icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perangkap Cinta CEO

Bab 4 Tak Ada Bedanya

Jumlah Kata:1026    |    Dirilis Pada: 11/06/2023

kha berciuman dengan Jason, Aidan jadi sangat kecewa dan bersedih. Ia benar-benar

mbaran buku berisi sketsa wajah cantik Malikha Swan dalam buku-buku

untuk mengambil tas dan pulang. Namun di dekat loker Aidan harus melihat lagi, Jason tengah berbicara dengan M

milih pergi dalam kegalauan hatinya. Seperti biasa, ia akan naik bus pulang ke rumah. N

agian depan. Aidan terlihat bingung beberapa saat, sampai Ar

tam Hellcat milik Mars King. Caleb adalah yang membawa mobil, sementa

ku tumpangan," ujar Aidan s

Arjoona tersenyum dan Mars yang sibuk dengan ponseln

mahmu?" tanya Cale

kat. Caleb mengangguk dan mengarahkan m

r Arjoona sambil tersenyum. Aid

tanya Aidan tiba-tiba. Mars l

geleng dengan wajah separuh terp

eman denganku tapi kalian malah ..."

" potong Mars lalu berbalik lagi ke depan. Aidan jadi mengernyitkan kening dan kebin

selain hanya mendengar pembicaraan ketiganya yang lebih banyak tak ia mengerti. Namun hati Aidan jadi menghangat kare

depan rumahnya, yaitu ke sebuah rumah

tanya Arjoona dan

ampir?" tawar Aid

i, jadi besok aku akan menjemputmu," ujar Mars sambil

lu melambaikan tangannya pada mobil itu. Aidan masih ters

an di depan seperti bia

Celia, Ibu Aidan yang ternyata teng

gannya di celemek lalu tersen

ey Spaghetti," ujar Celia dengan senyuman cantiknya. Aidan tersenyum lebar dan mengangguk.

an menatap bentuk tubuhnya yang tambun dan berlemak. Rasa kecewa itu muncul lagi da

kan malammu dingin!" Terdengar sahutan

ngambil kaos oversized dan mem

anak satu-satunya, Aidan bukan anak nakal yang sering menyusahka

di depannya. Tapi porsi yang besar dan ia melirik lagi pada tubuhnya, Aidan jadi m

anya Aidan ragu-ragu sambil menyengir. Celia spontan

?" tanya Celia dengan nada cemas. Aidan l

Aidan mengecilkan suaranya di kata terakhir. C

i kamu kenyang, ya!" jawab Celia dengan lembut. Cengiran Aidan perlahan sirna. Ia hanya bisa mengatupkan bibirnya d

rumah Aidan. Dengan antusias, Aidan berteriak pamit pada

bih dahulu sebelum ke sekolah,"

angguk. Mars sibuk dengan ponse

royek kimia kelas Mrs. Sheldon?" tanya Caleb bebera

annya sendiri saja." Mars spontan menoleh k

rang harus berpasangan, iya kan!"

uali aku," bantah Aidan lagi. Mars mendengus

kan meminta padanya agar dia memasukkanmu ke dala

ang harus berpasangan bukan

memberimu nilai. Ini untuk kenaikan kelas ka

.. kalian ma

empak. Aidan jadi makin semringah, sekar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perangkap Cinta CEO
Perangkap Cinta CEO
“"Hai ... Malikha Swan. Apa kamu masih ingat aku?" tanya Aidan membuat Malikha tersenyum. Ia membelai dada Aidan agar ia bisa mendekat tapi Aidan kemudian mundur dan melempar jasnya. "Oh, aku menunggu sekian lama untuk melakukan hal ini padamu. Aku ingin lihat ekspresimu ketika aku mengatakan padamu siapa aku sebenarnya," ujar Aidan dengan senyuman jahat. "Aku ... adalah si gendut jelek yang kamu jebak 12 tahun lalu di Hope Park Cemetry." Tak ada masa yang lebih indah dari masa SMA. Sayangnya, kalimat itu tak berlaku bagi Aidan Orlando Caesar. Aidan dibesarkan oleh seorang Ibu tunggal yang baru menikah lagi setelah ia berusia 17 tahun. Masa-masa SMA yang seharusnya diisi dengan kegembiraan tapi bagi Aidan adalah sebuah penderitaan. Aidan adalah sasaran bully terempuk para siswa SMA Woodstone Private di LA. Tubuhnya yang tambun, pipi chubby dan potongan rambut bowl cut membuatnya kerap dipukuli, dihina dan dijahili setiap hari. Sampai suatu hari ia menyukai seorang gadis yang merupakan kekasih Quarterback tim football Eagle Wood di sekolahnya bernama Malikha Swan. Sayangnya, Malikha ikut dalam kelompok yang menjahili Aidan hingga ia trauma berat. Setelah diselamatnya oleh sahabatnya Arjoona, Mars dan Caleb, Aidan berubah total. Ia kembali mencari semua orang yang membuatnya sangat trauma dan membalas dendam pada mereka, itu termasuk Malikha Swan yang tidak lagi mengenali Aidan setelah belasan tahun berselang.”