icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jiwa Yang Tertukar

Bab 5 Kamar mandi

Jumlah Kata:1067    |    Dirilis Pada: 17/12/2022

bernama ningsih, kemudian kembali menjalin hubungan dengan r

i kamu melakukan kesalahan yang sa

tengkar denganmu" dengan san

ak

ncap gas mobil melaju kencang. Bu olla yang selalu ingin tahu urusan orang lain langsung

telah beberapa jam tiba di apartemen. Swift pamit meninggalkannya lalu pergi. Memberi

ri menarik satu pakaian tidur kemudian mas

lalu menoleh ke cermin ia menjerit s

tif, ia tak menyangka berubah seperti pria. Perlahan m

endiri mencubit tangan terasa sakit. Setelah beberapa jam termenung

usirku." Berlari ke lemari pakaian mencari selendang lalu men

g aku bawa untukmu." Ujar swift sa

dikit kemayu "Kamu sedang flu" sambil

ikit batuk namun tiba-tiba su

rkan botol plastik pada ro

jangan menyakitiku." Memb

Teriak swift melemparkan satu botol minuman yang lebih besar. Membuat kening ros

awa semua pakaiannya. Dia takkan kembali padamu." Melemp

aksa melewati tangga darurat. Akhirnya ia lolos sudah berada di tempat parkir. Beberapa orang yang

langsung masuk ke dalam mobil. Membuka selend

cil." Kembali menggunakan rok dan selendang di wajahnya, menarik masker di la

andi seperti kehilangan akal. Ia tak menerima wajahnya be

ilik rose tak ada satupun. Ia berlari seperti pria perkasa ke ruang

ikan. Seperti perempuan jadi-jadian" wajahnya beruba

jam kem

aki berada dia atas meja. Tiba-tiba seekor lalat masuk ke d

ell ber

g.

ka gorden, tetangga sebelah datang ke rumahnya. Ia b

k diam seharian di rumah. Aku belu

kakinya sedikit demi sedikit ke atas

s ranjang. Suara ponsel terdengar nyaring di kamar, mengg

elihat nama rose di layar, rose menghubungi nomo

" Semakin bingung setelah berpikir cukup lama akhirnya ia tak

m rumah, ia mengintip ke kaca jende

membuat rose geram. Berkat kecerdikannya ia naik ke atas loteng seperti pencuri terlihat jendela kamar

selangkah melewati anak tangga lalu membuka selendangnya. Berjalan berlen

.??!" Uj

herdi lalu memelu

dengan tubuh kita"

tak bisa berlari kedua buah ini terayun-ayun. Tak nyaman."

eka saling menatap menaruh

yang tak tahu apa-apa tentang pekerjaan lalu.. Ah suda

mu bekerja percayalah pad

h larut malam." Herdi masuk ke dalam kamar lalu membu

lu." Herdi yang terbiasa telanjang dada di saat t

akaian dalam mengajarka

neh" ujar he

Rose membaringkan tubuh sambil menata

embab" mengelus bibir herdi, tiba-tiba men

ketiakku, aku tak suka me

u mencukur bulu kumis ini" rose

agar terlihat langsing. Aku suka menyantap makanan denga

dekku. Bule gemuk." Sahut rose mengayunkan bibir seperti olla yang suka mencibi

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jiwa Yang Tertukar
Jiwa Yang Tertukar
“Perempuan cantik dari jerman bernama "Rose" yang tinggal di bali selama lima tahun pindah ke bogor. Menjalin hubungan dengan pria indonesia, awalnya hidup mereka baik-baik saja tetapi setelah "Herdi" bertemu dengan seorang perempuan bernama "Ningsih" perilakunya semakin aneh di tambah mengeluh makanan sehari-hari. Suatu ketika herdi masuk ke kamar mandi tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi rose isterinya. Dan, rose berubah menjadi herdi membuat swift ketakutan hingga mengusirnya dari apartemen. Mereka berdua panik hingga stress. Namun lambat laun herdi mulai terbiasa menjadi perempuan terkadang memanfaatkan tubuh rose agar usahanya lancar karena sudah berhenti bekerja sebagai arsitek. Beberapa pria hidung belang kerap menggoda herdi tetapi ia pandai karate sehingga tak ada seorangpun yang berani menyentuhnya. Sementara rose yang terjebak di tubuh herdi menjadi pria kemayu yang sering di tindas.”
1 Bab 1 Pertemuan Pertama2 Bab 2 Kembali Ke Jakarta3 Bab 3 Awal Kehidupan Berumah Tangga4 Bab 4 Pamit Pulang5 Bab 5 Kamar mandi6 Bab 6 Menjemur Pakaian7 Bab 7 Belanja Di Pasar8 Bab 8 Menggigit Lidah9 Bab 9 Air Kobokan10 Bab 10 Menasihati Helen11 Bab 11 Sepatu Hak Tinggi12 Bab 12 Melarikan Diri13 Bab 13 Toko Kue14 Bab 14 Kolam Ikan Berlumut15 Bab 15 Catokan Rambut