“Dengan ke tidak berdayaan seorang istri dan rasa sayang yang amat sangat untuk seorang suami, Naura rela menyewakan wanita penghibur untuk suaminya. Hari demi hari, Naura lewati hidup bagaikan tercekik di antara himpitan bebatuan karang yang terjal. Tetapi Naura harus melewati rumah tangga bagaikan bara api ini, demi melancarkan balas dendamnya akan inseden kematian keluarganya. Mereka harus tahu? Dirinya memang korban satu-satunya yang selamat dari inseden kecelakaan itu. Luka di tubuhnya mungkin dengan sangat cepat akan sembuh dengan sendirinya, tetapi ... apa mereka tahu? Luka di benak Naura menyaksikan kedua orang tuanya terpanggang di dalam mobil dengan tangan yang meronta dari balik kaca?”