icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Bini Orang

Bab 8 Misteri Masa Lalu

Jumlah Kata:1167    |    Dirilis Pada: 10/05/2023

ya seorang PNS di Pemda DKI Jakarta, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga yang membu

Masa kecil hingga remajanya terbilang biasa-biasa saja. Tak ada hal terlalu istrimewa dalam h

olong di atas rata-rata, dia masih belum kepikiran untuk pacaran padahal dari SMP hingga SMA selalu menjadi id

ya mustahil. Memang sampai detik ini juga Rhido sendiri terkadang masih belum sepenuhnya sadar jika itu benar-bena

h menjadi kebiasaannya setiap berlibur dia habiskan di Bogor atau di Bandung di kampung nenek dari ibu. Semen

saudara dia juga biasa berbaur dengan mereka. Walau berlibur sendirian, dia ti

a kampung kakaeknya itu. Seperti siang menjelang sore kala itu, Rhido masih asik bersam

alu jauh dari sana, namun memang agak tersembunyi karena sepanjang aliran suangai tersebut dipenuhi s

Pikirannya sedikit kalut berada diantara percaya dan tidak. Dengan mata telanjang siang menjelang sore itu dia melihat sesos

emak belukar yang jaraknya beberapa metera di belakang wanita yang sepertinya sudah selesai mencuci bajunya. Tak lama kemudian wanita itu

pun berekasi dalam waktu singkat dan tegang setegang-tegangnya. Baru kali ini dia merasakan terangsang hebat melihat wanita dalam keadaan seperti

i tubuhnya dan mengendorkan ikatan kainnya. Wanita itu juga sesekali menyibakkan kainnya untuk mengosok dan menyabuni kak

ntungnya mendadak dag-di-dug tak karuan, takut ketahuan sedang mengintip. Tak lama kemudian, wanita itu menurunkan kain panjangnya hingga pin

amnya sekaligus hingga sebatas pahanya. Lalu dengan sangat bergairah memegang rudalnya yang sejak tadi beridiri tegan

bil terus mengocok rudalnya seiring dengan semakin erotisnya gerakan wanita itu memainkan payudara

nku tak bisa lagi dia tahan. Wanita itu terus menggosok selangkangannya, matanya tampak

ian mempercepat kocokanku rudalku, hingga si kaludian akhirnya menyemburkan lahan panasnya dengan sangat banya

am keadaan lemas. Ketika Rhido tersadar ternyata wanita itu pun sudah tidak ada lagi di suangai. Dengan terg

yang merasa sedikit heran karena di tubuh Rh

gua mandi." Rhido beralasan dan sedikit gelagapan karena isi kepalanya masih dipen

ang yang...." Arul yang sejak tadi memeperhatikan R

ok, gua Cuma BAB doang kok,"

a tadi waktu di sungai?" tanya Wa

ya. Niat hati ingin terbuka namun bibirnya terasa kelu dan hatinya pun mengatakan jika itu

bukan?" tanya Arul ti

, matanya pun melotot. Tak menduga Arul tahu apa yang disaks

tan pulang!" sergah Wawan

emua kerabunya untuk pulang. Sementara Rhido justru makin tak menger

lah menggiring kerabunya ke kandang. Rhido pun langsung pulang ke rumah nenek dan kakekanya. Pikirannya semakin kacau

ah katanya orang hantu itu adanya tengah malam? Terus mengapa juga si Wawan dan si Arul kaya yang ke

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Bini Orang
Godaan Bini Orang
“Rhido tak pernah menduga masa lalunya yang hitam dan kelam, ternyata sangat berpengaruh pada kehidupan rumah tangganya bersama Lisda. Wanita yang dinikahinya karena telah berhasil membuat Rhido sadar akan kesalahan masa lalunya. Ketika Rhido sedang berjuang menghilangkan jejak masa lalunya, justru halangan datang dari istrinya. Ketika sedang mengandung anak pertamanya, Lisda justru meraskan gangguan yang membuatnya selalu kesakitan saat berhubungan badan dengan suaminya. Rhido yang teramat mencintai istri dan calon anaknya, rela bertahan tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya. Sampai akhirnya Rhido mendapat tugas kerja di daerah pedalaman Jawa Barat dan Kalimantan. Di sanalah godaan demi godaan datang silih berganti. Sanggupkah Rhido yang mantan bajingan itu bertahan dengan kesetiannya, atau malah sebaliknya. Lanas bagaimana nasib Lisda dengan anak yang baru dilahirkannya? Benarkah masa lalu Rhido yang penuh dengan aura mistis kembali menghantui dan menganggunya? Seperti apa aura dan gangguan mistis yang dia dapatkannya? Adakah pengaruhnya pada Lisda, istri sahnya?”