icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Good morning Pak Dosen (Series 3)

Bab 6 Enam

Jumlah Kata:1527    |    Dirilis Pada: 08/03/2023

wok yang beberapa waktu terakhir sudah mengisi hati dan hari harinya dengan begi

rlalu dari hadapan Leo, masuk ke dalam mobil ... me

memilih pergi dan mengakhiri hubungan dengannya. Apa ini sebuah karma, karena se

bisa hilang di bawah guyuran air hujan, tapi ternyata tidak. Seakan ingin menangis rasany

-00

ia lakukan kalau bukan memastikan keadaan Leo. Kemarin dia hujan hujanan, sebagai seseora

at Leo turun dari mobil, seperti biasa ... dengan gayanya yang

ihat wajah Leo tampak pucat dengan m

kembali menyadari kalau ia dan Leo tak lagi sejalan. Apalagi setelah melihat In

m Dira berharap. Berharap tapi tak

tidak nya ia harus lebih dulu dari cowok itu, karena nggak ingin bertemu pandang dengan dia. Kare

da Kiran yang sudah du

nya Kiran sambil pindah duduk di

any

sama

a udah putus," jawab Dir

k menyangka. Bagaimana bisa sobatnya yang tergila gila pada Leo, sekar

matanya saja dari semenjak kejadia

lau dia ada sesuat

unya kemarin permasalahan Dira kan memang itu.

"Bukan hanya itu, Ki ... Orang tuanya nggak setu

seri

bidang akademik. Dan lo tahu sendiri kan, itu bukan gue banget. Dan tentang Bu Indah, ternyata dia adalah

o buat wanita lain cuman karena itu." Kiran sedikit tak setuju dengan keputusan Dira. "

lawan gue adalah Bu Indah. Gue yang hanya mahasiswi, sedangkan dia se

. buktiin kalau lo benar-benar mencintai Leo. Bukan

uangan sobatnya demi mendapatkan hati Leo. Sekarang saat cowok itu sudah ada di genggaman

i gu

i se

i, P

an yang segera kembali ke mejanya. Siapa lagi yang m

ng dalam keadaan tak baik. Suaranya sedikit melemah dan tak setegas biasanya. Hanya bisa mencu

at, Pak?" tanya

ik saja," jaw

akan profesional dengan pekerjaan. Sepertinya begitu. Karena kalau dirinya berada di pos

jar, Dira terus mempe

pelajaran, sekarang malah bisa di bilang tak beranjak dari ku

agar Leo bisa istirahat. Nggak sanggup rasanya melihat dia yang nggak se

n khawatir, Dira tentu saja langsung mengikuti langkah Leo dari belakang secara diam diam. Berpikir jika dia a

ke rumah," gumam Dira sambil menatap mobil Leo ya

000

tu yang melihat putranya tak seperti biasa. Bahkan se

menghentikan langkahnya

saja. Kepalanya sangat sakit berasa mau meledak, matanya seakan mau melompat keluar, bad

nghubungi Dira. Siapa tahu dia mau menjawab panggil

i Dira. Tapi, dipanggilan ke tiga,

ahut Dir

amu masih mau me

a a

suaramu saja. Aku kange

erkataan Leo, seakan bingung

.. lagi

. "Hanya kurang tidur ... memikirkan

Dia akan menjaga kamu," terang Dira. Leo bisa mendengar pe

aku

minum obat," jelas Dira berpesan dan l

ancur, ketika membutuhkan Dira ... dia

wah. Ayo turun," teriak ma

urnya dan berjalan ke arah pintu. Mendapati

, ada Inda

n. Biarin aku istirahat bentar," pinta Leo sambil menyenderkan badan

udah nungg

aat ini. Ia lagi sakit, tapi tak memperdulikan keadaannya

uju lantai bawah untuk men

gan wajah khawatirnya, menghampiri

h yang berniat menyentuhnya. "Ck

u kan ha

, aku mau istirahat," ujar L

yang tem

bilang, hatiku bukan buat kamu. Sia-sia saja kamu buang w

tu dari orang tua kamu. Dan aku mendapatkannya. Sisanya, t

dari hadapan Indah. Tapi ia bukan kembali

nya Indah berteriak, tapi

api dalam perjalanan ia merasa kapalanya sangat pusing dan memutuskan untuk menghentikan laj

tapi kali ini panggilan tele

gilanku," gumamnya melempar ben

000

anyaknya aktifitas membuatnya bisa melupakan Leo. Walaupun saat ini ia m

ia kenal. Segera menepikan mobilnya dan segera turun mengham

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka