icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jangan salahkan aku minta cerai

Bab 6 Memberanikan diri

Jumlah Kata:996    |    Dirilis Pada: 24/06/2023

an pintu mobil. Kemudian keluar duluan.

sangat bahagia. Ia tidak menutupi keb

alam minggu untuk mengisi wakt

*

ok To

menyadarkan Elsa yang

ang segera keluar

g pengemudi. Ia melirik

engan kata tegasnya tanpa embel-em

pa yang di katakan oleh Fia selama ini. Bahwa Thomas

ita makan malam dulu. Bagaimana?" tawar Fia yang he

enjelasan dari Thomas," balas E

sa dengan tatap

erharap banyak deh," cibir Fia dengan kata sarkasnya. Kemudian menjalankan mobil mewah ke

ra tapi langsung

t Fia dengan perkataannya yang kembali membuat E

panjang perjalana

ma-sama tidak bers

lsa tetiba karena penasaran dengan putri ke

ungkin tidak," bal

ya dan di dalam hati berharap putri kecil itu bukan anaknya Thomas. Melainkan anak dari pria la

ke arah Elsa. Kemudian

anyak," nasehat Fi

yang masih ada kera

lagi. Aku tidak tahu bagaimana pelakor itu berusaha mendapatkan anak dari Thomas,

anyak alasan," ujar Elsa dengan tangisan menyakitkan tanpa men

ihat kepolosan Elsa yang be

ucu?" tanya

rah Elsa dengan

erlindung saat berhubungan intim. Jadi kau pikir sendiri," balas Fia dengan kali

s selama tujuh tahun ini. Thomas memang jalang pakai perlindun

ucap Elsa dengan wajah puc

a ini. Lebih baik melihat perkembangan selanjutnya," saran

kiran Elsa sibuk berkelana di masa lalu, di mana ia selalu meminum

dari aku," batin Elsa yang menebak dan juga merupakan p

kan oleh Fia sampai

" ucap Fia yang kelu

ari dalam mobil. Tapi bunyi perut

ntar tentang citra rasa makanan. Begitu juga dengan Elsa

alam, Fia menga

ia yang tidak ingin Elsa histeris seperti or

a," balas Elsa deng

kuat," balas Fia sebelu

ya sejak SMA sampai sekarang ini

pai jam 12 malam sembari menahan kantuk. Tapi tidak terlihat ada tanda-tanda Thomas a

apa jam lalu?" ujar Elsa dengan suara sedih dan rasa

ola mata Elsa yang tidak

k banyak lembur kerja seperti

jam segi

menghubungi suaminya dari pada b

unkan Thomas yang saat ini

onsel yang berulang kali. Thomas memilih untuk memat

ponselnya dengan t

r mata berjatuhan membasahi layar ponsel atas kehancuran rum

*

a pulang ke rumah untuk me

idur dan ia tidak ada keinginan untuk membangunkan E

dua mata sembab. Karena suara air

rang internasional masuk," dusta Thomas yan

an tidak percaya dengan

aya?" ucap Thomas m

uh di dalam hati. Ia memberanikan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan salahkan aku minta cerai
Jangan salahkan aku minta cerai
“Elsa sudah tahu, Thomas sudah memiliki keluarga kecil di luar dengan mantan kekasih. Atas nama cinta, Elsa berjuang mati-matian mempertahankan rumah tangganya dari tangan pelakor. Tapi apa yang ia alami selama ini perlahan-lahan menyadarkan Elsa. Cinta yang sudah pudar tidak akan kembali. Melepaskan suami ke tangan pelakor adalah jalan yang terakhir di pilih oleh Elsa walau berat hati harus di lakukan. Hari-hari tanpa kehadiran suami sudah terbiasa di dalam hati Elsa. Hingga suatu hari, kehadiran seorang pria mengusik ketenangan hati Elsa. Dapatkan Elsa membuka lembaran hidup baru atau kembali ke suami yang mendadak bertobat.”
1 Bab 1 Selingkuh2 Bab 2 Kenyataan pahit3 Bab 3 Pelakor4 Bab 4 FIA5 Bab 5 Wahana bermain6 Bab 6 Memberanikan diri7 Bab 7 Mantan8 Bab 8 Kecurigaan9 Bab 9 Makan malam10 Bab 10 Ibu mertua jahat11 Bab 11 Perasaan12 Bab 12 Siapa pria itu13 Bab 13 Aku tidak selingkuh14 Bab 14 Obat perangsang15 Bab 15 Aroma terapi16 Bab 16 Kegilaan Thomas17 Bab 17 Ibu panti18 Bab 18 Ide Rinjani19 Bab 19 Sikap penolakan20 Bab 20 Dukungan ibu mertua21 Bab 21 Pertanyaan22 Bab 22 Rumah 10m23 Bab 23 Kelicikan Lisa24 Bab 24 Hasil didikan25 Bab 25 Tujuan Rinjani26 Bab 26 Permintaan Thomas27 Bab 27 Terusir dari rumah28 Bab 28 Menyewa pembunuh29 Bab 29 Wanita berbadan gembor30 Bab 30 Bibit pelakor31 Bab 31 Surat undangan32 Bab 32 Masih istri sah33 Bab 33 Terjerat dusta34 Bab 34 Rencana jahat Thomas35 Bab 35 Mencari alasan36 Bab 36 Bali37 Bab 37 Uang sogokan38 Bab 38 Rencana selanjutnya39 Bab 39 Elsa hamil40 Bab 40 Ancaman Rinjani41 Bab 41 Ketemu