icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lorong Hitam Kenikmatan

Bab 6 Part 6. Bahan Ejekan

Jumlah Kata:681    |    Dirilis Pada: 31/07/2023

ing tempat. Tau sendiri kan kalau

king tempat kok, entar kita makan disan

ya, oke d

u dimana Haris akan ditempatkan, dan dia memang merencanakan untuk memberi tahu Haris hari ini, dan dia juga sudah meminta suaminya untuk memb

, menunggu Aldo yang sedang terjebak macet. Untung saja jarak antara kantor Aldo, kantor Haris dan ru

g, yuk berangkat," ucap Viona.

elah dipesan. Merekapun memesan makanan masing-masing. Sambil me

i cocok ya? Udah jadian aja, sa

nggak gitu lah, yang penting ker

juga bisa, kan nggak papa nikah sesama karyawan di

a mau jarak jauhan n

an Haris pindah ke Jogja, masak

au nih? Tuh Ris, Lidya

ya mas, haduuuh," Lidya me

an. Lagian Lidya pasti juga udah pun

sih," jawab

antik gini nggak punya

et ada. Kamu juga tuh, ganteng-ganteng ko

itu kan, h

ing muji aja nih, pake bilang

hmm

niat saling sindir, tapi malah disambar dan jadi bahan olokan oleh Aldo. Viona yang melihatnya tak mampu me

h duh yank, yank sakit yank..." Aldo yang masih mengolok Haris dan Lidya tiba-tiba bert

ian 3 bulan daripada nganggur? Maksudnya

kurin, r

tu saja mereka tahu apa yang dimaksud oleh Aldo. Mereka bukan anak-anak lagi, da

realita lho, coba aja tanya mereka, iya k

s itu seminggu ng

Aduuh iyaa iyaa ampuun,

ahah

dan Lidya sebenarnya sudah kenal cukup lama karena sudah beberapa kali Lidya magang di kantor itu, sehingga sudah cukup dekat dengan Lidya.

bali mengantarkan Viona, Haris dan Lidya ke kantor mereka, sebelum kemudian kembali ke kantornya sendiri. Sampai

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lorong Hitam Kenikmatan
Lorong Hitam Kenikmatan
“Haris dan Lidya sedang berada di ranjang tempat mereka akan menghabiskan sisa malam ini. Tubuh mereka sudah telanjang, tak berbalut apapun. Lidya berbaring pasrah dengan kedua kaki terbuka lebar. Kepala Haris berada disana, sedang dengan rakusnya menciumi dan menjilati selangkangan Lidya, yang bibir vaginanya kini sudah sangat becek. Lidah Haris terus menyapu bibir itu, dan sesekali menyentil biji kecil yang membuat Lidya menggelinjang tak karuan. "Sayaaang, aku keluar laghiiii..." Tubuh Lidya mengejang hebat, orgasme kedua yang dia dapatkan dari mulut Haris malam ini. Tubuhnya langsung melemas, tapi bibirnya tersenyum, tanda senang dan puas dengan apa yang dilakukan Haris. Harispun tersenyum, berhasil memuaskan teman tapi mesumnya itu. "Lanjut yank?"”