icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dinikahi Guru Bk

Bab 2 2. 1000 Istighfar

Jumlah Kata:1688    |    Dirilis Pada: 31/01/2024

ulan l

Tok...

kelas 12 IPA-A yang berhasil memecah konsentrasi semua siswa yang tengah s

as guru dan sebagian

una untuk memanggil Kak Anggun Citra Les

n itu di sekolah!" bisik siswi di samping Anggun. Dia a

ah ini, kalian jangan jealous ya!" balas Anggun dengan santai pada kedua sahabatnya.

ini Anggun memang terkenal bandel tapi sekali pun Anggun tidak pernah membantah perintah semua guru yang ada di sekolah.

arena sudah saking hapalnya dengan sepak terjang Anggun selama ini. Di kelas 12 IPA-A ada tiga siswa yang rajin berkunjung ke ruang BK. Antok, Gi

dan Bahasa. Setiap jurusan berada dalam satu gedung. Setiap jenjangnya terdiri dari 12 rombel atau rombongan belajar yang terbagi menjadi 3 jurusan. Kelas pun terpilih dari hasil tes seleksi masuk sekolah dan Anggun masuk di kelas A. Artinya Anggun bukanlah siswi yang tidak pandai.

un kembali mengeja nama ruangan yang tentu saja sangat dihapalnya. Di dalam sana ada 5 guru BK yang selalu sabar menghada

intu di hadapannya. Ketukan ketiga barulah seorang pere

erempuan bernama Zahra tersebut. Zahra adalah guru BK

ri Pak Arjuna ya?" balas Zah

awab Anggun d

ertinya masih ke kamar mandi," balas Bu

sena Cakrawangsa. Sebenarnya Anggun tidak takut pada laki-laki berkacamata berparas tampan tersebut. Anggun hanya merasa tidak nyaman jika orang lain mengusik masalah pribadinya. Terutama masalah dalam keluarganya. Mungkin di mata sebagian o

saku seragam putihnya. Namun belum sampai hatinya terhibur suara decit kursi menginterupsinya. P

jar Arjuna seraya mendaratk

l dirinya sudah memberikan senyuman termanisnya tapi laki-laki dewasa

dari sisi manapun Arjuna tetaplah tampan dan menarik apalagi saat kacamata berframe hitam itu bertengger mesra di hidung bangirnya. Kadar ketampanan Arjuna bert

Anggun yang sudah hapal dengan alur di ruangan ini lantas turut beranjak dan menyusul langkah lebar Arjuna yang lebih dulu sampai. Rungan sempit yang hanya disek

pada buku di hadapannya seolah baru

ewa yang terus menggerus harapan mereka. Sejatinya remaja seperti mereka tidaklah berdosa. Mereka hanyalah korban yang terperangkap dalam problematika orang dewasa yang lebih memenangkan ego daripada sebuah cinta. Mereka hanyalah

i?" Arjuna mengeluarkan sesuatu da

gan enteng saat melihat barang berbentuk kotak pe

barang ini?" ujar Arjuna lagi

ker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, serangan jantung, stroke, demensia, disfungsi ere

memamerkan rahang tegasnya di hadapan Anggun. Siswi di hadapannya

a kamu mengonsumsinya?" Pertanyaan

Arjuna, Anggun menundukkan wajahnya sembari kembali berkata-kata, "Mungkin karena

sekian siswi, Anggun adalah siswi yang selalu berpenampilan sederhana. Tidak pernah neko-neko. Anggun biasa hanya

perubahan tatapan Arjuna padanya. Bukan marah atau benci padanya melainkan rasa iba yang tersirat di dalam sana dan Anggun

ng kamu lakukan ini salah. Dengan alasan apapun ini tetap tidak bisa diben

hat orang-orang yang kita cintai bahagia dengan car

at mengabur. Hatinya tersayat mendengar penuturan Arjuna. Salahkah jika dirinya ingin memiliki keluarga yang sempurn

tik. Kamu sempurna Anggun. Jangan sampai kamu merusak masa depan kamu sendiri. Apalagi sebentar lagi kamu lulus SMA. Perjalanan kamu masih panjang. Raih cita-ci

pada Anggun. Gegas Anggun menerima dan mengusap ai

at Bapak," jawab Anggun

memasang ekspresi yang tentu sud

isa jangan bersihin kamar mandi ya Pak, bau soalnya hehehehe," sahut An

lalu memperlakukan Anggun dengan keras dan tegas. Namun Anggun bukannya luluh, gadis itu justru sering membuat masalah di sekolah. Surat panggilan untuk orang tuanya pun tidak pernah sampai di tangan kedua orang tuanya. Akhirnya Arjuna s

ertanya. Memberikan penawaran palsu ke

nya jangan membersihkan kamar mandi atau berdiri di tengah lapangan ya Pak," pinta Anggun

kali," titah Arjuna dengan serius. "Satu lag

at istighfar sebanyak 1000x tentu bukanlah hukuman yang ringan.

dengan memasang wajah memelas. Me

matnya, "tidak bisa! Sekarang silahkan ke luar da

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dinikahi Guru Bk
Dinikahi Guru Bk
“18+ "Pak Bapak jangan galak-galak kenapa? nanti gantengnya luntur loh!" ucap Anggun dengan santainya kepada guru BK di hadapannya tersebut. "Nggak papa luntur wong saya udah punya calon istri kok," balas Arjuna dengan tatapan tak terbaca. "Hahahaha... Bapak ngigau deh! Selama dua tahun ke luar masuk ruangan Bapak, nggak ada tuh satu pun guru yang bilang Bapak udah punya calon istri," cibir Anggun tak percaya dengan ucapan guru BK yang berjuluk malaikat pencatat amal tersebut. "Jadi penasaran, siapa Pak?" Kembali Anggun melayangkan pertanyaan. Sejujurnya Anggun sengaja ingin mengalihkan fokus Arjuna yang sejak satu jam lalu tanpa henti memberikan tausiyah padanya. "Ya siswi yang paling sering masuk ruangan saya."”
1 Bab 1 1. Jodoh Pilihan Nenek2 Bab 2 2. 1000 Istighfar3 Bab 3 3. Ibu Sambung4 Bab 4 4. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga 5 Bab 5 5. Gosip6 Bab 6 6. Guru Galak7 Bab 7 7. Calon Adik Tiri8 Bab 8 8. Desakan Nenek9 Bab 9 9. Ide Gila Anggun10 Bab 10 10. Butterfly Club11 Bab 11 11. Terkuaknya Sebuah Rahasia12 Bab 12 12. Fakta Menyakitkan13 Bab 13 13. Bertemu Calon Suami14 Bab 14 14. Maju Mundur Kena15 Bab 15 15. Laki-laki Menyebalkan16 Bab 16 16. Bimbang17 Bab 17 17. Status Baru18 Bab 18 18. Berbagi Ranjang19 Bab 19 19. Ujian Akhir Sekolah20 Bab 20 20. Kecurigaan Sahabat Anggun21 Bab 21 21. Wali22 Bab 22 22. Ke Gep23 Bab 23 23. Rencana Gio24 Bab 24 24. Gara-Gara Bola Basket25 Bab 25 25. Istri Badung Pak Arjuna26 Bab 26 26. Kita Pacaran! 127 Bab 27 27. Kita Pacaran! 228 Bab 28 28. Tawaran Bulan Madu 129 Bab 29 29. Tawaran Bulan Madu 230 Bab 30 30. Pengunduran Diri Arjuna31 Bab 31 31. Tragedi32 Bab 32 32. Dejavu33 Bab 33 33. Kedatangan Kedua Sahabat Anggun34 Bab 34 34. Kedatangan Sahabat Anggun 235 Bab 35 35. Gara - Gara MP36 Bab 36 36. Gara-Gara MP 237 Bab 37 37. Sweet Moment38 Bab 38 38. Sweet Moment 2