“"Mas aku pergi, "kata Lina sambil mengelus perutnya yang masih datar. "Ini adalah terakhir kalinya aku mendampingimu. Semoga kamu bahagia dengan istri barumu, "gumamnya lagi dengan air mata bercucuran. Pupus sudah harapannya untuk bersanding dengan kekasih hati. Dia lebih memilih mengalah, demi sang buah hati. Dengan cekatan Lina mengambil semua barang pribadinya dari almari, memasukannya satu per satu ke dalam tas travel yang ada di atas kasur. Dibukanya dompet berwarna biru, yang selama ini menemaninya sejak jaman kuliah. Mengeluarkan semua kartu fasilitas dari Dewa Hartono. Lalu meletakannya di atas meja. Dengan mengendap-endap perempuan itu melewati kamar tamu. Sekali lagi ekor matanya melirik ke ruangan yang terang benderang. Dimana sang suami tengah terlelap dalam keadaan telanjang dada. Dalam dekapan seorang perempuan yang tak mengenakan sehelai benangpun. Lina kembali mengusap dadanya yang terasa nyeri. Sebelum akhirnya pergi meninggalkan Mansion keluarga Dewa, sang CEO DMC Company.”