“Nana menangisi janin yang telah gugur dari rahimnya. Diantara dua pilihan yang dia harus ambil, ibu muda itu terpaksa merelakan sang calon jabang bayi yang baru berusia dua bulan gegara serbuk racun yang disemprotkan sang kakak ipar, Bernard Benson. Sedangkan Bruno sudah berbulan-bulan tidak sadarkan diri. Lelaki yang dicintainya itu dalam keadaan koma paska tabrakan yang disengaja oleh orang suruhan Bernard. Nana muda yang tidak punya keluarga di luar negeri, harus berjuang sendirian. Merawat suaminya dan mempertahankan diri dari kematian yang selalu mengintainya. Sanggupkah Nana bertahan hingga akhir? Ataukah dia harus merelakan Bruno untuk saingan cintanya?”