“Jutaan butir kristal yang jatuh membasahi pipi Dean kala melihat lambaian tangan Lee Dari yang semakin jauh darinya. Dean tahu bahwa ia telah membahayakan nyawa Lee Dari dengan membawa hatinya pergi jauh darinya sementara ia tahu bahwa Lee Dari hanya bisa hidup jika berada dekat dengan hati Dean. Cinta dua dunia yang telah terjalin semenjak Dean terdampar di pulau tak berpenghuni membuat Dean selalu resah. Akankah cintanya yang berbeda dunia akan bersatu. Hingga suatu ketika kenyataan pahit harus ditelan oleh Lee Dari kala ia melihat Dean yang pergi meninggalkannya secara diam-diam dengan mata kepalanya sendiri. Dean pergi jauh meninggalkan Lee Dari dan membawa hatinya yang secara perlahan pasti akan membunuh Lee Dari. Kenyataan bahwa Dean lebih memilih dunianya dan meninggalkan Lee Dari sendirian di pulau kecil itu. Meski air mata Lee Dari deras mengalir dan berhasil mengundang gerimis kala itu. Dean tetap tidak peduli.”