icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nafkah Sulit Selingkuh Elit

Bab 4 4. Debat (2)

Jumlah Kata:641    |    Dirilis Pada: 12/08/2023

li keluar rumah. Tias sudah berusaha untuk mencegah dengan memanggilnya, namun

rtua yang sama-sama tak peduli dengan perasaan orang lain. Jika saja ia punya waktu untuk mengeluh

k ketiga anaknya. Meskipun hidup serba pas, untunglah ketiga anaknya tumbuh dengan sehat dan berisi. Bahkan suaminya pu

ang ditekuk kayak gitu? Habis berantem kalian?" Bu Ningsih masu

lontarkan. Sungguh ia malas harus berhadapan d

kamunya udah wangi. Jadi laki-laki pulang ke rumah itu nggak suntuk. Kamu setiap suamimu udah sampai rumah kamu belum

masaknya lalu berdi

jaan lain. Kerjaan aku yang lainnya belum selesai, aku seharian itu nggak cuma leha-leha, nggak cuman tidur nggak, cuman mantengin anak, nggak cuman mainan hape, aku banyak kerjaan dan Ibu tahu itu. Lagipula aku masak mendekati Mas Azam pulang juga biar kalau dia makan masakannya masi

Nggak cuma kasih tahu, tempe, sayuran. Kamu pikir anak saya kambing? Saya sekolahin anak pake uang. Butuh bi

salah dengar? Beru

ehat. Sepertinya Ibu harus tahu kalau aku memasak adalah hasil dari uang yang Mas Azam kasih. Jangan lupa, Bu.

banyak ke kamu lah dari pada ke I

ilan sebulan dibagi dua sama rata. Bayangkan, Bu. Yang hasil kerja Mas Azam dibagi dua. Ini nggak adil, kan, untuk aku dengan menghidupi ketiga anaknya juga yang butuh banyak biaya dibandingkan dengan Ibu yang hidup sendirian? Apa selama ini aku perna

IA

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Nafkah Sulit Selingkuh Elit
Nafkah Sulit Selingkuh Elit
“"Jadi perempuan harus terus bekerja, meskipun kamu nanti sudah menjadi seorang istri dan ibu. Nggak apa-apa dapat receh, asal punya pendapatan dan tidak bergantung dengan suami saja. Kenapa? Karena kita nggak tahu bagaimana takdir Tuhan, belum tentu kita dapat suami yang benar-benar mengerti dengan keuangan rumah tangga. Tidak ada yang menjamin juga semua laki-laki baik, jadi kalau ada apa-apa, kamu nggak kaget dan nggak ragu untuk meninggalkan suamimu." Satu pesan dari salah satu gurunya kala di sekolah itu akhirnya Tias pahami setelah apa yang terjadi dengan rumah tangganya. Rumah tangga yang ia kira berjalan baik-baik saja itu rupanya banyak rahasia kelam yang disembunyikan oleh suaminya. Melakukan perselingkuhan di saat suaminya itu memberi uang pas-pasan, dan yang lebih parahnya lagi, suaminya itu melakukan hal yang di luar nalarnya hingga membuat Tias yang memiliki kesabaran ekstra itu murka sejadi-jadinya. Kesalahan besar apa yang dilakukan suami Tias selain perselingkuhan?”