icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KONTRAK CINTA SATU TAHUN

Bab 3 Pisah Kamar

Jumlah Kata:591    |    Dirilis Pada: 20/11/2023

🏵️

atu menyodorkan segelas kopi d

ri banyak kegiatan di kantor. Ia lebih memilih duduk di sofa ruang

yang buatin? Kan, ada Bi Inah." Revan tetap

tin kopi khusus

lau aku mau, tinggal mint

denganku, bukan berarti kamu ju

hubungan denganmu

auh. Yang penting k

bersikap sabar di depan Revan karena telah berjanji a

embencinya. Ia menjauh bukan berarti menyerah. Semua itu ia lakukan

pun kenyataan kalau mereka belum pernah merasakan tidur seranjan

wanita yang belum mampu menjadi istri seutuhnya. Ia hanya berharap dan

walaupun ia sangat sedih dan terpukul menghadapi sika

nya. Ia berusaha kuat di luar, tetapi sangat rapuh di dalam. Saat s

segera meraih bantal, guling, dan selimut dari temp

ih tangan Revan sebe

g-pegang." Laki-laki it

atu melepaska

mau t

. Kamu tidur

t, ya, kamu t

bukan sep

amu apa minta ak

amu. Aku nggak tega lihat kamu tidur tiap

ikir seperti itu. Sana! Keluar

mar yang seharusnya mereka gunakan untuk

g terpenting baginya, melihat suaminya itu menikmati mimpi indah tan

n kesenangan kepada laki-laki yang telah menikahinya. Ia ingin tet

an yang harus berbaring tidak nyaman di sofa. Ia seketika melupakan sikap

miliki kepada Revan, mampu mengubah kesedihan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

pernah menyesal karena mencintai laki-laki yang tidak pernah menganggap bahkan tidak me

====

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KONTRAK CINTA SATU TAHUN
KONTRAK CINTA SATU TAHUN
“Ratu tidak pernah menyangka kalau Revan tega memberikan sebuah perjanjian di hari pernikahan mereka. Dia ditantang dengan sebuah pilihan yang sangat sulit. Jika Ratu mampu membuat Revan jatuh cinta dalam jangka waktu setahun, pernikahan tetap berlanjut. Namun, jika Ratu gagal, Revan akan menceraikan dirinya. Mampukah Ratu memenuhi syarat yang diberikan Revan? Akankah pernikahan mereka tetap berlanjut?”
1 Bab 1 Surat Perjanjian 2 Bab 2 Ditolak 3 Bab 3 Pisah Kamar 4 Bab 4 Tidak Setuju5 Bab 5 Bahas Momongan 6 Bab 6 Telepon dari Masa Lalu 7 Bab 7 Tetap Sabar 8 Bab 8 Bertemu Mantan Kekasih 9 Bab 9 Hasrat yang Terlaksana 10 Bab 10 Mulai Perhatian 11 Bab 11 Jatuh Cinta 12 Bab 12 Alat Tes Kehamilan 13 Bab 13 Perubahan yang Diidamkan 14 Bab 14 Positif Hamil 15 Bab 15 Kecupan16 Bab 16 Ketahuan17 Bab 17 Pergi dari Rumah 18 Bab 18 Kehamilan 19 Bab 19 Penolakan Ibu Mertua 20 Bab 20 Perpisahan Menyakitkan 21 Bab 21 Sedih dan Kecewa 22 Bab 22 Pertemuan Dua Keluarga23 Bab 23 Kesepakatan 24 Bab 24 Kesempatan Bertemu Istri 25 Bab 25 Mengaku Menyesal 26 Bab 26 Pertemuan Mengharukan 27 Bab 27 Pingsan28 Bab 28 Cemburu29 Bab 29 Kejutan 30 Bab 30 Kehadiran Masa Lalu 31 Bab 31 Bertemu Mantan 32 Bab 32 Kegelisahan Revan33 Bab 33 Isi Amplop Cokelat 34 Bab 34 Ratu Pingsan35 Bab 35 Kemarahan Bu Bella36 Bab 36 Berharap Keajaiban 37 Bab 37 Minta Pisah 38 Bab 38 Memohon39 Bab 39 Mengambil Keputusan 40 Bab 40 Kembali Terpisah 41 Bab 41 Tetap Berjuang42 Bab 42 Mulai Membuka Diri 43 Bab 43 Pengagum Rahasia 44 Bab 44 Foto dalam Ponsel45 Bab 45 Bingung dan Bimbang 46 Bab 46 Pasrah47 Bab 47 Menyerah 48 Bab 48 Mencari Bukti 49 Bab 49 Kenyataan Pahit 50 Bab 50 Yakin untuk Berpisah 51 Bab 51 Rahasia Besar 52 Bab 52 Berharap Keajaiban 53 Bab 53 Butuh Kepastian 54 Bab 54 Fakta yang Terungkap 55 Bab 55 Ingin Rujuk 56 Bab 56 Ingin Bersatu Kembali 57 Bab 57 Lamaran 58 Bab 58 Suami Istri 59 Bab 59 Memadu Kasih