icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

WANITA TERNODA

Bab 2 Fakta Menyakitkan

Jumlah Kata:1477    |    Dirilis Pada: 06/01/2024

u Frequence

a membenci semua. Ia me

, maafkan aku." Nala menang

akan terusannya kembali dan berjalan denga

kan Nala," lirihnya sam

gairah dan hatinya terenggut begitu sakit sekali. Ia mengenakan kem

erasakan hal tra

Aku sudah ternodai ya A

n. Bapak dan ibunya entah ke mana. Masih sambil menahan kesakitan, Nala menyiapkan air di bas

a ketiduran dari tan

*

puk orang sekampung. Sakit dan merasa tubuhnya sulit bergerak dengan

mengusap dadanya yang sakit. Air mata kembali menetes, Na

ke relu

it. Keluar dari kamar, menatap sekitar rumah yang sunyi. Mereka semua sedang terpulas tidur dan Nala seorang diri merasakan

dan mengeluarkan isinya. Betapa, ingin berteriaknya i

k adalah harusnya hari kebahagiaan mereka. Ia tidak ingin membuat Dharma kecewa setel

eranjak keluar rumah dan nekat menemui Dharma. Embusan napas yang masih

ak membuatnya merasa nyama

get, baru saja ia

itar rumah

jadi jadwalnya ke perkebunan miliknya untuk meli

u ke per

lagi di pingit? Nggak sa

ima Nala apa adanya. Keadaan Nala yang tidak seberuntung gadis di kampung tid

n. Nala mau cerita sesuatu sama

Nala dan dengan cepat pula Nala menjauhkan tangannya. Ia tahu

ukan, tapi sedang berusaha di fase yang ha

apa wajahn

mencelos dan tubuhnya

a menyentuh pi

n merasa debaran jantungnya semakin tidak karua

? Kau terlihat

kembali menetes. Ia tersenyum perih, "Bisakah kita berbic

k tenang melihat Na

ah, ay

u perkebunan

akutkan. Berkata jujur tentang ken

pa, N

terkesan mendadak," N

"Neng, mau minta sesuat

ngisannya. Hatinya benar-benar remuk

Nala mulai s

pa Neng sayang? B

yentuh dagu Nala dan mengangkat lembut.

gak bisa melanjutk

i himpit ribuan batu kerikil tajam. Ia menatap Nala leka

us 'kan?" Dharma

Aku nggak bisa melanjutka

melepaskan sentuhan

hanya itu kata-kata

kahan itu sakral, bukan untuk main-main. Kita

ku," Nala menggeleng dan

ju?" Dharma tahu, ayah Nala m

dak'." Nala berucap kental dengan

tidak bisa menerima pe

. Kumohon ... maafkan N

ng. Mas-mu ini cinta samam

eratur kini harus terembus dengan kasar. Hingga, Dharma menggeleng

u mengerjaiku seperti ini, k

erius,

amparan kebun yang ditumbuhi berbagai tanaman. Berusaha menst

ngis sesunggukkan, ia serius dan tidak tahu harus berkata apa untu

ucap Na

yang menandakan udara pagi yang masih sangat dingin. Tatapan mata mereka bertemu dan saling ter

jelaskannya?" Dharma akhirnya berkata den

ali ndak sesuai yang Mas harapkan. Nala ndak seperti wanit

Mas, apa yang sudah membuatmu membatal

mbut kedua tangan Nala dan m

sannya," ucap

u harus memulai dari mana, aku

u mencint

Mas," uc

membatalkan pern

sulit menelan s

, Dharma memutuskan berlutut dan kedua netranya mulai membasah. Ia ta

lama ini kita sudah berjanji untuk saling menerima kekurangan dan k

sesulit ini menjelaskan

janji akan sia

atinya serasa lepas, ia tidak akan melepaskan Nala dan de

, ken

ikahan ini, Mas. Aku ... nggak ak

aku siap menerima semuanya." D

embali, kedua netrany

lon istrimu sudah

engar Nala berkata. Mulutnya te

sa, Mas," uc

ang mela

adanya serasa dirobek begitu menyaki

. nggak k

membuka kembali matanya dan menatap Nala dengan tatapan

bisa menolak, melarikan diri dan berteriak semampu yang kau bisa?" D

n pada mereka. Tapi ... aku nggak bisa melakukan apa pun selain pasrah,

ta. Nggak mungkin batal, Ibuku sudah membayar s

dan memeluk kaki Dharma

nya. Aku hanya ingin mengambil beberapa tangkai bunga dan bertemu me

nku. Aku ambilkan bunga sebanyak yang ka

salah Mas,

ang ke rumah. Aku akan mengatakan

h apala

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
WANITA TERNODA
WANITA TERNODA
“Instagram : Mariagustisilaban Nala Sundari, tidak pernah menyangka jika kesuciannya harus direnggut secara tragis oleh pria-pria yang tidak ia kenal. Lima orang, bergantian memerkosanya. Dunia Nala hancur. Rencana pernikahan yang akan digelar dua hari mendatang, berakhir begitu saja. Setelah kejadian itu, bukannya mendapat dukungan, Nala malah dianggap mempermalukan keluarga. Calon suami Nala marah dan kecewa. Lelaki yang Nala anggap jodoh terbaik, tega meninggalkannya begitu saja. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau menghapus air mata Nala. Bahkan, mereka menendangnya, memintanya pergi sejauh yang dia bisa. Nala berusaha untuk memulai lagi kehidupannya. Namun, salah satu pria yang sudah menghancurkannya, justru muncul di hidupnya. Pria itu berkali-kali menolong Nala, sekali pun mendapat penolakan. Lantas, cukupkah itu untuk membuat Nala memaafkannya? Atau, Nala akan menghindar, pergi sejauh-jauhnya dari pria yang sudah menodainya? Apakah ini takdir Tuhan? Semua tidak baik-baik saja.”
1 Bab 1 Wanita Ternoda 2 Bab 2 Fakta Menyakitkan 3 Bab 3 Dicampakkan Keluarga4 Bab 4 Kehidupan Baru Melelahkan5 Bab 5 Dipertemukan Kembali 6 Bab 6 Trauma dan Rasa Bersalah 7 Bab 7 Mulai Terbuka8 Bab 8 Kebaikan Nicholas 9 Bab 9 Hasrat dan Kebencian10 Bab 10 Wanita Ternoda 11 Bab 11 Kali Pertama 12 Bab 12 Aku Tahu, Bagaimana Rasanya 13 Bab 13 Fight and Struggle14 Bab 14 Kehebatan Nicholas 15 Bab 15 Hasrat Pria16 Bab 16 No Matter What I Do17 Bab 17 Pelindung Hati 18 Bab 18 Festival Bunga19 Bab 19 Dihancurkan Olehmu 20 Bab 20 Memberi Kehangatan 21 Bab 21 Pantas Mendapatkan Balasan 22 Bab 22 Kabar Media Diinginkan 23 Bab 23 Hanya Rindu24 Bab 24 Bolehkah, Merindukan 25 Bab 25 Melampiaskan Hasrat Terpendam26 Bab 26 Dipandang Sebelah Mata27 Bab 27 Memeluk Tubuhmu28 Bab 28 Terimakasih Sudah Menyelamatkanku29 Bab 29 Hanya Bentuk Perasaan Peduli30 Bab 30 Memanggil Namamu Tanpa Membenci31 Bab 31 Tidak Menyukai Sikap Cuekmu32 Bab 32 Hanya Ingin Menangis, Meluapkan Semua33 Bab 33 Bagaimana Menggoyahkan Hatimu 34 Bab 34 Tegar yang Menyakitkan35 Bab 35 Akan Memperjuangkan36 Bab 36 Keresahan yang Manusiawi37 Bab 37 Ain't No Love38 Bab 38 Sudah Mencoba Lebih Kuat39 Bab 39 Harapan dan Tentangmu40 Bab 40 Bingkisan Tanpa Nama41 Bab 41 Perayaan Perusahaan Lyman42 Bab 42 Kertas Kecil Berharga43 Bab 43 Pria Dalam Dekapan Nala44 Bab 44 Apakah Ini Takdir Tuhan 45 Bab 45 Apa Kau Cemburu 46 Bab 46 Perasaan Tak Bisa Dipendam47 Bab 47 Aku Juga Mau Terlihat Dimatamu48 Bab 48 Mengikatmu Perlahan