icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Unexpected Feeling

Bab 5 Diantar Pulang

Jumlah Kata:1021    |    Dirilis Pada: 05/03/2023

eenaknya mengajak pacaran tanpa meminta jawaban dan satu lagi tidak bertanya dirinya punya kekasih atau tidak, Indira yakin jika s

" Sinta menepuk pe

a Indira menatap Sinta y

utnya." Sinta menjawab dengan member

jar yang sedang berbicara dengan senior-senior wanita. Interaksi mereka sangat baik, bisa dilihat k

ut dengan memberikan tatapan tajam "Kita udah saling kenal atau kamu

dir

ggil terus dikasih hukuman," bisik seseo

elasan dan instruksi dari Wahyu sudah selesai, melakukan permainan terakhir sebelum kembali ke ruangan. Indira dan Si

juga," seru Lia sambil

duk yang berdekatan dengan Lia, Sinta dan Mita. Mereka sudah seperti geng kecil, persis seperti di sekolah dulu. Lia mulai mencer

cewek yang ada di tiap angkatan dan hanya bertahan paling lama setahun, paling cepat seteng

isini banyak yang cantik mungkin dia udah ngincar salah s

ikan Lia akan membuatnya untuk semakin tidak menggunakan perasaan jika bersama dengan Fajar. Indira tidak mau mengalami sakit hati untuk kedua kalin

asaan melamun,

tanya Ind

, jangan sampai kamu dipanggil lagi." M

katakan didepan sana, tanpa disadari Indira sejak tadi Fajar memperhatik

eneran sama dia," ucap s

no sama Pak Hadi suruh aku membuka hati dan selama ini nggak berha

san juga dengar go

ama gosip-gosip itu." Fajar menenangkan satu-s

ak diberikan tugas lagi. Indira bernafas lega dengan menghembuskan nafas

uarin buku?" tany

a tangan senior, lupa?" Sinta

ndira menjawab sambil

aja." Lia memberikan usul yang diangguki

berbisik di belakanganya "Ryan, kamu

tanya Indir

Mas Fajar bilang terka

enar tidak bisa melakukan apapun. Ketiga teman yang baru bersamanya, kecuali Mita. Mer

apapun sama Mas Fajar?" t

apaan?" la

ih tahu hukuman kamu?" Mi

, daripada hukumanny

ana mereka biasanya bertemu. Indira tidak tahu ruangan apa, tapi menurut anak-anak ini ruangan kesehatan. Mengetuk pintunya

a." Fajar membuka sua

menilai padanya yang membuat tidak nyaman sama sekali. Indira berdiri dihadapan Fajar, ger

ai keadaan kampus sepi dari teman angkatanmu." Fajar

temannya

a yang bersama Fajar dan menerim

Indira membuatnya menatap penuh

caya, mengalihkan pandangan kearah Fajar "Makasih loh

. Selama ini tidak ada wanita yang tersenyum tulus seperti ini,

pulang?" suara Ryan me

menjawab dengan menatap Ryan. "Kamu sama Ryan turun du

gan turun bersama Ryan, tidak tahu akan dibawa kemana tapi tampaknya berada

g sekarang." Fajar mengatak

a menatap Ryan yang hanya

pulang s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Unexpected Feeling
Unexpected Feeling
“Dihukum jadi pacar? Indira benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan hukuman aneh dari senior yang menurut informasi suka gonta ganti pasangan. Tidak tahu alasan jelas tentang hukuman, tidak berani menolak membuat Indira terjebak dengan hukuman ini bersama seniornya, Fajar. Memberikan hukuman aneh pada mahasiswi baru membuat Fajar menganggap sebagai obat traumanya. Menjalin hubungan dengan beberapa perempuan tidak membuat Fajar sembuh, tapi berbeda saat bersama dengan Indira. Tidak mengetahui masalah masing-masing membuat Fajar dan Indira menjalin hubungan sesuai dengan jalannya, selayaknya hubungan pada umumnya mampu membuat mereka dewasa. Apakah Fajar memang serius dengan perasaannya atau menganggap Indira sebagai obat traumanya? Akankah mereka berdua terbuka dengan semuanya?”