icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Liar Polwan

Bab 5 Hasrat (5)

Jumlah Kata:1493    |    Dirilis Pada: 17/10/2023

tok...

pintu

malam Mba

uga dia padahal

pintu untuk menya

ara pint

g Bryan, Mbak sudah

enuhi kekecewaan. Inilah seni yang hanya dimilik

A.......

senang luar biasa persiapan yang begitu panjang untuk berdandan terba

.. Maaaf Bryan te

ngungan pada arlojinya. Pasti dia

mu telat lagi, jangan pernah berani da

" balasnya demikian gugup sambil tertunduk

inggi dariku, bersikap begitu grogi. Rasanya tidak sesuai dengan perawakannya. Tapi, he h

tapi masalah berat yaitu hati. Untuk masalah ini tes yang kuberikan sangat berat dan hanya bila di

i. jawabanya tidak cukup dengan kata-kata khas buaya darat. Tapi h

ahku sambil membuka

as sepatunya kemudian mela

ud

siap

lam diam kulirik Bryan mencob

minta maaf yang sebesar-besarn

emuanya di luar kendali Mbak

. Kehadiran laki-laki ini membangkitkan gairah beberapa ha

enyangga telinga dan sisi kepala bersikap "seolah-olah" sedang serius mende

akiku bertumpuk yang kanan di atas yang kiri, keseksian pahaku jelas sangat merangsang laki-laki manapun yang meliha

gaimana reaksi Bryan? dia benar-benar gugup. Berulang kali mengambil

Mbak," latanya sembari melirik kalung pe

kumainkan rambut yang menempel ditelinga aku berucap ketus, "Te

laki-laki nakal yang hanya mau m

dalam hati sambil t

lah mendapat apa yang Bry

adi, Bry. Mbak buat jadi den

inta ama Mbak dan Aku tipe laki-laki yang bertanggung ja

uhadapkan seluruh wa

lamar Mbak...." uja

rinya kembali menundukkan

ercaya dengan ucapannya. Sebagai anggota tentu si

dengan omonganku. Tapi wak

i wajahku menyimak tayangan televisi. Untukku ucapanya masih mer

ryan mau buktika deng

E

at wajahnya. Mungkin karena peristiwa tadi siang kata MENJAGA menjadi sangat berarti. Kebe

api tubuh aku bisa dijadikan tameng untuk Mbak. Biar Bryan dulua

?" tanyaku mengakhiri puasa bi

ng bisa bilang siap! Kami orang biasa sering le

eyakinan untuk pertama kalinya terlihat

yang jahatin Mbak? " tanya

Bryan pasti akan cari dia mbak! Mau

kamu,

berani

ryan? Bisa jadi dia punya po

a apalah artinya ketika berhadapan dengan cinta

ati nuraniku. Bryan percaya dengan kekuatan cinta. Kenapa aku selalu

r mata yang membasahi gaun putih ini. Inilah lembutnya hati seorang wanita. kami sanggup berakting be

air mata yang telah mengalir. Namun terlambat karena Bryan telah melihatnya. Dia

l menyeka air mataku sambil menarik

ti aku malah me

.." Bryan terus men

cinta Bryan. Yakinlah cinta Bryan begitu b

entramkan hati ciuman yang diberikannya. Sangat memberi kedamaian. Seolah melepaskan beban yang

. Lama ciuman berlangsung dengan kedua bibir kami saling menghisap, mencium, dan bertukar rasa. Kami para wan

i kami kini aku ditindih oleh dirinya di sofa panjang. Pintu rumah masih terbuka. Takut diriku m

u yang jenjang. Dia ciumi , jilati, bahkan sering menghisap bahkan menggigit kecil. Kuangk

ayudaraku yang semakin menyembul dalam posisi tangan terangkat.

ai ketiakku yang terpampang jelas dikarenakan model gaun yang kukenakan. Disingkirk

yan suka" bisikknya sambil tangan kirinya mulai

arapkan Bryan segera menyerang bag

jeritku keras tidak menduga Bryan akan menyusup ke ke

ak kuat menahan sensasi yang

hingga tak dapat kugerakkan. Diciuminya, disedot-sedot dan dijilat ketiakku yang mulu

ryan yang menyadari hal ini justru semakin mempercepat serangan yang dia lakukan dengan jilatan yang semakin liar. Tangan kanannya seolah bekerja sama membant

iku akibat ketiak yang terstimulasi

akku begitu

i salah satu kel

g begitu gencar aku orgasme. Tubuhku tegang melinti

g napas, lenyap semuanya berga

serbuannya dan beralih mencium bibirku. Disibaknya rambutku yang berantakan akibat badai org

merah padam terbakar api birahi, "Mbak semakin C

a Bryan! Mbak

ii...ya

bak!" per

cantik

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Liar Polwan
Hasrat Liar Polwan
“Kebutuhan biologis adalah manusiawi. Tak perduli dia berprofesi apa dalam dunianya, namun nagkah batin jelas tak mengenal tahta, kasta maupun harta.”