icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku

Bab 4 Syarat

Jumlah Kata:1249    |    Dirilis Pada: 11/03/2024

liki ekspektasi tertentu terhadap penikah

iam karena

ng mengintimidasi di Arda

derhana sudah cukup. Aku ingin namaku tertulis sebagai pemilik apartemen. Setelah menikah, aku lebih memilih tinggal d

masa depan yang aman

sakit, tetapi dia memaksakan diri untuk

rumah baru itu setelah kita menikah." Sonia ingin memutuskan hubungan dengan kelu

n pemikiran ini unt

keheningan. "Jangan khawatir, Sonia. Meski situasiku se

hkan properti di Teluk Bahagia menj

segera membuat pengat

agia? Apakah dia sedang membicarakan properti

di sana. Bahkan, sebuah apartemen kecil di area tersebut bernilai

dan tidak menyadari bahwa mereka t

ng pria bertubuh gemuk sedang berlari dan

ah melakukan perintah Tuan V

kumen ini berisi properti yang diberikan oleh Tuan Verdi. Silakan d

n. Dia menerima sertifikat pr

ena takut dijebak oleh keluarganya. S

duga rasa aman ini b

etapi dia berjanji, "Mulai saat ini,

rdi sambil ters

i memasuki Kantor Catatan Sipil. Mereka seger

yadari pria yang biasanya berwajah dingin, te

at akta nikah mereka, Ve

luarga Harya agar kamu bisa mengambil barang-barangmu," ucapnya dengan wajah serius. Namun, dia bergumam dalam hati, 'Mana mungki

agai tanda setuju da

il mereka berhenti di de

eri tahu Verdi bahwa dia akan segera kemba

, dia menemukan orang tuany

cap Sonia pada ibu dan ayahnya. Ketika berniat

a, berdiri dari sofa, tampak ke

nya bergegas mendekat dan menampar

di ruang tamu, diikuti

Kamu tidur dengan om Tonny. Apakah kamu tidak punya harga diri? Ti

Kedua orang tuanya khawatir Salwa tida

uk mengorbankan dia demi Salwa karena

i rencana itu sejak lama, h

akukan tidak adil. "Aku sama sekali tidak berniat u

ika tidak ada api. Kamu memutuskan tinggal di rumah Tonny sebelum kalian menikah. Jika kam

Mata Sonia tampak merah karena menahan emosi saat menatap ibunya. Suaranya terdengar semakin k

an sikap meremehkan

bar dan dia balas membentak, "Kenapa kamu menatapku dengan ekspresi seperti itu? Sonia, kamu berani m

at meraih pergelangan tangannya. "Bu, Tuan Verdi ada di luar. Apakah Ibu begi

ita mengenai Verdi, jadi dia de

lantai atas un

kelas dan dokumen penting. Dia memutuskan untu

gga, dia mendengar

ikahkan putri mereka. Kenapa aku merasa

Ramli. Melihat pipi Sonia tampak bengka

enak ketika mereka

pan Verdi, lalu mencoba meredakan ketegangan. "Tuan V

ca-kaca, dia terlalu malu untuk menatap Ve

da Verdi. "Aku sudah mengemasi semua barangku, ayo pulang," ucap

ari-jari ramping Verdi memperbaiki kacamatanya, seolah ingin mengingatkan dirinya agar tetap tenang.

enangkan. "Pendapat ayahmu tidak salah. Wajar saja jika dia menginginkan se

atir karena tidak ingin keluarganya mengam

istrinya. "Jangan khawati

andi dan bertanya, "Mas kawin s

kan mengenai mas kawin Sonia, karena dia mend

dah tidak memimpin Grup Malik dan meny

boleh mencari masal

n memaksakan diri untuk tersenyum, "Terserah Tuan

sudah memberikan sebuah apartemen di Teluk Bahagia pada

ar cerah ketika mendengar berita itu. "Apartemen di Teluk Bahagi

ranya terdengar penuh semangat.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
“Sonia ditipu oleh calon ibu mertuanya untuk menikah dengan om tunangannya yang duduk di kursi roda dan sakit-sakitan. Dia pikir hidupnya akan menjadi neraka setelah menikah, tetapi dia mendapat kejutan besar. Suaminya membelikannya rumah dan tanah, dan bahkan menghujaninya dengan semua cinta. Hidup itu baik. Satu-satunya kekurangan adalah bahwa suaminya, Verdi, selalu batuk seolah-olah akan mati kapan saja. Suatu hari, Sonia menemukan rahasia suaminya, yang ternyata telah mengawasinya sejak lama. Dia mencibir, "Bukankah kamu sakit kronis?" "Aku lebih baik sekarang. Terima kasih atas perhatianmu," jawab Verdi. "Apakah kamu tidak lumpuh?" Mendengar pertanyaan ini, Verdi berkeringat dingin. "Yah, aku tidak ingin anak kita diejek, jadi aku punya dokter terbaik untuk merawat kakiku." Sonia sangat marah. Dia berteriak, "Siapa kamu? Apa lagi yang kamu sembunyikan dariku?" Dengan bunyi gedebuk, Verdi berlutut dan berkata, "Istriku, jangan meninggikan suaramu. Berteriak dengan marah bisa membahayakan bayi. Pukul saja aku sebanyak yang kamu mau." Perilaku Verdi mengejutkan semua orang yang mengenalnya. Pria kejam, yang tidak pernah meminta maaf pada siapa pun, berlutut untuk seorang wanita! Mengapa?”