aku juga harus be

ya

angkit merapikan kamar seperlunya a

beberapa menit. Wanita itu

ng. Perutnya saat ini sudah terasa

i tidak perlu ke dapur lagi." Sofia me

"Kepalaku pusing, apa ak

mberi perhatian pada Sean. Jadi, ia akan

si,"kata Sean membawa Sofia ke sofa. Wanita

ia mengusap dan membelai setiap helaian rambut Sean. Hal itu membuat Sean nyaman dan tenang. Ia t

ia tidur di pangkuan Sofia. Ia bangkit dan menatap wajah Sofia yang te

rena kaget."Oh, ma

di sini." Sean terta

anmu?" Sofia mem

Sean meraih tangan Sofia dan menggenggamnya

itu lagi." Sofia melihat keada

elum. Kai dan Max

g sedikit kram karena Sean. S

au ke

kama

menjadi sedih."Kenapa ka

rapa saat."Tapi, a

kut masuk. Aku janji,"kata Sean yang m

menuruti keinginan Sean karena sudah berj

toilet, Sofia kembali

nya Sean sambil memandan

a puluh tujuh. Aku tidak ingat pasti

akan menerimaku sebagai kekasihmu, kan?" Sean

n menggenggamnya sangat erat. Wajahnya juga terlihat san

g berkaca-kaca."Siapa? Bukankah kau tida

ku tahu ini terlalu cepat, tapi, Max memintaku. Jadi, ak

i. Tambahkan aku sebagai kekasihmu. Max tid

erti itu?"tanya Sofi

Kau boleh menambahkan aku dan Kai sebagai kekasihmu j

berhasil menarik tanga

berat dan memilih untuk berbaring serta membuang wajahnya. Kenin

ean."Sean, kau kena

Aku ingin sendir

sikap, Sofia memilih untuk keluar dari kamar Sean. Dalam keadaan bingung ia duduk di ruang

ncul. Sofia tersenyum lega. Ia ba

pulang ce

n datang. Jadi, aku memutuskan untuk

udah sehat, tapi, sekarang dia seperti tidak mau bica

di sofa."Kenapa Sean sedih? Me

"Karena aku tidak bisa

a. Ia ingin tertawa, tetapi, tamp

asangan? Begitu juga denganku, hanya memili

yaan Sofia. "Lalu, apa ya

alu menyuruhku p

aku harus bicara de

ai

sesuatu."Ah, abaikan soal Sean. Mama aka

ik. Padahal sejak awal Max sudah memberi tahu kalau Ibu

ngganti pakaian. Kita akan

tidak tahu bagaimana dengan selera Ibu Max. Ia hanya mengenakan apa yang menurutnya pant

bilang Ibumu akan d

rencananya,"jawab Max. Sepertinya akan ada sesuatu yang ingin di

dengan Nyonya besar. Meskipun mereka memiliki hubungan kekerabata

Sofia."Ini bukanla

up." Sofia ber

na dia Mama

dang menumpang di rumah ketiga anaknya. Jadi,

enyukaimu,"k

akang Max menyambut seorang wanita paruh baya yang te

dak dipersi

x tertawa kecil. Ia memberik

emparkan

a adala

ya

ung sekali. Ia juga tidak tahu har

mbil duduk saja

ilannya dengan saksama. Melihat tatapan seperti itu, tubuh

a Sean

lu Kai~tentu saja seda

berat."Mama akan tingga

kan matanya.

lalu menatap Sofia."Tentu saja

kan membuatny

sebal."Kau mencu

uat Sofia takut

liku. Ekspresiku memang seperti ini. Jadi, selamat datang di rumah

-baik, terima kasih atas b

ia, bagaimana pun kau juga

Max. Max mengangguk."I

dulu. Sofia, kita harus menghabiskan

a,

ersama Sofia?"tan

di kamar Sean, dia sedang dema

, karena Sofia menolaknya,

geleng-geleng

t panik."Maaf, Ma, sud

."Tidak apa-apa, kita bicarakan it

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
UNDER PINK MOONLIGHT
UNDER PINK MOONLIGHT
“Sofia, gadis polos dari Kota kecil harus tinggal bersama ketiga sepupunya bernama Max, kaileen, dan Sean karena keadaan. Mereka memperlakukan Sofia dengan sangat baik. Namun, Sofia tidak tahu bahwa ketiganya memiliki kutukan selalu menyukai wanita yang sama. Kebersamaan mereka membuat Max, kaileen, dan Sean jatuh cinta pada Sofia. Lariette, Ibu Max, Kaileen, dan Sean pun meminta Sofia menerima ketiganya dan melahirkan anak perempuan agar kutukan itu berakhir. Lariette dan Sofia membuat kesepakatan. Sofia menghadapi Max, Kaileen, dan Sean setiap hari dengan sabar untuk memenuhi janjinya. Namun,ketika Sofia sudah mewujudkan keinginan Lariette, Lariette berkhianat dan ingin mencelakakan Sofia”
1 Bab 1 Part 12 Bab 2 Part 23 Bab 3 Part 34 Bab 4 Part 45 Bab 5 Part 56 Bab 6 Part 67 Bab 7 Part 78 Bab 8 Part 89 Bab 9 Part 910 Bab 10 Part 1011 Bab 11 Part 1112 Bab 12 Part 1213 Bab 13 Part 1314 Bab 14 Part 1415 Bab 15 Part 1516 Bab 16 Part 1617 Bab 17 Part 1718 Bab 18 Part 1819 Bab 19 Part 1920 Bab 20 Part 2021 Bab 21 Part 2122 Bab 22 Part 2223 Bab 23 Part 2324 Bab 24 Part 2425 Bab 25 Part 2526 Bab 26 Part 2627 Bab 27 Part 2728 Bab 28 Part 2829 Bab 29 Part 2930 Bab 30 Part 3031 Bab 31 Part 3132 Bab 32 Part 3233 Bab 33 Part 3334 Bab 34 Part 3435 Bab 35 Part 3536 Bab 36 Part 3637 Bab 37 Part 3738 Bab 38 Part 3839 Bab 39 Part 3940 Bab 40 Part 4041 Bab 41 Part 4142 Bab 42 Part 4243 Bab 43 Part 4344 Bab 44 Part 4445 Bab 45 Part 4546 Bab 46 Part 4647 Bab 47 Part 4748 Bab 48 Part 4849 Bab 49 Part 49