icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jangan salahkan aku minta cerai

Bab 3 Pelakor

Jumlah Kata:1009    |    Dirilis Pada: 24/06/2023

ijani dengan

alam waktu cepat," batin Rijani yang bangga

Thomas kembali bersuara untuk m

ar. Jadi tidak perlu berpikir jauh," jelas Thomas yang berharap Rijani tidak perlu ba

k menjadikan ia sebagai istri sah. Rinjani sudah tidak bis

mengunakan Lisa untuk mengikat Thomas di sisi aku," batin jahat Rijani yang sudah tidak

ini umur Lisa sudah mau lima tahun?" tanya Rijani dengan harapan Thomas

Ia lupa dengan keberadaan Lisa

u di masa lalu," ujar Lisa dengan wajah

cup pipi wanita yang pernah menjadi teman

kungan dari orang tua aku dulu," bisik Thomas dengan nada sensualnya yang berhasil memb

gecup bibir pria yang kini menjadi suami

dalam lift dengan posisi ada orang lain. Melainkan ia memang

Thomas sejak awal hingga saat ini ada aku," batin Rijani yang tertawa bahagia melihat w

nya. Ia tidak bisa berkata-kata, selain membungkam

depan pintu lift kaca yang memantulkan bayangan keduanya dan tangan nakal su

cur. Air matanya mengalir deras dari k

s yang tidak ingin kalah, ia membalas kecupan manis bibir Rinja

melihat kemesraan kedua orangtua

ajah suami dan pelakor tersebut secara bersamaan. Tetapi tubuhnya susa

malam," bisik Thomas dengan

abar untuk mendapatkan sentuhan dari Thomas dan sekaligus

" batin Rijani yang menatapi wanita

amaan dengan tangan Thomas melingkar di pinggul Rijani yang menunjukkan sikap posesif seb

pelakor yang sudah memberikan anak. Hati Elsa

ngerakkan salah satu kakinya untuk keluar dari dalam lift. Elsa tidak dapat mela

n di hadapannya sampai pintu lift di tutup semp

ya. Tapi niatnya terhenti karena ada berapa or

berapa kali berpura-pura batuk agar orang

lift!" seru seorang pria yang keberatan dengan Els

ego untuk berdebat dengan pria terseb

cuekkin, wanita paruh baya it

aruh baya yang meraih lengan Elsa dengan tujuan menyeret Elsa

aya itu secara kasar saat pintu lift terbuka. Termasuk menendang bokong pria yang tampan itu d

n hatinya kepada kedua orang yang berdiri bengong. Lalu orang yang tersisa memilih keluar

k memaki Elsa yang di anggap kurang ajar. Ia terlambat

a itu memilih untuk memainkan sandiwara. Seolah ia yang terzol

itu dengan suara nyaring yang berhasil menarik berapa perhatian orang yang kebetula

mpan itu yang tidak terima ibun

a yang di bicarakan oleh wanita paruh baya itu di tambah perkataan pr

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jangan salahkan aku minta cerai
Jangan salahkan aku minta cerai
“Elsa sudah tahu, Thomas sudah memiliki keluarga kecil di luar dengan mantan kekasih. Atas nama cinta, Elsa berjuang mati-matian mempertahankan rumah tangganya dari tangan pelakor. Tapi apa yang ia alami selama ini perlahan-lahan menyadarkan Elsa. Cinta yang sudah pudar tidak akan kembali. Melepaskan suami ke tangan pelakor adalah jalan yang terakhir di pilih oleh Elsa walau berat hati harus di lakukan. Hari-hari tanpa kehadiran suami sudah terbiasa di dalam hati Elsa. Hingga suatu hari, kehadiran seorang pria mengusik ketenangan hati Elsa. Dapatkan Elsa membuka lembaran hidup baru atau kembali ke suami yang mendadak bertobat.”
1 Bab 1 Selingkuh2 Bab 2 Kenyataan pahit3 Bab 3 Pelakor4 Bab 4 FIA5 Bab 5 Wahana bermain6 Bab 6 Memberanikan diri7 Bab 7 Mantan8 Bab 8 Kecurigaan9 Bab 9 Makan malam10 Bab 10 Ibu mertua jahat11 Bab 11 Perasaan12 Bab 12 Siapa pria itu13 Bab 13 Aku tidak selingkuh14 Bab 14 Obat perangsang15 Bab 15 Aroma terapi16 Bab 16 Kegilaan Thomas17 Bab 17 Ibu panti18 Bab 18 Ide Rinjani19 Bab 19 Sikap penolakan20 Bab 20 Dukungan ibu mertua21 Bab 21 Pertanyaan22 Bab 22 Rumah 10m23 Bab 23 Kelicikan Lisa24 Bab 24 Hasil didikan25 Bab 25 Tujuan Rinjani26 Bab 26 Permintaan Thomas27 Bab 27 Terusir dari rumah28 Bab 28 Menyewa pembunuh29 Bab 29 Wanita berbadan gembor30 Bab 30 Bibit pelakor31 Bab 31 Surat undangan32 Bab 32 Masih istri sah33 Bab 33 Terjerat dusta34 Bab 34 Rencana jahat Thomas35 Bab 35 Mencari alasan36 Bab 36 Bali37 Bab 37 Uang sogokan38 Bab 38 Rencana selanjutnya39 Bab 39 Elsa hamil40 Bab 40 Ancaman Rinjani41 Bab 41 Ketemu