icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy

Bab 3 Om Ganteng Itu Ternyata Bos Baruku

Jumlah Kata:1061    |    Dirilis Pada: 30/12/2023

Neng kasih ke saya!" ujar sopir taksi online

rin siang dia pun sudah sampai ke tempat yang sama. Dengan tujuan

mau kejar setoran mumpung masih pagi gitu!" celoteh Emmy lalu turun dari ta

n meninggalkan Emmy sendirian di situ. Dengan ragu-ragu gadis itu menekan tombol bel di

isa dibantu?" sapa satpam berna

undari, apa beliau ada? Saya karyawati baru Fame Pale

matis di hadapan Emmy. Dia pun bergegas mas

kin kayak mini kastil Disneyland gitu!" komentar Emmy sembari celing

ata, "Non, masuk aja langsung ke sana, lewat teras depan

dengan ceria. Kemudian dia bergegas men

my karena rumah megah itu namp

uangan dan tersenyum menatap Emmy. Dia pun mengulurkan tangan ka

menjadi asisten arsitek baru di Fame Palette Artis

sekaligus merangkap bagian accounting." Bu Rita berjalan mendahului Emmy ke sebua

mperkenalkan Emmy ke rekan-rekan kerja barunya, "Teman-teman, ini Emmy Estelia Setia

midasi. Para wanita itu nampak modis dan terawat, full make up juga pastinya. Sementara pa

sebentar," ujar William yang baru saja memasuki ruangan penu

u keluar dari ruang meeting staf diikuti

nal sih sama Emmy?" celetuk

sama bawahannya, Vir!" sanggah Yuni sambil men

aingan buat ngegaet Pak Bos, iya nggak?" timpal Vera y

Emmy itu B ajah deh. Masa iya Pak Willy lebih demen sama cewek udik begitu?!" Tem

r pembicaraan para karyawati di situ. Dia hanya bisa me

a ke ruang makan. "Duduk dulu deh! Kamu sudah sarapan belum

asih bingung juga bagaimana memanggil pria matang yang tak lain adalah bos ba

kebingungan, William pun tertawa. "Mas aj

tau Pak juga kesannya profesional!" sahut Em

s manis itu. "Cobain deh muffin bikinan Chef Juno, koki rumahku. Mungkin kamu suka. Atau menu lainnya boleh juga! Pok

a makan. Dia pecinta kuliner juga karena selama di Amerika dulu bekerja di restoran. "Wow, kelihatannya

alak sekali apa lagi kalau karyawan atau karyawatinya berleha-leha tak bekerja. Namun, m

an piring berisi aneka mini pastry ke hadapan gadis imut itu. Dengan se

ya William yang malah melayani

h. Dia mengambil sebuah cupcake berhias krim rasa

diri. "Makan yang kamu suka ya, bebas! Setelah sarapan baru kita k

makan. Dia tak ingin kekenyangan di hari pertamanya bekerja.

Beibeh!" ucap William sambil merangkul

an menuju ke pintu untuk mengintip kedekatan Emmy dengan William. Pintu kantor

celetuk Yuni sembari menertawakan rekannya yang ngefans berat sedari

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
“Bacaan khusus dewasa! William Samsons MacRay, arsitek ternama yang nampaknya memiliki masalah tentang melakukan segalanya tepat waktu. Dia seorang pria matang, 37 tahun yang telat nikah karena sibuk membuat bangunan arsitektur menakjubkan di berbagai belahan dunia. Namun, kali ini kejadian naas ketika dia dicopet dompetnya serta ketinggalan pesawat di bandara justru mempertemukan Will dengan Emmy Estelia Setiawan. Gadis imut berusia 22 tahun itu baru saja pulang ke Jakarta usai menyelesaikan pendidikan arsitekturnya di Harvard University. Dia membelikan Will secangkir kopi dan juga mengantar pulang pria matang itu dengan taksi bandara. Siapa sangka, Will adalah pemilik Fame Palette Artisans Co, tempat yang menerima Emmy bekerja via email saat masih di Amerika Serikat? Baru kali ini William merasa begitu tertarik dengan seorang gadis, dia membuat Emmy selalu bersamanya ke mana pun dia pergi bekerja di seluruh dunia; Berlin, Dublin, Maroko, Praha, Rotterdam, dll. Mereka pun menjadi sangat dekat sehingga memiliki hubungan spesial sugar daddy dan sugar babynya. Ketika benih-benih cinta itu tumbuh, orang tua Will malah menjodohkannya dengan Vanessa, puteri kolega mereka agar dia segera menikah. Beranikah William tetap memperjuangkan cintanya untuk gadis imut kesayangannya ataukah dia mencoba bersikap logis dan memupus hubungan berbeda usia yang jauh itu?”