icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)

Bab 2 Dia Lagi!

Jumlah Kata:991    |    Dirilis Pada: 17/06/2023

nggak

rdengar menegurnya dari ara

hat kesal setelah tahu

beberapa hari lalu pern

an berdiri sambil mengibaskan menepuk-nepuk baju hem dan celana panj

ah ke tempat lain, "Jika mbaknya tidak te

erbalik arah hendak meninggalkan Aruni

rak gue!" tegur Aruni merasa kesal m

nya Mbak yang tadi nggak lihat-lihat saat berb

fokus melihat jam tanganku,' batin Aruni menyadari kesalahannya. Tapi ... g

us minta maaf, lo kan c

alah kenapa harus

adi Lo bisa menghindar, kan? Atau jangan-jangan lo ngambil

enggelengkan kepalanya pelan, mun

nya muncul tiba-tiba sambil setengah berlari, ya n

, 'Bener juga sih, Dia. Tapi, eh ya enggaklah, tengsin dong kalau gue harus

lalu dari hadapan cowok berkacamata itu. Apa yang dilakukan Aruni berbaik dengan yang bergejolak di ha

k aneh, bukannya justru dia yang aneh? Tadi marah-marah eh tiba-tiba saja langsung

an

di panggil, Doni mendekati di

apaan? Se

di ada cew

k, Nif?" tanya Doni

langsung aja mata jelalat

Nif. Kan sayang cew

barang pajangan yang bisa dilihat-lihat," ujar Hani

telat bisa kena nasehat panja

angkul Doni dan berjalan ber

*

i ruang kuliah, "Syukurlah, aku kira uda

k bareng

begadang sesuai petunjuk lo! Sampai ketiduran tuh di depa

ntang favorit, lo?" ujar Sila b

ini Aruni mendelik tajam ke arah

tapi emang malem mulai jam 1

mah kena omel ee tadi di de

rlihat serius, tidak ad

lagi tuh sam

nak TP yang

ue lagi kesel sama

agian kalau lo cermati wajah dia pastinya lo juga suka, alisnya biki

a, 'Cowok anak TP tadi tu lumayan ganteng juga, uppssss. Apaan sih, Run?

am segini Bu Vera

iar gue bisa kabur ke kantin, tadi n

juga belum

udah kayak lidi

enggak! Gue em

i gue belum tahu lho, Run.

ri SMA,

gue nggak tahu. Ki

Sil. Sesekali trak

dus cari

karang nggak ada kelas. Cabut yuk, kita ke kantin," ajak Aruni kemudian berdiri tetapi seben

l mengacungkan tinju kepada Sila yang kemudia

=

n aja," gerutu Aruni sambil berusaha meminggirkan moto

aya saj

ar suara teguran,

ain parkir di sini?" sengit Aruni bertanya semba

in bantuin Mbak aja, kelihat

u nih, dan ... makasih,"

a menggeser motor GL itu ag

t melihat Hanif tersenyum, 'Dih, mikirin apa sih, Run? Sa

n," ujar Hanif menga

, terim

eluarkan motor bebe

n udah sal

gagetkan Aruni dan Hanif, keduanya me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
“Tahun 1998, awal era reformasi banyak gejolak terjadi, terutama terjadinya gelombang demonstrasi dari kalangan mahasiswa seluruh Indonesia, terutama kota yang dikenal dengan pendidikannya atau kota pelajar. Sepenggal kisah ini hadir di tengah sejarah awal reformasi, kisah yang berawal ketika diam-diam dia mulai jatuh cinta dengan perubahan penampilan, saat hidayah itu menyapanya. Dia memang berbeda dan harus siap dengan banyaknya batu-batu tajam yang terhampar di perjalanannya, termasuk menghadapi kenyataan bahwa Ayahnya tidak menyukai perubahan dirinya, bahkan terkesan membencinya. Mampukah Aruni bertahan dengan cinta diam-diamnya dengan tetap berada pada jalan yang dia yakini benar? Bagaimana perjuangannya agar diterima keluarga terutama Ayahnya? Lalu apakah cinta untuk seseorang yang dia kagumi dari kejauhan pun hanya cukup untuk dirasa saja? Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata (true story), nama tokoh dan latar kejadian sudah author samarkan untuk menjaga keikhlasan pemilik kisah hidupnya.”
1 Bab 1 Cowok Aneh2 Bab 2 Dia Lagi!3 Bab 3 Namanya Hanif4 Bab 4 Panggilan Solidaritas5 Bab 5 Tamparan Untuk Aruni6 Bab 6 Sentilan Ibunya Aruni7 Bab 7 Mulai Terusik8 Bab 8 Temenku vs Sahabatku9 Bab 9 Tatapan Itu10 Bab 10 Mereka Belum Tahu11 Bab 11 Dingin12 Bab 12 Berharap13 Bab 13 Ganteng vs Cantik14 Bab 14 Dijodohkan15 Bab 15 Alhamdulillah16 Bab 16 Si Mata Kutub17 Bab 17 Cukup di Hati Saja18 Bab 18 Cinta vs Cemburu19 Bab 19 Patuh atau Bakti20 Bab 20 Beda Tipis21 Bab 21 Restu Ibu22 Bab 22 Ternyata23 Bab 23 Belenggu Rasa24 Bab 24 Buka Tutup25 Bab 25 Laki-Laki Pilihan Bapak26 Bab 26 Mencoba Istiqomah27 Bab 27 Tamu Tak Diharapkan28 Bab 28 Hanya Untukmu29 Bab 29 Kagum atau Suka 30 Bab 30 Rindu Tertahan31 Bab 31 Mencoba32 Bab 32 Amarah Sang Ayah33 Bab 33 Terbelenggu Asa34 Bab 34 Bersahabat dengan Rasa35 Bab 35 Halalkan atau Pupus36 Bab 36 Tawaran37 Bab 37 Amplop di Waktu Senja38 Bab 38 Selembar Kertas39 Bab 39 Ta'aruf (Perkenalan)40 Bab 40 Baris-Berbaris41 Bab 41 Tegang42 Bab 42 Bertahan43 Bab 43 Fitnah Penampilan44 Bab 44 Mimpikah Aku 45 Bab 45 Pelangi Senja