icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PERNIKAHAN PENUH KEBENCIAN

Bab 10 BASAH BERDUA

Jumlah Kata:1160    |    Dirilis Pada: 23/02/2024

mereka akan diterima baik di situ. Bibinya sejak dulu sangat menyayangi dia dan ka

elakaan sepuluh tahun setelah pernikahan mereka. Semua keluarga mendesak beliau menikah kembali supaya tidak kesepian, tapi beliau begitu setia dengan almarhum suaminya yang sangat dicintainy

at girang saat membukakan pintu pagar untuk Adit. Beliau memandang bingung pada R

uka memasak bermacam-macam hidangan untuk mengenyangkan perut tamu-tamunya. Alhasil, Rina gelagapan saat bibi

akan lahap berbagai hidangan yang disodorkan padanya. Dia bahkan tertawa pada lelucon-lelucon bibinya yang sering

meminta Bibi Adit supaya memperbolehkannya menginap di sana. Bibinya pun menyetujui permintaan Rina karena beliau khawatir melihat keponakannya yang harus menyetir tengah malam selama

bih nyaman. Untungnya, besok hari Sabtu, jadi mereka tak perlu bangun subuh-subuh supaya tidak telat sampa

letak cukup dekat dengan rumah bibinya. Sungai itu walaupun kecil, tapi cukup indah karena dikeli

t itu. Adit melihat binar-binar keceriaan anak kecil di mata pacarnya itu. Den

rlibur kesini ya. Aku sering ke luar n

banyak tempat kayak gini, yang lebih bagus pun banyak. L

membuatnya berseru, "Sekarang, sekarang aja, dit! Ak

lum-belum papa dan mamamu membenciku gara-gara hal ini. Ka

berkali-kali sampai bajunya basah. Adit membalas Rina dengan melompat ke dalam air dan menarik Rina bersamanya. Berkali-kali

erkejut dan berusaha menghindar sambil masih tertawa cekikikan, namun kakinya tiba-tiba menginjak

ai bawah. Rina berusaha bangkit dan berdiri tapi pelukan

ot-otot tangan Adit mempersempit jarak di antara mereka dan m

lam masalah besar!" bisik Ad

ata Adit itu tiba-tib

uh terlalu dalam. Kayaknya...

nita itu tak berkata apa-apa d

di cinta, padahal kamu sama sekali belum pernah mengatakan perasaanmu padaku

wab itu sekarang! Aku sendiri

menghadapnya dan dengan bing

dua juga sudah menjadi rutinitasku yang membuatku tak bisa melewatkannya begitu saja. Tapi

usahaku sia-sia dong. Apa aku sebegitu nggak menariknya

nya, bahkan pada orang tuaku sekalipun. Kehidupan kami tidaklah seperti sebuah keluarga dan mereka tak pernah mengajariku apa cinta dan kasih

aku mengajarimu bagaim

iduganya, Adit menurunkankan wajahnya ke arah Rina dan menempelkan bibirnya disana tan

nya meraih wajah wanita itu dan semakin memperdalam ciumannya. Sungguh ironis, pikirnya. Perkataan dari wanita itu begitu pahit,

berbuat banyak. Betapa saat ini dia ingin sekali bisa melihat hati wanita ini dan m

ya... wanita itu tiba-

ulut Adit. Merasa mendapatkan lampu hijau, Adit meraih pinggul Rina dan mendekatkannya ke tubuhnya. Bibir mere

an apa yang terjadi di sekitarnya. Namun apakah perasaan mereka cukup kuat

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PERNIKAHAN PENUH KEBENCIAN
PERNIKAHAN PENUH KEBENCIAN
“Apa yang akan terjadi jika cinta dan benci dari masa lalu menyapa kembali setelah sepuluh tahun berlalu? Rina Wibowo sungguh tak menyangka dia akan kembali bertemu dengan Aditya Harsono, pria yang pernah menjadi mantan pacarnya sekaligus mimpi buruk di masa lalunya. Untungnya, Adit tampak tak mengenali Rina akibat perubahan penampilan yang dialaminya. Merasa dia bisa mengelabuhi Adit dan mendapat penghasilan lebih, maka Rina menerima begitu saja tawaran pekerjaan sebagai guru privat anak perempuan pria itu. Bodohnya, Adit yang tak tahu identitas sebenarnya dari guru privat anaknya itu, jatuh cinta sekali lagi pada wanita itu dan ingin menikahinya. Hanya saja, tanpa sengaja suatu hari dia akhirnya mengetahui siapa Rina sebenarnya dan mengembalikan luka-luka serta kebencian yang selalu bersarang di hatinya buat wanita itu. Saatnya dia mengembalikan semua kehancuran yang pernah dialaminya pada calon istrinya itu. Maka sebuah rencana pembalasan pun disusun untuk seorang wanita yang pernah dan masih dicintainya. Dia akan berencana menikahi Rina dan membalaskan dendamnya dengan memperlakukan istrinya tersebut layaknya sampah. Hari demi hari haruslah sedemikian menyiksa sampai dia puas saat melihat penderitaan yang dialami istrinya. Namun... akankah pembalasan itu tetap layak untuk diteruskan saat Rina akhirnya memilih untuk menceraikan Adit dan meninggalkan pria itu selamanya? Akankah kebencian itu begitu besar hingga bisa meredam kerinduan yang melanda Adit saat dia mendapati Rina tiba-tiba saja pergi dan tak mau menemuinya lagi?”