icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Sang Pemuas

Sang Pemuas

Penulis: Juliana
icon

Bab 1 Part 1

Jumlah Kata:1537    |    Dirilis Pada: 04/12/2023

yahku meninggalkan aku dan Ceu Imas, satu - satunya saudaraku. Untungnya Ceu Imas sudah punya suami. Sementara aku m

MP, kakakku "angkat tangan". Aku malah disuruh cari

pula saat itu umurku baru 14 tahun. Melamar ke mana -

anya tiap bulan. Uang yang jumlahnya tidak sebe

a. Dengan membantu - bantu di pasar pun jadilah. Yang penting

gsung selama b

menjadi kuli di pasar. Karena itu aku sengaja membuat SIM A dan C. Dengan tujuan, ingin menjadi sop

pa dengan teman karibku, Dadang, yang me

ar ?" tanyanya

, "Wah ... keren ... loe s

li mobil aja sih gak s

kalau penghasilan gue pas - pa

Biar bisa ngobrol l

al dahulu dia senasib denganku. Sama - sama anak orang tak punya. Tapi sejak ia pindah ke kota, aku tak pernah b

dannya ke arah timur, "Di pinggiran begini, mana bisa nyari duit ? Kecuali kalau loe ma

ta. Mau tinggal di mana ? Harus

mencari duit di kota, loe

ya rumah send

Dadang me

aya dengan gue, tapi sudah pu

ang gue udah sembilanbelas tahun Sep.

kunci ke tetangga sebelah. Takut

Sekalian bawa baju untuk ganti. Siap

an, pasti gue kerasa

. Asal mau aja l

n gue kerjakan, asal

takkan merugikan oran

u, Dadang menghentikan sedannya. "Gue

u, "tunggu seb

an nyaris roboh itu. Di dalam rumah, kukumpulkan semua pakaian y

kukunci pintu depan. Anak kuncinya kutitipkan ke tetang

jalan besar, di mana Dadang t

emandang ke arah kakiku yang cuma mengenakan

l. Belum punya yang b

udah gak dipake. Kelihatannya kaki loe

ai sepatu ukur

or itu, " kata Dadang sam

mas. Tapi dia kan punya suami, tidak bebas juga untuk ngeluarin duit. Makanya setelah tama

kin sedang memikirka

engikuti langkah gue, pasti takkan ke

Tugas apa pun akan gue jalanin, asalkan pengh

ngan sampai orang kampung kita ada

akannya Dang. Memangnya

wanita yang rata - rata berusia di a

mana cara meny

nyelam minum air. Dapet duit banyak sambil me

engen kerja seperti itu.

dalam tempo setahun aja gue udah punya rumah dan mobi

pasti orang - o

diri, ada juga yang istri pejabat. Dengan berbagai a

gol

i gigolo kelas tinggi. Karena yang ngajak

beroperasi

Mamih, " sahut Dadang, "Dialah yang menentukan siapa y

.. git

rus berdandan serapi mungkin, supaya loe kelihatan ganteng di mata Mamih. K

usuh - lusuh, giman

harus berdandan sebaik mungkin, supaya tidak kelihatan bar

a Dang. Gue akan iku

Jangan pakai nama Asep. Kedenga

ganti dengan

tetap manggil Sep, tapi berasal dari nama Yosef, b

lau manggil masi

udah ada pengalam

da

pa ? Sama

pernah nyentuh pelacur. Lagian di

iperiksa oleh dokter mengenai kebersihan darahmu. Kalau ada

esar dan keren bentuknya. Ada garasinya segala. Bahkan setelah masuk ke dal

ng, " komentarku sambil mengamati kola

yang bagus, untuk melatih pernafasan dan sebagainya. Nanti kalau loe mau berenang,

berenang, tapi di sungai. Karena di

nya padaku, Pakaian yang lazim dikenakan orang kota. 3 sepatu yang kelihatan m

kamar yang berdamping

tama harus selalu menjaga kebersihan. Supaya ibu - ibu dan tante - tante yang berkencan denga

engetahuan tentang cara - cara bergaul. Sup

supaya kita senantiasa fits, terutama agar kontol kita selalu tangguh dalam menghadapi wanita serakus apa pun dala

oleh Danke. Supaya aku lulus dalam

, Danke mengajakku ber

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sang Pemuas
Sang Pemuas
“Kulihat ada sebuah kamera dengan tripod yang lumayan tinggi di samping meja tulis Mamih. Ada satu set sofa putih di sebelah kananku. Ada pula pintu lain yang tertutup, entah ruangan apa di belakang pintu itu. "Umurmu berapa ?" tanya Mamih "Sembilanbelas, " sahutku. "Sudah punya pengalaman dalam sex ?" tanyanya dengan tatapan menyelidik. "Punya tapi belum banyak Bu, eh Mam ... " "Dengan perempuan nakal ?" "Bukan. Saya belum pernah menyentuh pelacur Mam. " "Lalu pengalamanmu yang belum banyak itu dengan siapa ?" "Dengan ... dengan saudara sepupu, " sahutku jujur. Mamih mengangguk - angguk sambil tersenyum. "Kamu benar - benar berniat untuk menjadi pemuas ?" "Iya, saya berminat. " "Apa yang mendorongmu ingin menjadi pemuas ?" "Pertama karena saya butuh uang. " "Kedua ?" "Kedua, karena ingin mencari pengalaman sebanyak mungkin dalam soal sex. " "Sebenarnya kamu lebih tampan daripada Danke. Kurasa kamu bakal banyak penggemar nanti. Tapi kamu harus terlatih untuk memuaskan birahi perempuan yang rata - rata di atas tigapuluh tahun sampai limapuluh tahunan. " "Saya siap Mam. " "Coba kamu berdiri dan perlihatkan punyamu seperti apa. " Sesuai dengan petunjuk Danke, aku tak boleh menolak pada apa pun yang Mamih perintahkan. Kuturunkan ritsleting celana jeansku. Lalu kuturunkan celana jeans dan celana dalamku sampai paha.”